Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 8


__ADS_3

"Mama, Lala pulang" Teriak Lala setelah masuk ke rumah.Mama Lala pun datang menghampirinya.


"Kok tumben jam segini Uda pulang?" Tanya Mama Nisa heran.


"Iya hari ini Cuma 1 mata pelajaran" jawab Lala bohong, setelah membersihkan toilet kampus ia langsung bergegas pulang tanpa memperdulikan pak Arfan yang mencarinya.


"Oo gtu"


"Yauda mah, Lala mau ganti baju dulu habis itu Lala mau ke toko kue"


"Ooh yauda, tapi kamu ga makan dulu?"


"Engga deh mah, Lala masih kenyang"


"Yauda sana siap-siap"


"Iya Mah" Lala bergegas ke kamar untuk mengganti pakaian nya.


....


"Lala pergi ya mah" Pamit Lala sambil mencium tangan mamah Nisa.


"Iya sayang jangan malam-malam pulangnya yah" Pesan Mamah Nisa.


"Mah, Bi Nani mana?"tanya Lala


" Itu di dalam, kenapa?"


"Nanti kalo Lala Uda pulang Lala pengen makan pizza buatan Bi Nani yah mah, tolong sampein soanya Lala dari tadi pagi pengen pizza tapi ga di beliin sama bang Rafa" Ucap Lala kesal sambil memanyunkan bibir nya.


"Bang Rafa?"


"Iya senior Lala di kampus"


"Anak mama Uda genit sekarang ya, Inget yah La kamu itu udah mau nikah" Imbuh Mama Nisa. Lala hanya memutar bola matanya malas mendengar kata nikah dari mulut mama Nisa.


"Uda ahk Lala mau pergi, Da.. Mah" Ucap Lala sambil memlambaikan tangannya di udara dan di balas Oleh Mama Nisa.


.....


"Ehh Mbak Lala tumben, Emang ga ada kelas hari ini?" Tanya Siska ketika melihat Lala keluar dari mobil [Siska adalah penjaga toko kue milik Lala].


"Panggil Lala aja Mbak, kan Uda sering Lala masih tau... Iya kelas nya Uda selesai untuk hari ini." Ucap Lala mengingatkan.

__ADS_1


"Hehe Iya La, Tapi Mbak gak terbiasa... Oo gitu yah?"


" Iyaa...Lama-lama juga pasti kebiasa kok"


"Iya Mbak Ehh__ La" Jawab Mbak siska sambil nyengir kuda.


"Gimana Mbak penjualan kue disini" Tanya Lala.


"Alhamdulillah La, pelanggannya rame banget apa lagi kalo Uda jam makan siang pasti banyak yang beli kue disini, terutama para karyawan di kantor sebelah yang sering ke sini" Jelas mbak Siska sambil tersenyum.


"Alhamdulillah mbak" Ucap Lala senang."Yauda deh Lala langsung pulang yah mbak"Pamit Lala.


"Loh La, Kok cepet banget?"


"Iya mbak Lala pengen tidur di rumah hehe"


"Yauda kalo gitu hati-hati yah mbak Lala__Ehh Lala maksudnya"


"Iya Mbak, Lala titip toko yah"


"Iya La, Sipp" ucap mbak Siska sambil mengacungkan jempolnya.


.....


"Waalaikumsalam, Udah? kok cepet banget"


"Uda mah Lala pengen tidur siang ngantuk soalnya". "Ooh Iya Bi Nani mana? Pizza Lala uda di buat?"


"Belum tadi Bi Nani masih ke supermarket beli bahannya, mungkin sebentar lagi pulang"


"Gausah deh mah, Nanti sore aja pas Lala bangun tidur, Lala ngantuk banget, nanti bilangi sama Bi Nani yah mah" Ucap Lala sambil mengucek matanya.


"Iya Yaudah sana tidur".


Dengan cepat Lala pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua, setelah mendapati kamarnya ia langsung merebahkan dirinya dan bobok maniss.


Sore harinya.


Lala telah bangun dari tidurnya dan melirik jam yang berada di pergelangan tangannya dan sudah menunjukkan pukul empat sore.Lalu ia bergegas turun ke arah dapur untuk menanyakan pizza pesenannya.


"Bi Nani" panggil Lala setengah berteriak. Bi Nani yang mendengar dirinya di panggil langsung menghampiri Lala yang tengah berjalan ke arah dapur.


"Iya non"Saut Bi Nani.

__ADS_1


"Pizza Lala mana? Uda jadi kan Bi?"


" Uda Non, Itu pizza nya masih Bibi panasin di microwave, soalnya Uda agak dingin tadi"


"Ooh yauda Makasih yah Bi, Nanti di bawa aja ke ruang tamu, sekalian sama coklat dingin Lala juga yah Bi"


"Sama-sama Non.. Ok sipp deh" Ucap bi Nani sambil berlalu ke dapur untuk mengambil pizza dan minuman coklat dingin pesenan Lala dan mengantarkannya ke ruang tamu.


Lala pun memakan pizza nya dengan Lahap karena menurutnya pizza buatan Bi Nani adalah pizza terenak yang pernah Lala makan dan tiada duanya.


Tak Lama Mamah Nisa datang dari Luar bersama dengan banyak Paperbag yang di bawanya di tangan kanan dan kirinya.


"Mamah dari mana? Ngemall yah?"Tanya Lala heran karena sungguh banyak paperbag yang di bawah mama nya.


"Iya Nih buat kamu" Ucap mamah nya sambil menyerahkan tiga paperbag ke Lala.


"Apaan Nih?"


"Buka dong kalo pengen tau isinya apa" Ucap mama nya sambil duduk di samping Lala dan mencomot pizza punya Lala.


"Make up, Gaun, sama high hels?" Tanya Lala membuka satu persatu paperbag nya, Mamahnya hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Buat apa mah?"


"Kamu ingetkan waktu Mama sama Papa pernah bilang kalo kami mau menjodohkan kamu sama anak teman bisnis papa, Jadi pokoknya nanti malem kamu harus berpenampilan cantik buat ketemu calon suami dan calon mertua kamu" Ucap mama nya santai sambil menaikkan sebelah kaki nya ke kaki yang satunya.


"Ihh mama Apaan sih, Gamau ahk" protes Lala


"Eh-eh gabisa ngebantah"


"Ma, Bisa ga sih gausah perjodohan-perjodohan gini? Lala masih muda, Lala masih ingin bersenang-senang dengan masa muda Lala, Lagian pasti nanti insya Allah jodoh Lala bakalan dateng" Ucap Lala sambil menangis


"Sstt, Uda jangan ngebantah sayang, kamu tahukan papa itu paling ga bisa di bantah, Uda jangan nangis bentar lagi papa pulang ,mama yakin kamu pasti suatu saat akan bahagia, dan mama juga yakin anaknya adalah orang yang baik, mama juga kenal kok sama orangnya"


"Ya Tapi tetap aja mah Lala gasuka ini pemaksaan namanya, Lala juga ga kenal siapa orangnya apalagi cinta"


"Cinta bisa tumbuh saat kalian sudah menikah"


"Terserah" Ucap Lala menangis sambil berlari ke kamarnya lalu menguncinya dan menangis sepuasnya di sana.


***Jangan lupa like and komen yaa readers supaya author semangat ngelanjutin ceritanya.


Thanksđź’›***

__ADS_1


__ADS_2