Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 13


__ADS_3

Kini Lala sudah sampai di rumahnya dan langsung masuk tak lupa ia mengucapkan salam. Di dalam rumahnya tampak ramai sekali ia bingung ada acara apa sampai rumahnya seramai ini?.


Lala menghela nafas, ia baru ingat 5 hari lagi adalah pernikahan nya dengan Arfan, dosennya sendiri, pantas saja rumahnya sangat ramai terlihat orang-orang sedang sibuk menghias rumahnya. Tapi ia tak melihat Mamanya mungkin saja Mama Nisa masih di dapur. Dengan langkah gontai ia naik ke atas kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah Lala mandi, ia pergi ke dapur untuk menemui Mamanya yang sedang berbincang-bincang dengan orang tua Arfan di meja makan.


" Ehh anak cantik Mama uda pulang ternyata" Ucap Nisa sambil menyuruh Lala duduk. Lala mengiyakan.


"Calon menantu Mama uda pulang. Gimana tadi kuliahnya?" Kini Mala bertanya pada Lala. Kepo tante yaa?


" Yah gitu deh Tan!" jawab Lala tersenyum canggung.


" Mama!" Ucap Mala membenarkan panggilan Lala. " Eh Iya Mama" Jawab Lala kikuk.


" Arfan gak jahatin kamu kan?" Kini yang bertanya adalah Heri.


" Enggak kok Om".


☆☆☆☆☆


Sudah dua hari Lala bangun pagi tanpa musik dari Mamanya. Sepertinya Lala sudah mandiri untuk bangun pagi sendiri dan tepat waktu bahkan dia pernah datang ke kampus jam setengah tujuh pagi sedangkan kelas di mulai jam 8 pagi.


Tau gak apa yang di lakukan Lala dateng sepagi itu? Nonton Drakor bro.


Dengan cepat Lala masuk kamar mandi menyelesaikan ritual paginya yakni mandi. Setelah mandi dan berpakaian ia turun ke dapur dan melihat Mbak Laras sedang memasak.


" Masak apa Mbak?" Tanya Lala sambil berdiri di samping Mbak Laras.


" Ehh ini Non masak telur balado" Jawab Mbak Laras.

__ADS_1


" Lala aja mbak manggilnya"


" Ehh engga deh, ga berani" tolaknya


" Loh kenapa?"


" Segen" Jawab Mbak Laras malu-malu.


" Yaampun gapapa kali mbak"


Tak Lama Mama Nisa datang dengan Papa Herman ke arah dapur. Mama Nisa langsung membuatkan kopi untuk suaminya.


Saat sarapan.


" La basok pulang kuliah kamu fitting baju yah!" Kata Mama Nisa. Lala hanya bergumam malas, mood nya pagi ini rusak lagi setelah mendengar tentang yang berbau pernikahan.


" Lala berangkat sekarang ya Ma, Pa..!" Ucapnya sambil mencium tangan Mama dan Papanya bergantian.


☆☆☆☆☆


Lala Pov


Gitu sampai di kampus gue markirin mobil gue di parkiran mobil atau motor siswa lain. Kayak biasa gue langsung pasang Aerphone di telinga gue sambil jalan santai menuju kelas.


Suasana Dingin, Sunyi. Pas gue jalan di koridor gue rasa gue kayak mau nangis gitu kenapa? 5 hari lagi gue lepas masa lajang gue bray. Ya gue sedih aja semuda ini harus nikah. jodohin pula, Gue gatau dah nasib gue kedepan gimana?.


Gue menghela nafas, Gue pasrain aja semua sama Allah. Emang gadak yang salah sih dari calon suami gue, Ganteng, tinggi, pinter. Tapi ya seganteng apapun mereka kalo kita gak cinta mereka bisa apa?


Tiba-tiba ada yang rangkul pundak gue. Gue liat ke samping kiri gue ternyata bang Rafa dia senyum tapi senyumnya bikin gue geli. Gue singkirin lengannya di bahu gue. Tapi dia malah rangkul gue lagi. Terserahh!!

__ADS_1


" Kenapa sih?" Tanya gue. Dia nyodorin sebuah foto dengan ukuran 5×7 ke arah gue. Seorang anak kecil Laki-laki dan perempuan sedang tersenyum manis disana. Gue perhatiin foto itu baik-baik, gue ngerutin dahi gue.


" Itu kan foto gue dulu masih kecil" Ucap gue. Si Rafa ngangguk noh. Gue bingung maksudnya apaan.


" Laki-laki itu siapa lo? dia nanya balik ke gue.


" Itu sepupu gue yang ada di kota semarang dulu, tapi dia pindah ikut Papanya ke jerman karena urusan bisnis. Terus gak lama gue pindah di kota ini, Jakarta. Gue gatau kabar dia sekarang"


" jadi lo kangen gak sama dia?"


" Kangen lah. dia tu sepupu gue yang baik walaupun kadang ngeselin tapi gue tau dia sayang sama gue. Umur kita cuma terpaut 2 tahun, foto itu pas umur gue 5 tahun" Jelas gue, biar aja sih, Biar dia tau sedetailnya tentang masa kecil gue sama sepupu gue. pas gue ngomong gitu Rafa senyum.


" Gue juga kangen sama dia" Gue melongo tunggu-tunggu jangan bilang...


" Gue sepupu lo La, Gue abang Micky lo" Terangnya.


" What! Serius lo bang Micky? Yaampun astaga!" Reflek gue langsung peluk dia sambil pukul-pukul punggungnya. gemes gue. Dia makin ganteng tau gak.


Gue lepas pelukan dia" Kok lo gk bilang-bilang sih bang"


" Gue baru inget kemaren pas pulang jalan-jalan sama lo, Gue ambil foto itu dari laci meja belajar gue. Gue pandangi foto itu lama-lama kayak pernah liat orang yang mirip sama dia. hidung mancungnya, rambut panjangnya. Dan senyumnya. Gue liat senyumnya sekilas mirip sama lo pas kemaren lo senyum ke gue. Terus tadi barusan gue samperin lo ternyata bener itu foto lo waktu kecil, Yaudah" Jelasnya panjang Lebar.


" Peluk babang Micky lagi dong Dedek Vivi" Dia ngerentangi tangannya lebar- lebar. Langsung aja gue masuk ke pelukan dia, bodo amat sama orang- orang yang liatin gue sama Bang Rafa . Gue kangen banget sumpah.


Setelah puas melepas rindu gue pamit ke kelas, Bang Rafa juga izin mau ke toilet. kita berdua mengiyakan dan gue langsung capcus masuk kelass...


Jangan Lupa di Like dan komen ya.


Biar author semangat up ceritanya.

__ADS_1


See you♥


__ADS_2