Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 18


__ADS_3

Alarm yang berbunyi sangat keras itu terpaksa harus membangunkan seorang gadis cantik yang tengah terlelap.


Bahkan ia menghiraukan suaranya yang amat berisik dan kembali tidur. Namun lama-kelamaan terpaksa Lala harus bangun dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi dan berpakaian Lala turun ke meja makan untuk sarapan bersama Mama dan Papanya. Mereka sudah menunggu Lala 10 menit yang lalu.


Lala mencium Pipi mereka secara bergantian dan Mereka menikmati makanan tanpa suara. Hanya ada bunyi sendok dan piring saja yang beradu.


" Nanti kamu tidak usah bawa mobil, Katanya Arfan mau menjemputmu!" Ucap Nisa memecah keheningan si sela-sela makan.


Lala hanya mengangguk malas dan kemudian mereka melanjutkan sarapan mereka. Setelah makan Lala pamit kepada kedua orang tuanya. Dia bilang dia ingin menunggu Arfan di depan gerbang saja. Padahal dia ingin lari dan berencana pergi naik bis saja untuk pergi ke kampus.


Tapi ternyata ia kalah cepat. Baru dua langkah berlari dari pintu, mobil yang di naiki Arfan sudah memasuki halaman rumahnya. Lala membuang muka malas. Kemudian Arfan keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Lala.


" Kamu mau kabur?"


" Engga, siapa yang kabur?"


" Yah kamu!"


" Enak ajaa!" Kekeh nya. " Bapak ngapain ke sini?". Tanyanya pura-pura tidak tahu.


" Mau mencuci rumah ini!"


" Hah..?. Tanpa menjawab Arfan berjalan masuk ke rumah Lala.


Kesempatan kabur.


" Jangan berniat untuk kabur!". Ucapnya. Hingga Lala yang sudah pasang ancang-ancang lari terpaksa harus berhenti.


Arfan masuk ke rumah Lala berniat untuk pamit kepada calon Mertuanya setelahnya barulah mereka berangkat ke Kampus.


" Nanti turunin saya di depan pos satpam aja pak!" Pinta Lala.


" Sudah saya bilang jika kita di luar kampus atau sedang berdua jangan panggil saya bapak, Tapi panggil saya MAS!" Ucapnya dengan nada penekanan di akhir kata.


" Iya dah iya!". Setelah sampai di pos satpam Arfan bukannya memberhentikan mobilnya tapi malah melanjutkan menyetir mobil sampai depan parkiran. Hingga Lala heboh di buatnya.


" Loh Pak, Pak berhenti disana kenapa di terusin?"

__ADS_1


" Pak stop!"


" STOOOP". Teriak Lala hingga membuat Arfan menginjak rem secara mendadak. Ia menutup kedua telinga yang sakit karena teriakkan Lala.


" Kenapa teriak?" Tanya Arfan kesal.


" Kan tadi sudah saya bilang berhenti di pos satpam!... Kenapa sampai parkiran. Kalo di liat anak-anak kampus gimana?"


" Tidak akan! Lagian ini masih pagi pasti belum banyak anak-anak yang datang. Uda sana turun ngapain masih didalam!"


Gak sadar apa kalo dia juga masih di dalam.


Lala langsung turun dan membanting pintu mobil kuat-kuat.


" Hei... Pelan-pelan nutupnya kalau rusak kamu mau ganti?"


" Bodo amat!". Setelah perdebatan kecil denga Arfan Lala langsung berlari menuju kelasnya bahkan tanpa ucapan terima kasih kepada Arfan.


Kini Lala sudah sampai di kelasnya dengan nafas ngekos- ngekosan eh salah ngos-ngosan.


" Kenapa La? Masih pagi uda ngos-ngosan?" Tanya Kinaya yang sudah duduk cantik di kursinya sambil membaca sebuah buku novel.


" Gapapa Nay!" Jawabnya setelah Lala duduk di bangkunya.


" Kemarin lo bilang lo mau cerita sama kita? cerita apaan?" Tanya Kinaya.


" Bentar kita tunggu Rara dulu Nay!"


" Okey"


Tak Lama Rara datang dengan wajah sumringah. Dan langsung duduk di samping Lala.


" Ceritakan!" Tanya Rara to the point. Lala menyuruh sahabatnya mendekat. Dia menghembuskan nafasnya pelan kemudian mulai cerita.


" Gue di jodohin!" Ucapnya berbisik kepada sahabatnya.


" WHAT?" Teriak Rara dan Kinaya. Lala langsung melototi sahabatnya. Karena sebagian teman sekelasnya menoleh ke mereka bertiga. Rara dan Kinaya mengucapkan maaf.


" Kok bisa La?" Tanya Kinaya heran.

__ADS_1


" Ini maunya Papa sama Mama gue, gue sih gamau!". Lala memasang wajah sedih Kinaya turut iba. kemudian mengelus pelan punggung Lala.


" Kita Senasib Bray" Ucap Rara teriak kesenangan sambil berjoget-joget. Lala dan Kinaya memandang heran si Rara yang berjoget ria.


" Gila " Gumam Kinaya. Lala masih mendengarnya kemudian tertawa tanpa suara.


" Uda ahk Ra jangan kaya orang gila" Tegur kinaya dan Rara nurut kemudian langsung duduk dan menatap wajah Lala dengan serius.


" Siapa?" Tanya Rara.


" Siapa apanya?" Jawab Lala heran.


" Yang dijodohin sama lo lah".


" Tapi kalian diam-diam aja lo". Rara dan Kinaya spontan mengangguk. Lala menghela nafas lagi.


" Pak Arfan!" Ucapnya kembali berbisik. Dan tentu saja Kedua sahabatnya berteriak seperti tadi.


" Santai dong ahk!"


" Yaampun La seriusan? Pak Arfan dosen kita yang baru?" Tanya Rara. Lala mengangguk.


" Ckck... Benci jadi jodoh" Ucap Rara.


" Ga nyambung" Jawab kinaya.


" Ehh tapi Ra lo bilang lo juga di jodohin? sama siapa? Lo punya fotonya gak?" Tanya Kinaya. Rara menggeleng.


" Ga punya" jawabnya. Kinaya hanya mengangguk-angguk kemudian bertanya lagi kepada Lala.


" Terus kapan lo nikahnya?


" Tiga hari lagi!"


" *****.. Secepet itu?" Tanya Rara. Lala mengangguk lagi.


" Terus lo kenapa cerita ke kita?"


" Ya gatau sih. Tapi kitakan udah sahabatan sejak lama. Kayak nya kalo gue mengrahasiakan sesuatu dari lo bedua. Hati gue gaenak"

__ADS_1


" Eeaakk" Jawab Rara dan Kinaya. Kemudian mereka bertiga tertawa riang.


:V


__ADS_2