Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 9


__ADS_3

Malam harinya sekitar pukul 18:30 kini Lala telah bersiap untuk menemui calon suaminya, Mau tidak mau Lala juga harus bersiap dan ini adalah pilihannya karena tadi mamah Nisa sempat bilang'Liat dulu kalo ga cocok gausah di paksa' Begitu lah Kata Mamah Nisa.


Dengan dress yang di beli mamah Nisa untuknya kini telah melekat sempurna di tubuh Lala. sangat pass, Dengan warna yang tidak terlalu mencolok dan dengan riasan yang tipis mampu mempercantik Lala malam ini.


" Uda selesai sayang?" Tanya Mamah Nisa diambang pintu kamar Lala.


Mamah Nisa mendekat ke arah Lala"Duh anak mamah cantiknya" Puji Mamah Nisa, dengan keterpaksaan Lala tersenyum membalas pujian sang Mamah.


"Yauda turun yuk kita ke ruang tamu menunggu mereka datang" Ajak Mamah Nisa, Lala pun mengiyakan. Tak lama Papah Herman juga datang menyusul dan langsung duduk di samping Lala jadinya Lala di apit oleh orang tuanya dengan Lala berada di tengah.


Mereka pun mengobrol ringan sembari menunggu tamunya datang.


" Pah,Mah, Kalo Lala ga cocok bisa di batalin kan?" Tanya Lala sambil menatap Mamah dan Papah nya yang berada di samping kanan dan kirinya.


" Siapa bilang?" Ucap Papahnya.


"Tadi Mamah bilang gitu ke Lala"


"Mah?" Panggil Lala meminta kebenaran, tapi mamah Nisa hanya mengedikkan bahunya tak perduli.


"Ihh kok gtu?" Ucap Lala sambil memandang Mamahnya tak percaya dengan body language yang di gerakkan Mamahnya.


"Uda liat aja nanti kamu pasti bakal suka kok sama anaknya" Titah Papahnya.


Dan Tak Lama tamu mereka pun sampai di rumah dan di sambut baik. Sang Mamah yang bertemu dengan teman lamanya sekaligus calon besannya berpelukan sambil cipika cipiki. Begitu juga dengan sang Papah.

__ADS_1


Mamahnya pun mengenalkan Temannya kepada Lala"Kenalin La ini temen Mamah namanya Tante Mala sekaligus calon mamah mertua kamu"


Dengan senyuman yang dipaksa Lala menyalami Tante Mala dan Suaminya yang di ketahui nama nya Om Heri.


Mamah Nisa Mempersilahkan mereka duduk dan menyediakan teh hangat yang disiapkan Mbak Laras.


" Oiyah Anak kamu mana Mal kok ga ada?" Tanya Mamah Nisa.


" Sebentar lagi masih di jalan macet katanya" Jawab Tante Mala. Mamah Nisa hanya ber'oh' ria saja mendengar penuturan tante Mala.


"Jadi Ini calon menantu Papi? Cantik yah" Puji Om Heri melihat ke Lala yang sedari tadi menunduk, canggung dengan situasi.


Lala hanya tersenyum kikuk untuk menanggapinya. Sedari tadi jantungnya terus berdetak kencang.


Tak Lama seseorang datang dengan tergesa-gesa karena terlambat datang.


Mereka pun Duduk kembali dengan posisi yang masih sama Lala yang di apit oleh orangtuanya. Dan langsung berbicara ke intinya.


"La?" Panggil Mamah Nisa berbisik sambil menyenggol lengan Lala, Lala menoleh namun tetap menundukkan pandangannya.


" Angkat Kepala kamu jangan nunduk terus, Masa kaya begitu ada tamu, mereka menunggu jawaban kamu tuh" Perintah Mamah Nisa.


Lala menarik napas panjang dan mengangkat kepalanya secara perlahan. Wajah yang pertama kali ia lihat adalah wajah seorang lelaki di depannya.


" Bapak" Kamu" Ucap mereka kaget secara bersamaan. Lala membelalakkan kedua matanya lebar-lebar saat mengetahui lelaki yang di jodohkan dengannya adalah dosennya sendiri di kampus.What apa-apaan ini.

__ADS_1


"Loh uda kenal toh" Tanya Mamah Nisa heran melihat keduanya yang sudah saling mengenal, Namun keduanya tidak menjawab melainkan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Jadi gimana perjodohan ini?di terima kan?" Tanya Papah Herman


" Enggak" Jawab kedua serempak sambil memandang satu sama lain tapi setelah itu mereka memalingkan wajahnya lagi.


" Loh kenapa?" tanya tante Mala.


" Males tan, dia nyebelin" Jawab Lala kesal sambil menunjuk wajah pak Arfan. Pak Arfan tak terima langsung melototkan matanya kesal ke Lala, Lala malah mengangkat dagunya menantang.


" Kalian kenapa sih?" Tanya Mamah Nisa kepada Lala, namun Lala diam saja.


" Jadi ini gimana?" Tanya tante Mala


" Batalin" Jawab kedua nya lagi serempak.


" Ga bisa, Kalian menikah minggu depan" Finish Papah Herman. Mamah Nisa, Tante Mala dan Om Heri manggut-manggut tanda setuju.


" Setuju" jawab ketiganya serempak. Sedangkan Lala dan pak Arfan tak terima dengan keputusan orang tua mereka.


" Pah gabisa gitu dong Lala kan ga setuju, Yah di batalin lah" protes Lala pada Papah Herman.


" Sstt uda kamu diam aja oke sayang" Jawab Papah Herman sembari mengelus- ngelus rambut panjang Lala.


" Sekarang kita makan malam dulu yuk, Dan masalah pernikahan, kalian gausah khawatir ini biar kami yang menyiapkan, kalian tinggal menjalaninya aja, it's okey👌" Ucap Mamah Nisa.

__ADS_1


Mereka pun berjalan menuju meja makan dengan Lala yang tidak pernah diam untuk tetap kekeh membatalkan perjodohan ini. Dan yang pasti tidak ada yang menggubrisnya alias ' Dikacangi '


__ADS_2