Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 12


__ADS_3

10 menit setelah Rafa keluar dari kelas Ekonomi Rara masuk kelas sambil berlari-lari. Sampai di depan pintu kelas Rara memegang kedua lututnya dan mengatur nafasnya yg memburu.


Setelah nafasnya mulai teratur dia berjalan terseok-seok menuju bangkunya apalagi di luar sudah mulai panas padahal masih pagi, Rara langsung duduk di samping Lala. Ia menelungkupkan kepalanya dan menjadikan lengannya sebagai bantal.


" Lo kenapa dah lari-lari telat lo kan?" Tanya Lala kepada Rara.


" Iya hehe" jawabnya dengan nafas yang masih terengah-engah.


" La, semalem lo gk masukkan?" tanya Rara untuk memastikan padahal ia tau kalau Lala kemarin ga masuk.


" Iya, emang napa?"


"Semalem pak Arfan ga masuk" ucapnya memberi tahu.


" Urusan sama gue apa?" Tanya Lala ketus. Rara menoyor pelan kepala Lala dengan telunjuknya.


" Sini gue jelasin 4 hari yang lalu kita di kasih tugas nih kan? dan seharusnya semalem di kumpul---"


" Terus?" Potong Lala


Rara menghela nafas" Karena semalem pak Arfan gamasuk jadi tugasnya di kumpul hari ini Nabilaa" Ucap nya geram.


Lala menggebrak meja karena kaget" WHAT!"


" Santai kali La"


" Gimana mau santai 2 menit lagi dia masuk loh, aduh gimana nih, masa iya gue di hukum lagi, mati gue!" Ucapnya sambil menjambak rambutnya frustasi.


" Ra...!" Panggil Lala dengan mimik wajah memohon.


" Apa?" tanya Rara santai


" Azkiya cantik deh hari ini. Tugas loh gausah di kumpul ya temenin gue" ucap Lala sambil menunjukkan wajah imutnya.


" Gabisa La, maap deh yee"


" Nay...!"


" Sorry deh La hehe. Untuk hari ini dan 3 jam kedepan kita gak Best Friends dulu deh" .


" Jahat lo bedua, tega amat ama sahabat sendiri" Namun Kinaya dan Rara tak mengindahkan ucapan Lala.

__ADS_1


" Gue kesel tau gak di paksa nikah sama es, yang ngeselinnya luar biasa, tugas juga belum selesai, Mana tu mata serem banget kalo ngeliat gue, jujur sebenarnya kemarin malam pas dia natap gue tajam gue takut. Ya gue bales aja biar di kira gue berani haha" Gumam Lala lirih.


" Lo ngomong apa sih La?"


" Hah?"


" Lo ngomong apa?" tanya Rara lagi.


" Lo gila?" Tanya Rara kesal


" Iya!" .


" Astagaa" Rara menepuk jidatnya heran kelakuan Lala kali ini.


☆☆☆☆☆


Waktu nya pulang, Lala berjalan di koridor dengan kesal setelah menjalankan hukumannya karena tidak menyelesaikan tugasnya. Hukuman yang sangat gila, dan tadi adalah pertama kalinya untuk Lala.


Kasih tau gak ya hukumannya? Gausah lah ya hehe.


Karena kesal ia membanting Aerphone yg ada di lehernya dengan kesal, tapi kemudian ia mengambilnya lagi dan mengelus-ngelus Aerphone nya.


" Astagaa, kenapa gue jadi gila gini!?" Ucapnya seraya menjambak rambutnya sendiri. Setelah sampai parkiran ia bertemu dengan Rafa.


" BERISIK ANJIRR" bentak Lala geram sambil menarik hoodi yang di pakai Rafa


Mulai roh setannya dateng, stay waspada. batin Rafa


" Beli es yuk gue traktir deh. Tapi kita naik motor aja, Motor yg gede itu tau kan?" tawar Rafa agar Lala tidak cemberut.


" Tauu.. Lo pikir gue kampungan, yaudah ayukk... Eeh mobil gue mau di kemanain?"


" Nanti gue suruh orang buat ngambilnya santai aja, Oh ya rumah lo dimna? biar anter mobilnya langsung ke rumah lo!"


"Gausah, Anter di rumah abang aja! Nanti sore gue ambil. kita jalan-jalan dulu pokoknya, biar mood gue balik"


" Yaudah naik" Lala langsung naik ke mode milik Rafa. " Perhatian kepada para penumpang diharapkan segera memasang sabuk pengaman karena sebentar lagi pesawat akan terbang" Ucap Rafa seperti para pramugari dalam pesawat. Lala yang mendengarnya tertawa.


☆☆☆☆☆


"Kok ke cafe?"

__ADS_1


"Iya kita belinya di Cafe aja, minumnya sambil jalan-jalan" Ucap Rafa.


" Oh gitu, Yauda pesen gih sana. Lala tunggu di sini aja" ucapnya lalu duduk di salah satu kursi di Cafe itu.


Tak Lama Raka datang sambil membawa dua cup minuman " Mau Coffe Latte atau Cokelat dingin?" Ujar Rafa sambil menyodorkan Cup berisi minuman itu.


Lala tak menjawab ia hanya mengambil cup di tangan kiri Rafa yang isinya cokelat dingin. Lala meminumnya hingga habis setengah. Dan ia teringat sesuatu. Ia mengeluarkan ponselnya dan menyodorkannya pada Rafa. Rafa menyerngit bingung.


" Fotoin Lala sambil minum!" Ucapnya datar Lalu ia mengambil posisi dan memasukkan sedotan ke dalam mulutnya.


1...2...3...


Cekrek!


"Nih!" Ucap Rafa lalu menberikan handphonenya kepada pemiliknya. Lala melihat hasilnya. Dan tersenyum senang ternyata dia sadar kalau dia sangat cantik



Setelah puas jalan-jalan selama 3 jam. kini jam sudah menunjukkan 17:00 sore.


" Pulang yuk bang, uda sore nih" ajak Lala pada Rafa yang asik memakan marsmellow.


" Yaudah ayuk".


Mereka pun pulang ke rumah Rafa sekalian Lala ingin mengambil mobilnya di sana.


" Masuk dulu yuk" ajak Rafa.


Lala nyengir " Lain kali deh bang, Btw makasih ya bang untuk hari ini, gue seneng banget sumpah!"


" Iya sama-sama yauda lu pulang sana hati-hati ya jangan ngebut-ngebut!" perintah Rafa sambil menepuk-nepuk pucuk kepala Lala.


" Iyaiya!" Lala memasuki mobilnya dan langsung ambil kemudi. Ia melambaikan tangannya ke Rafa sebelum benar-benar pergi dari rumah itu. Dengan senyuman yang mengembang lebar dan memperlihatkan deretan gigi putihnya.



(By The Way Itu hoodi nya si Rafa di pinjemin buat Lala katanya biar Si Lala ga kedinginan)


Jangan lupa di Like yee♡


Thanks

__ADS_1


See You♥


__ADS_2