Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 24


__ADS_3

Saat berada di kamar Lala langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang sembab dan sekalian akan mandi. Bayangkan di dalam pesawat hampir 17 jam dan tidak ada acara mandi di sana apalagi di Roma cuaca panas dan menyebabkan badan lengket karena keringat.


Setelah Lala mandi kini bergantian Arfan yang mandi. Jarak waktu Jakarta dan Roma berselisih 5 jam lebih cepat di Indonesia. Saat ini di Roma sudah menunjukkan pukul 7 pagi sedangkan di indonesia pukul 12 siang.


Lala dan Arfan menaiki lift menuju restoran yang ada di hotel tepatnya di lantai 2. Ternyata banyak sekali para pejabat yang sedang berada di hotel ini. Dan mereka juga melihat banyak pasangan baru yang sedang honeymoon disini sama seperti Lala dan Arfan. Yang berbeda hanya mereka berdua tidak mencintai. Ralat. Belum mencintai.


Setelah sampai di restoran mereka langsung mencari meja yang masih kosong. Tak lama seorang pelayan mengampiri meja mereka dengan membawa buku hidangan.


" Signore e signori, Cosa volete ordinare?" Tanya pelayan itu ramah sambil memberikan buku yang di bawanya tadi.


" Voglio ordinare Gnocchi, Lasagna e Tiramisù!" ( Saya ingin memesan Gnocchi, Lasagna dan Tiramisu ). Jawab Arfan sambil membolak-balikkan buku hidangannya.


" Bene signore per favore aspetta!" ( Baik tuan silahkan menunggu ) Jawabnya. Arfan hanya mengangguk. Saat pelayan itu ingin pergi tiba-tiba Lala menghentikannya.


" Sì, cose'è la signora?" ( Yah, ada apa nyonya )


" Voglio anche il Gelato "( Saya juga ingin Gelato ). Kemudian pelayan itu menuliskan pesanan tambahan Lala dan berlalu dari hadapan mereka.


Canggung.


Itulah yang dirasakan Lala dan Arfan mereka saling diam dalam pikiran masing-masing. sekitar 15 menit seorang pelayan yang menghampiri mereka tadi datang dengan membawa pesanan mereka. Ia meletakkan satu persatu hidangan yang di bawanya.

__ADS_1


" Per favore, Signore e signori" ( Silahkan di nikmati tuan dan nyonya )


" Grazie!" Ucap Lala dan Arfan kompak sembati tersenyum. Kemudian pelayan itu membungkukkan badannya dan pergi dari sana. Dan untuk minuman sendiri mereka lebih memilih Granita dan Vanilla latte.


 


**Author jelaskan**.


 


Gnocchi adalah salah satu makanan italia yang menjadi favorit banyak orang dan sering kali ada di restoran Italia yang ada di seluruh dunia. Sebenarnya Gnocchi ini sendiri merupakan pangsit yang terbuat dari tepung di buat dengan bermacam rasa dan gaya. Ada Gnocchi yang berisi daging dan ada juga Gnocchi yang dibuat secara khusus untuk para Vegetarian dan yang tentunya tidak ada gading di dalamnya.


Lasagna juga makanan khas dari Italia. Lasagna biasanya di isi dengan daging, keju, sosis, sayuran dan mozzarella.


Gelato merupakan es krim khas Italia yang lebih padat dan lebih lezat dari es krim biasa. Ada banyak gerai Gelato yang sekarang ini di buka di berbagai tempat menyajikan es krim Gelato dengan berbagai rasa.


Selesai makan dalam diam mereka berjalan ke kasir dan menyerahkan catatan pesanan mereka dan menjumlah seluruhnya.


" L'importo totale dei tuoi ordini è di 25 euro" ( Jumlah seluruh pesanan tuan adalah 25 euro ) 25 euro\= 405.000,00 rupiah.


Dengan Cepat Arfan merogoh saku celananya mengeluarkan dompetnya dan memberikan 25 euro kepada kasir. Arfan telah mengganti uang rupiahnya menjadi mata uang euro. Ia menggantinya pada saat turun dari pesawat.

__ADS_1


Arfan dan Lala kembali ke kamar mereka.


" Gantilah baju mu kita akan jalan-jalan, Tidak mungkin kita di dalam teruskan?" Ucap Arfan seraya melepaskan kaosnya dan menggantinya dengan kemeja. Tanpa Malu dia membukanya di depan Lala.


Lala tertegun. Dia memalingkan wajahnya ke arah lain. Dimana urat malunya?.


Lala duduk di sofa kamar.


" Kenapa tidak berganti? Apa kau akan di dalam terus? Cepatlah keburu siang dan semakin panas!"


" Aku tidak mau! Nanti kau meninggalkan ku lagi di sana!" Ujar Lala kesal.


" Tidak, aku tidak akan meninggalkan mu. Gantilah!" Perintah Arfan


" Kalau aku tidak mau berganti kenapa? Apa kau malu membawa aku dengan pakaian seperti ini?" Ujar Lala sambil berkacak pinggang. Sedikit salah dengan pakaian Lala, celana jeans selutut, kaos berwarna kuning dan sendal rumahan. Tidak mungkin Arfan membawa Lala dengan pakaian seperti itu. Bukan malu! Hanya saja ini kota besar setidaknya memakai pakaian sedikit bagus saat ingin jalan-jalan.


" Terserah!" Jawab Arfan. Kemudian dia keluar kamar meninggalkan Lala hingga membuatnya kesal.


" Hei tunggu, Kau bilang kau tidak akan meninggalkanku lalu apa sekarang? kau ingkar janji tuan es!" Teriak Lala. Hingga teriakannya menggema di lorong hotel


Lala melepaskan sendalnya dan menggantinya dengan sneakers kesayangan miliknya tanpa berganti baju. dengan cepat ia menutup pintu dengan keras tanpa menguncinya dan Berlari mengejar Arfan yang sudah jauh.

__ADS_1


*Sial bagaimana jika aku tersesat lagi. Awas saja kau tuan es.


Bersambung*....


__ADS_2