
Hari ini Lala dan Arfan berencana akan pergi ke Menara Pisa yang terletak di daerah Piazza del Duomo, Roma, Italia.
Menara Pisa adalah sebuah campanile atau menara lonceng katedral di kota Pisa, Italia. Menara Pisa sebenarnya di buat agar berdiri secara vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, Tetapi mulai miring tak lama setelah pembangunannya di mulai.
Menara Pisa di bangun pada tanggal 9 agustus 1173, Mencapai ketinggian sekitar 57m. Nama arsitek atau perancang bangunan ini adalah Bonnano Pisano, Oleh sebab itu menara ini dinamakan Menara Pisa.
Lala dan Arfan menaiki mobil yang di sediakan khusus untuk para pengunjung hotel. Perjalanan dari hotel ke Menara Pisa sekitar tiga jam setengah jika mengandarai dengan kecepatan 125 km/jam.
Setelah sampai disana mereka memarkirkan mobilnya di deretan mobil milik pengunjung lainnya dan keluar dari mobil. Lala begitu takjub dengan pemandangan menara ini. Menara yang menjulang tinggi. Ia ingin sekali masuk ke dalam menara itu, Tapi apakah boleh?.
Lala mendekati Arfan dan bertanya " Kenapa menaranya miring?"
" Iya miring seperti otak mu!". Lala menetap tajam Arfan sembari menahan amarah.
" Kau bilang apa barusan!?"
" Miring seperti otakmu!" Jawabnya dingin.
" Kurang ajar sekali kau! Kau ingin kita bertengkar disini? Aku bertanya baik-baik padamu!". Arfan diam ada rasa bersalah juga dia pada Lala. Lala benar dia bertanya baik-baik, Lalu kenapa dia menjawab seperti itu? Itu pasti membuat hati Lala sakit. Ia mengusap wajahnya kasar.
" Maaf, Baiklah ku jelaskan pa-"
Lala memotong ucapannya " Tidak perlu, Lebih baik aku bertanya kepada pengunjung disini!". Setelahnya Lala pergi dan benar dia menghampiri salah satu pengunjung disini dan bertanya mengapa menara ini bisa miring? Dengan senang hati sang wisatawan yang asli orang Italia menjelaskan secara rinci kepada Lala.
Lala manggut-manggut tanda mengerti, Dia mengucapkan terima kasih dan pergi dari wisatawan itu.
Lala pergi ke toko es krim yang ada di sana hanya butuh 15 menit untuk berjalan kaki. Ia pergi sendiri meninggalkan Arfan yang entah kemana. Bodo amat! Lala bisa pulang sendiri naik taxi online. Ia memesan tiga mangkok es krim, yaitu Vanilla, Green tea, dan stoberi.
Setelah puas Lala pulang ke hotel dengan mengendarai taxi online. Sebenarnya ia ingin ke menara itu lagi, Belum tentu tahun depan atau bulan depan ia kesini lagi. Ia ingin mengabadikan moment itu dengan berfoto bersama menara itu. Tapi sialnya ia melupakan ponselnya karena Lala mengejar arfan tadi.
__ADS_1
Oh iya bagaimana dengan Arfan? Ah bodo tidak penting aku memikirkan manusia tidak punya hati seperti dia. batin Lala.
Setelah sampai hotel Lala masuk kedalam kamar yang tak terkunci itu. Ia melihat sekeliling. Arfan belum pulang!.
Lala mengemasi barang-barangnya kedalam koper. Ia pergi ke meja resepsionis untuk memesan kamar hotel. Ia ingin tidur sendiri tanpa ada Arfan di dalamnya.
" Mi scusi signoria, voglio prenotare una stanza!" ( Permisi Mbak saya ingin memesan kamar ). Sang Resepsionis mengerutkan dahinya, Biasanya orang memesan kamar hotel datang dari pintu luar sedangkan Lala datang dari dalam. Tak mau ambil pusing sang resepsionis segera melayani Lala.
" Con quale nome?" ( dengan nama siapa)
" Nabila Putri Zain!" . Resepsionis itu segera mengurus penyewaan kamar hotel atas nama Lala di komputernya tapi ternyata namanya sudah tercantum dengan nama Arfan.
" Mi spiace, signora, non sei venuta questa mattina con tuo morito? ( Maaf nyonya, Bukankah anda yang datang tadi pagi dengan suami anda?"
" Sì e allora?" ( Ya, Memangnya kenapa ) Tanya Lala sinis.
" No, questa è la chiave della stanza nomero 473 all' 11 ° piano" ( Tidak, Baik ini kunci kamar anda no 473 lantai 11 ). Ucap resepsionis sedikit takut karena nada bicara Lala. Lala segera membayar tagihan hotelnya dan merampas kunci yang ada di tangan resepsionis dengan sedikit kasar. Ia segera melangkah naik ke lift menuju lantai 11. Cukup lama juga dia mencari kamarnya dan akhirnya ketemu , Lala membuka pintu dan langsung berbaring asal di ranjangnya dia mengatur nafasnya yang sedikit memburu.
Seorang lelali yang asing bagi Lala.
" Hi, Are you alone?" Tanya nya sembari duduk di samping Lala. Lala hanya tersenyum tipis.
" Aah, finally i found my heart angel ia this pizza country!" Ujarnya tersenyum pada Lala.
" Angel?"
" Yes, Angel is you!". Lala tertawa ringan mendengar gombalan lelaki di sampingnya ini.
" Angels only exist in heaven not on earth!" Ucap Lala yang masih di iringi tawa.
__ADS_1
" But you are an angel of the earth dan my heart! Do we need make a comparison to say that you are an angel of the earth?" Ucapnya sambil mengerlingkan matanya. Lala tertawa
" Let me confess that i am an angel of the earth haha!" Mereka berdua tertawa.
" Besides being beautiful you're cool!"
" Thanks". Ucap Lala tersenyum kikuk. Sedangkan lelaki ini tertawa melihat ekspresi wajah Lala.
" Oh yeah, I am Bryan from America. What is your name? and where are you from?"
" I am Lala from indonesia!"
" Indonesia? My mother also from there She lives in Solo! Can i introduce you to my mother?" Ucap Bryan dengan mata berbinar.
" Introduced as what?" Ujar Lala bingung
" Prospective daughter-in-law!" Ujar Bryan sedikit serius. Lagi-lagi Lala tertawa ia hanya menganggap ucapan Bryan sebagai lelucon.
Tanpa mereka sadari dari ujung sana terlihat seorang lelaki yang tak suka melihat keberadaan lelaki itu. Ia mengepalkan tangan nya hingga buku-buku jarinya memutih.
Ia berjalan mendekati mereka berdua. Setelah sampai di sana ia langsung.....
-
-
-
-
__ADS_1
Bersambung!