Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 7


__ADS_3

Sampai di kantin.


"Lu mau pesen apa La?"Tanya Rafa yang baru saja duduk di bangku kantin dan diikuti Lala. Rafa memesan jus mangga sedangkan Lala dia tidak memesan makanan atau minuman. Dan tak lama jus Rafa datang.


"Traktirin dong gue" pinta Lala


" Yauda tapi lima ribu aja"


"Lima ribu dapet apaan? Cuma dapet batagor" protes Lala


" Yauda lumayan gue bayarin lima ribu"


"Gue pengen pizza bang" rengek Lala sambil menggoyang-goyangkan lengan Rafa.


"Kalo mau pizza di luar disini Engga ada"


"Ya iya"


"Jadi maksud lo, kita keluar gitu"


"Iya Lah, plus traktirin gue"


"Siapa lo siapa gue?" Kata-kata Rafa langsung membuat Lala cemberut dan marah kepada Rafa.


Pletak..


"Pelit banget lo jadi manusia" marah Lala pada Rafa sambil menjitak kening Rafa.


"Ya gue kan bener, siapa lo siapa gue" Kata Rafa santai sambil menyeruput jus nya.


"Tapi gue kaya gak asing sama lo deh bang bener, kaya nya kita pernah ketemu tapi di mana yah" imbuh Lala sambil berfikir.


"Mungkin dari mimpi lo kali buat di takdirin sama gue selama-lamanya" Goda Rafa sambil menaik-turunkan sebelah alis nya.


"Alhamdulillah" Ucap Lala sambil mengusapkan kedua telapak tangannya di wajahnya.

__ADS_1


"Kok Alhamdulillah? berarti lo seneng dong kalo kita nikah" Ucap Rafa sambil tersenyum sumringah.


"Iya Alhamdulillah Cuma mimpi" Papar Lala


"Rese lo La" Ucap Rafa kesal, sedangkan Lala ia cekikikan karena sudah memberi harapan palsu kepada Rafa dengan ucapannya barusan.


Asik bercanda dan tertawa tiba-tiba suara deheman seseorang menghentikan tawa mereka berdua.


"Ehemm" mereka berdua langsung saja menoleh ke sumber suara yang ada di belakang mereka.


Terlihat jelas bahwa suara deheman tadi adalah suara pak Arfan, dengan wajah datarnya dia memandang Lala dan Rafa.


"Siapa yang nyuruh kamu ke kantin" Tanya pak Arfan kepada Lala. seketika nyali Lala menjadi ciut.


"Kan Bapak suruh saya keluar tadi" jawab Lala dengan nada santai, namun aslinya takut.


" Tapi kan saya tidak menyuruh kamu ke kantin, Sekarang kamu bersihkan toilet " perintah pak Arfan


"T-tapi pak__ "


"Engga pak"


"Yauda sekarang juga kamu bersihkan toilet sampai bersih"


"B-baik pak" Lala langsung pergi ke kamar mandi untuk di bersihkan, selama perjalanan Lala selalu mengumpati dosennya sendiri.


"Dan kamu?" Tanya Pak Arfan kepada Rafa


"Saya pak" tunjuk Rafa kepada dirinya sendiri


"Iya kamu, siapa lagi yang disini kalo bukan kamu, Emang Mbak Mirna?"Tanya Pak Arfan. [ Mbak Mirna adalah penjual makanan di kantin ini].


Mbak Mirna yang mendengar namanya di panggil hanya tersenyum malu, karena yang memanggilnya adalah dosen paling muda dan paling ganteng di kampus ini.


"Kenapa kamu tidak masuk kelas?" tanya pak Arfan

__ADS_1


"Bosen Pak" Jawab Rafa santai, Pak Arfan geleng-geleng kepala melihat siswanya ini.


"Sekarang kamu keliling lapangan 20 kali" Setelah hukumannya di berikan dengan santai Rafa berjalan menuju lapangan dan berlari mengelilingi lapangan yang lebarnya selebar lapangan sepak bola.


Di dalam kamar mandi


"Aahggrr" Teriak Lala kesal.


"Kesel banget gue masa ia di suruh bersih toilet kaya gini, mana bau lagi" Ucap nya sangat kesal. Lala hanya menyiram kamar mandi nya dengan air tanpa menggosoknya.


" Gila, gila, gila, rese tau gak sih tu dosen ngasih hukuman kaya gini, mending di suruh pulang dari pada harus bersihin kamar mandi ini, kalo anak-anak tau gue di hukum bisa Malu gue terus ntar beritanya kaya gini ' Berita hari ini seorang most wanted kampus bernama Nabila Putri Zain, Putri kesayangan bapak Herman Sucipto Zain dan Ibu Anisa Kinara Zain dihukum untuk membersihkan toilet karena telat datang ke kelas', Kan bisa malu guee" Rengek Lala sambil menginjak-nginjakkan kaki nya ke lantai toilet.


" Ehh tapi gimana nasibnya bang Rafa yah" Tanya Lala pada dirinya sendiri. " ahk bodo ahk ngapain juga gue mikirin manusia Pelit gitu belum tentu mikirin gue" Lala kembali menyiram toilet dengan air.


Tanpa Lala sadari ada sepasang mata yang melihat Lala mengoceh dari tadi dengan kesalnya dan tentu saja itu pak Arfan.


"Heh" Panggil pak Arfan. Sontak Lala langsung kaget kenapa tiba-tiba ada pak Arfan disini. Lalu Lala membalikkan tubuhnya dan dengan keberanian dia menatap pak Arfan dan mata Lala bertemu dengan mata elang pak Arfan yang hendak menerkam mangsanya.


"Kenapa pak?" Tanya Lala


" Kenapa Cuma di siram air? gosokin dong biar bersih, Nih" Ucap pak arfan sambil memberikan alat pembersih toilet juga dengan pengharumnya. Lala menerimanya dan langsung menuangkan pengharumnya sambil menggosoknya.


"Ini nih belum bersih" tunjuk pak Arfan ke lantai yang masih Kotor.


"Ini juga"


"Itu di sudut masih kotor"


" Di deket kaki kamu juga masih Kotor tu" Lala hanya mengikuti arah tunjuk pak Arfan dengan kesal.


" Yang bersih oke, saya masih ada kelas" Pak Arfan pergi dari toilet dengan senyum miring karena dia sudah berhasil mengerjai murid nya yang kurang disiplin waktu.


Sedangkan Lala ia kembali mengumpati Pak Arfan dengan Kata-kata yang sedikit kasar setelah pak Arfan sudah jauh dari toilet.


'Yaampun Inget Lala dia itu dosen kamu Loh, gabaik kalo di umpatin gitu berdosa tau gak'

__ADS_1


__ADS_2