Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 14


__ADS_3

Kini Lala sudah memasuki kelasnya dan di dalam sudah ada Kinaya dan beberapa teman sekelas Lala yg lain. Lala langsung duduk di bangku nya. Dia melihat kinaya sedang fokus membaca buku yg Lala yakini sebuah novel.


" Apaan tu judulnya" tanya Lala sambil mendongak menatap buku itu.


" Tidak hilang sebuah nama" jawabnya tanpa mengalihkan tatapan nya dari buku. Lala hanya mengangguk-ngangguk.


" Nay?" panggil Lala


" Ha?


" Lo gadak niatan pacaran gitu?"


" Enggak" jawabnya cepat.


" Kenapa sih Nay, Seru tau punya pacar" Rayunya. Ya meskipun Lala belum pernah pacaran. cuma deket aja ga jadian.


" Kaya lo pernah aja" sanggah Kinaya.


" Ck... Meskipun gapernah pacaran tapi gue tau kali rasanya". Lala menjatuhkan kepalanya di atas meja. Tak lama Rara datang dengan gaya yg luar biasa banyaknya.


" Hai bintang kualiahan yang paling cantik uda dateng. Yuhuu.." teriak Rara heboh membuat seisi kelas menoleh ke arah pintu. Namun dari sudut sana ada seorang siswi yang tidak suka dengan gaya Rara.


" Apa lo liat-liat ga senang? Iya? Bodo amat' toh gue bergaya gak pakek uang Emak lo kan?" Sinis Rara. Siswi tadi memutar bola mata malas.


" Uda lah Ra. Treak-treak mulu lu" Ujar Kinaya.


" Gue seneng banget" Ucapnya heboh dan langsung berlari ke bangkunya yg ada di samping Lala.


" Kenapa? tanya Lala.

__ADS_1


" Kalian tau gak, gue di jodohin sama CEO kayaa" teriaknya histeris. Namun pada saat ia mengucapkan di jodohin ia memelankan nada suaranya. Lala dan Kinaya memandang Rara aneh. Biasanya orang jidohin bakalan sedih lah ini?.


Seneng banget dia, apa Rara ga mikir kalo ternyata laki-laki itu ga cinta sama dia, atau bahkan suatu saat melakukan KDRT? Huss astaga-astaga doain temen itu yg baikk. batin Lala sambil menggelengkan kepalanya.


" Lu kenapa La?" Tanya Rara bingung melihat Lala menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Engga, Gapapa kok... Lanjut! Kenapa lo seneng banget di jodohin?"


" Ya seneng gue di jodohin sama CEO kaya. Pasti kehidupan gue semakin enak!" ujarnya sambil tersenyum senang


" Kalo yang di jodohin sama lo ternyata Om-om botak, terus buncit? Atau bahkan dia uda punya istri dan lo cuma simpanan? Hah gimana tu?" Tanya Kinaya menakuti Rara.


senyum Rara perlahan-lahan pudar "Jangan gitu dong, jahat amat jadi sahabat doain kek suapaya jodoh gue itu baik, ganteng, setia, dan sayang sama gue"


" Aamiin" Ucap Lala dan Kinaya barengan. Rara pun senang dan memeluk kedua sahabatnya.


☆☆☆☆☆


" Lala?" panggil anak siswi itu.


" Iya? Kenapa?" sahutnya


" Tadi kamu di panggil pak Arfan keruangan nya!"


"Aku?" Ucap Lala bingung sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya. Lala dan sahabatnya saling melempar pandang.


" Yauda... Makasih ya!" ucap Lala cepat. Dan anak siswi tadi sudah pergi setelah menyampaikan pesannya.


" Kenapa La? tumben di panggil!.. Lo buat masalah?" Tanya Rara sambil menyergitkan dahinya.

__ADS_1


" Gatau gue, Uda yah gue duluan.. Dahh!" Ucap Lala sambil berlari kecil keluar dari kelasnya dan meninggalkan dua sahabatnya.


Kini Lala sedang berjalan santai melewati koridor menuju ruangan calon suaminya, ralat. Dosennya di kampus.


Setelah sampai di depan ruangan Pak Arfan Lala menarik Nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


Lala membuka pintunya perlahan-lahan. Ia memasukkan kepalanya terlebih dahulu mencoba mencari manusia yang memanggilnya. Tapi tak di temukannya.


Perlahan Lala menutup pintu nya kembali. Saat Lala ingin balik badan tiba-tiba Pak Arfan sudah ada di belakangnya dengan wajah datarnya dan dengan jarak yang bisa di bilang lumayan dekat.


"SETAN!" Teriak nya karena kaget. Arfan menyerngitkan mendengar kata yang terlontar dari mulut Lala. Lala menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.


Arfan menunduk untuk mensejajarkan dan mendekatkan wajah nya ke wajah Lala.


"Kamu bilang saya Setan!?" Tanyanya. Lala meneguk ludahnya kasar ia berjalan satu langkah ke samping kanannya untuk menghindari wajah Arfan yang sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan Nafas Arfan yang hangat menerpa wajah Lala.


Arfan berdiri tegak, Memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan kembali menatap tajam wajah Lala. Lala yang di tatap sedemikian menundukkan kepala nya sedikit untuk menghindari tatapan Arfan.


" Maaf pak saya cuma kaget tadi" jawab Lala pelan namun masih terdengar oleh Arfan. Arfan menghela nafas pelan. kemudian dia berjalan mendekati Lala.


" Hari ini fitting baju kan?" Tanya Arfan sambil menatap wajah Lala. Lala mendongak menatap wajah Arfan juga.


" Ehh...?"


" Saya di suruh Mama saya untuk menunggu kamu dan kita pergi ke boutique bersama hari ini" Arfan berjalan ke arah meja dan mengambil kunci mobilnya.


" Ayo" Ucapnya sambil menggenggam pergelangan Lala. Lala terlonjak kaget namun tak menolak, mereka berjalan menuju parkiran dengan Arfan yang masih menggenggam pergelangan Lala. Kampus nya sudah mulai sepi, hanya ada beberapa siswa saja yang masih disana untuk mengikuti kelas tambahan.


Saat di parkiran Lala berhenti menahan tangannya. Arfan menoleh kebelakang dengan sebelah alis nya yang terangkat.

__ADS_1


" Mobil saya nanti gimana pak?"


" Saya sudah menyuruh suruhan saya untuk membawa mobil kamu pulang kerumah " Lala mengangguk-angguk dan masuk kedalam mobil arfan. perlahan mobilnya berjalan meninggalkan parkiran dan gerbang kampus. membelah jalanan dan segera menuju tempat tujuan mereka.


__ADS_2