Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 15


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit Lala dan Arfan telah sampai di salah satu boutique terkenal di jakarta.


Arfan memarkirkan mobilnya di parkiran dengan sempurna dan langsung turun mobil di ikuti Lala dari belakang. Arfan meraih knop pintu dan medorongnya.


Di dalam sudah ada Mala dan Nisa yang sudah menunggu kedatangan mereka. Setelah Arfan dan Lala masuk, Mala begitu heboh untuk menyuruh mereka mencoba baju yang sudah mereka siapkan sebelum Lala dan Arfan datang.


" Kenapa kalian lama sekali, Ayo sini kalian harus mencoba gaun dan jas yang sudah Mama pilihkan" Ujar Mala.


Mereka berdua mengiyakan. Lala menerima gaunnya dengan mata berbinar. Gaun berwarna putih yang panjangnya menjuntai ke lantai dengan hiasan mutiara di sekeliling pinggangnya, bagian leher nya terbuka hingga mengekspos bahu. Gaun yang Indah.


Dengan cepat Lala berganti bajunya di ruang ganti dengan gaun yang sudah di pilihkan Mamanya dan Calon Mama mertuanya.


Setelah gaunnya melekat sempurna di tubuh Lala dia kaluar untuk Menemui Nisa dan Mala. Bersamaan dengan itu Arfan juga keluar dari ruang gantinya.


Mata mereka bertemu. Lala tampak takjub dengan penampilan Arfan yang memakai Jas yang senada dengan warna Gaunnya.


Begitu juga Arfan dia tampak berbinar melihat Lala kaluar dengan Gaun nya. Sangat pas di pakai di kulit Lala yang putih. Cantik. Mereka berdua berjalan mendekati Mala dan Nisa.


" Wah lihat lah. Mereka sangat cantik dan tampan, sangat cocok bukan?" Heboh Mala melihat dua sejoli yang telah berganti pakaian itu.


" Iya benar kalian tampak sangat serasi " timpal Nisa. Lala hanya tersenyum tipis sebagai jawaban dari keduanya.

__ADS_1


" Deketan dikit dong. Mama mau ambil gambar kalian nih" Pinta Mala sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas jinjingnya.


Lala dan Arfan saling memandang kemudian mereka memutar bola malas.


" Ayo, kenapa begong". Tapi mereka tak bergerak 1 cm pun dari tempat mereka.


"Astaga kalian ini" Mala maju untuk mengatur pose dari dua manusia yang ada di hadapannya. Mala mengaturnya dengan pose Lala memeluk lengan Arfan. Mala tersenyum senang kemudian mundur beberapa langkah untuk mengambil pose mereka.


" Senyum dong sayang" pintanya. Dengan keterpaksaan Lala dan Arfan tersenyum.


1


2


Cekrekk!.


" Nah cakep" ucap Mala. Kemudian Lala melepas pelukan tangannya di lengan Arfan.


" Ehh... Nisa ayo kita foto juga sini" Dengan Senang hati Nisa ikut foto juga. mereka meminta tolong kepada salah satu pegawai yang bekerja di sana. Hingga sudah beberapa jepretan mereka menyudahi acara foto-foto mereka.


" Mbak... Nanti gaun sama jasnya ini di bungkus yah!?" Ucap Nisa kepada pegawai di boutique itu.

__ADS_1


" Baik Bu!" jawabnya. " Mari Mbak saya bantu" ucap pegawai tersebut kepada Lala.


" Terima kasih mbak" balas Lala sambil tersenyum. kemudian mereka kembali masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian yang sebelumnya mereka pakai. setelah itu Gaun dan Jas yang mereka kenakan tadi di bawa ke kasir untuk membayarnya dan membungkusnya.


Setelah itu mereka keluar boutique untuk segera pulang ke rumah.


" Kamu ngapain ikuti Mama sayang" kata Nisa pada Lala.


" Ya mau pulang lah"


" Kamu pulang sama nak Arfan!"


" Kan uda ada tante Mala sama pak Arfan"


" Tante sama Mama kamu habis ini mau ngumpul di Kafe sama teman kami SMA dulu, dan juga sekalian mau memberi undangan pernikahan kalian. Emang kamu mau ngumpul sama Ibu-ibu" Ujar Mala tersenyum kepada Lala. Lala menoleh kesamping memandang Arfan yang kebetulan Arfan juga memandang Lala.


" Yauda Deh!" kata Lala kemudian.


"Nah itu taxi nya uda dateng kita duluan yah sayang!" ujar Mala.


" Iya Mah, hati-hati" ucap Arfan yang sedari tadi diam. Mereka menunggu hingga taxi yang mengantar Nisa dan Mala menghilang.

__ADS_1


Kemudiam Arfan melangkah duluan ke parkiran. Hingga sampai di pintu mobilnya ia melihat Lala masih berdiri mematung disana. Ia menghela nafas. Kemudian sedikit berteriak " Sampai kapan kamu mau berdiri di sana?".


Lala terkesiap kemudian dia menoleh kepada Arfan yang menatapnya datar. " Ehh Iya maaf pak!". Lala berlari kecil menuju parkiran yang tidak jauh dari dia berdiri tadi. kemudian masuk mobil.Perlahan mobil yang di kendarai Arfan berjalan meninggalkan boutique. Dan bersiap untuk pulang kerumah.


__ADS_2