
malam hari sekitar pukul 7 Lala dan Arfan pergi ke restoran untuk makan malam. Cuaca malam begitu dingin padahal tadi siang sangat panas. Lala mengeratkan hoodie yang di kenakannya, Ia memeluk dirinya sendiri.
Saat ini mereka sudah berada di restoran, hanya Lala yang terlihat di meja itu sedangkan Arfan ia pamit ke toilet. Tiba-tiba ada yang menutup matanya dari belakang, Saat Lala ingin melepaskannya tangan orang itu dari matanya namun seseorang lebih dulu melepaskannya dengan kasar.
Lala langsung berdiri dan menghadap ke belakang. Ia melihat dua lelaki di hadapannya sedang tatap-tatapan. Bukan tatapan cinta, melainkan tatapan dendam seperti ingin membunuh.
" Bryan? what are you doing here?" Tanya Lala kepada Bryan, Ia mencoba untuk menghentikan tatapan lelaki-lelaki yang di hadapannya ini. Bryan mendengar Lala bertanya padanya langsung memalingkan wajahnya ke Lala sembari tersenyum manis.
" Want to have dinner with my Angel!" ( Ingin makan malam bersama bidadariku ). Lala mendengar jawaban yang keluar dari mulut Bryan seketika menoleh kepada Arfan yang bergantian menatap tajam Lala.
" Do you know who the girl you call angel is?" ( Apa kau tau siapa gadis yang kau sebut bidadarimu ) Tanya Arfan sambil menatap tajam ke Bryan.
" I don't know and i don't care!"
" Like you need to know. That this girl biside me is mine! She is my wife!" ( Sepertinya kau perlu tau. Bahwa gadis di samping ku ini adalah milikku! Dia istriku! ). Ucap Arfan penuh penekanan. Kemudian ia meraih pinggang Lala dan memeluknya posessive. Seolah-olah tidak akan ada yang bisa mengambil Lala dari tangannya. Lala hanya diam tak bergeming. Ia juga bingung harus membela di pihak mana.
" I told you i don't care. I'll take it from you!" ( sudah ku katakan aku tidak perduli. Aku akan merebutnya darimu ). Perlahan Arfan melepaskan pelukannya ke Lala kemudian menghampiri Bryan.
Buugh
Arfan melayangkan pukulannya lagi di wajah Bryan, Ia memukulnya di bagian sudut bibir Bryan yang tadi siang ia pukul. Hingga luka itu kembali menganga dan darah segar mengalir dari sana lalu turun ke rahang Bryan. Bryan menepis darah yang mengalir ke rahangnya, Kemudian berbalik memukul Arfan.
Buugh
Bryan Memukul Arfan tak kalah kuat. Arfan membalasnya lagi, hingga mereka saling membalas pukulan di dalam restoran. Semua pengunjung restoran melihat pertengkaran mereka, mereka semua menjerit histeris ketika Arfan menendang perut Bryan hingga Bryan terjungkal ke belakang.
Tendangan Arfan sangat kuat sampai-sampai tubuh Bryan menabrak meja-meja kosong di dalam restoran. Bahkan ada beberapa piring dan gelas berpecahan.
__ADS_1
Arfan hendak mengahampiri Bryan dan melayangkan pukulannya lagi tapi Lala menahannya.
" Sudah cukup Arfan, Kau bisa membunuhnya!"
" Aku tak perduli, Ia yang mencari masalah duluan, Aku membenci pria ****** itu! Aku akan membunuhnya sekarang juga".Teriak Arfan. Dada Arfan naik turun menahan amarah. Ia ingin menghampiri Bryan lagi tapi tiba-tiba Lala memeluknya dari belakang. Lala membenamkan wajahnya di punggung suaminya sambil terisak.
" Aku mohon hentikan, Jangan menyakitinya lagi, kalau dia mati dan kau akan di penjara aku akan kesepian di rumah dan aku tidak mau menjadi janda hiks...!".
Sialan sangat memalukan, Tapi aku tidak perduli sekarang yang penting pertengkaran ini berakhir. Malu ku menjadi berlipat ganda, Aku malu saat orang-orang menatapku. dan aku juga malu karena memeluk Arfan. Batin Lala.
Arfan terenyak perlahan ia menetralkan kembali nafasnya yang menggebu. Arfan menunduk memperhatikan tangan Lala yang memeluknya, Ia sedikit tenang.
Arfan memegang tangan Lala dan membawanya menuju kamar mereka. Lagi-lagi mereka meninggalkan Bryan yang sedang kesakitan. Tak Lama setelah mereka pergi dua security baru saja datang dan langsung membantu Bryan berdiri.
Para waiters langsung sibuk membereskan kekacawan di dalam restoran membersihkan kaca-kaca yang berserak. Para pengunjung juga langsung melanjutkan makan malam mereka yang tertunda karena perkelahian Arfan dan Bryan.
Lala mengeluarkan cairan alkohol dan membasahi kapas. Kemudian membersihkan luka yang ada di sudut bibir dan mata Arfan. Arfan memperhatikan Lala yang sibuk membersihkan lukanya. Jarak wajah mereka hanya tinggal sepuluh centi saja.
Ia menelusuri setiap wajah Lala. Mulai dari, alisnya, bulu matanya yang lentik tanpa mascara, hidung yang mancung, dan mata Arfan berhenti di bagian bibir Lala yang pink tanpa polesan lipstik.
Naluri lelakinya bangkit, ingin sekali ia mencium dan melumatnya. pandangannya turun kembali tepat di leher Lala, Kulit putih dan mulus, Ia juga ingin menciumnya dan memberikan tanda disana. Supaya lelaki ****** itu tau bahwa Lala telah menjadi milik Arfan seutuhnya
Arfan memejamkan matanya ingin mencium leher Lala yang menggoda, tapi tiba-tiba Lala sudah berdiri dari sofa.
" Kenapa berdiri?" Pertanyaan aneh keluar dari mulut Arfan.
" Aku sudah selesai membersihkan luka mu!"
__ADS_1
" Aku belum menyuruhmu untuk berdiri, Duduk!"
" Apakah harus?"
" Tentu, aku suamimu, mulai sekarang aku yang akan memerintahmu! Dan ini peringatan terakhir untuk mu, kau harus menjauhi laki-laki sialan itu! Jika kau mendekatinya kau akan aku hukum" Tegas Arfan.
" Kenapa aku harus menjauhinya dia baik padaku!"
" Dia hanya pura-pura, kau pikir aku tidak mengenalnya?" Bentak Arfan kepada Lala.
" Menjauhlah darinya, aku memohon padamu!" Lanjut Arfan dengan nada melemah. Lala hanya diam beberapa detik.
" Aku tidak berjanji!" Ujar Lala. Kemudian dia keluar dari kamar meninggalkan Arfan. Arfan menghela nafas berat. Kemudian dia berbaring di sofa sembari memejamkan matanya menggunakan sebelah lengannya.
**Flashback on
.........
-
-
-
Bersambung**...
Jangan Lupa like, komen, dan vote author. Biar authornya semangat buat nulis.
__ADS_1
Terima kasih.