
Hari ini adalah hari pernikahan Lala dan Arfan. Semua kerabat terdekat dan rekan bisnis para orang tua menghadiri pesta tersebut. Rara dan Kinaya juga tampak hadir di sana. Dan.... Rafa juga ada disana.
Pesta nya juga tidak terlalu mewah, sederhana namun indah. Wedding Organizer yang mereka sewa sungguh sangat tidak mengecewakan.
Pagi ini pukul 09:00 Wib, Arfan akan mengucapkan ijab qabul, untuk mengesahkan Lala sebagai istrinya. Arfan tengah duduk di ruang tamu rumah Lala. Di depannya terdapat sebuah meja ukuran kecil dan di depan mejanya terlihat seorang penghulu dan Herman yang akan menjadi wali pernikahan putri tercintanya.
Lala saat ini sedang berada di kamarnya. Ia sudah selesai di make over ia tampak cantik mengenakan gaun yang di belinya di butik waktu itu, Begitu juga dengan Arfan dia sangat tampan dan Gagah dengan toxedo yang di pakainya. Rara dan Kinaya lah yang menemani Lala di kamarnya. Jantung Lala terus berdegub kencang. Ia tak menyangkan bahwa ia akan melepas masa lajang nya di umurnya yang ke 20 tahun.
" La, Jangan gugub santai aja rileks!" Ucap Rara menenangkan sahabatnya yang sedang gugub. Lala mengangguk kecil untuk mengiyakan ucapan Rara.
" Baik mari kita mulai ijab qabulnya" kata sang penghulu. Herman menengadahkan tangannya tepat di depan dada Arfan
" Bismillahirahmannirrahim, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Nabila Putri Zain binti Herman Sucipto Zain dengan Arfan Zikra Wijaya bin Heri Wijaya dengan mas kawin emas 30 gram dan seperangkat alat shalat di bayar tunai!"
Arfan mengambil nafas panjang kemudian dia berucap " Saya terima nikah dan kawinnya Nabila Puri Zain binti Herman Sucipto Zain dengan mas kawin tersebut tunai!" Ucap Arfan dengan lantang.
" Bagaimana para saksi sah?" Kini giliran sang penghulu bertanya.
" SAH!" Semua para tamu undangan menyatakan sah dengan serempak.
Deg...
Lala sangat jelas mendengar ucapan Sang penghulu bahwa ijab qabulnya akan di mulai sampai akhir. Apalagi waktu Lala mendengar suara Arfan menyebutkan ijab qabulnya dengan satu tarikan nafas. Dan kini saat nya dia keluar untuk menemui suaminya.
Lala di bantu Rara dan Kinaya menuju ruang tamunya yang sudah di sulap menjadi sebuah party yang menakjubkan.
Lala duduk tepat di samping Arfan. Mereka memasang cincin pernikahan dan menanda tangani surat nikah mereka. setelah itu Lala mencium punggung tangan Arfan dengan bibir ranumnya. begitu juga Arfan dia mencium dahi Lala.
Tepukan meriah terdengar dari setiap tamu undangan yang hadir. Nisa menangis melihat anak kesayangannya harus dia relakan kepada Arfan, yang sudah bukan tanggung jawabnya lagi melainkan tanggung jawab Arfan, Suaminya.
Nisa memeluk Lala erat-erat seolah ia tidak ingin terpisah dari anak satu-satunya. Begitu juga Lala air bening membasahi pipinya. Mereka mendatangi Orang tua mereka masing-masing untuk meminta restu. Setelah itu bergantian ke mertuanya.
__ADS_1
" Jaga putri ku baik-baik, Dia adalah bidadari kecilku. Aku sangat menyayanginya. Berjanjilah untuk selalu menjaganya dan menyayanginya seperti kau menyayangi dirimu sendiri!" Pinta Herman kepada Arfan. Herman menepuk-nepuk pundak Arfan dan memeluknya sebentar.
" Aku akan menjaganya Pa!".
" Nak jadilah istri yang baik untuk Arfan, Cintai dia seperti kau mencintai Papamu. Penuhi kebutuhannya sehari-hari. Jangan pernah mengecewakan Mama dan Papa sayang!" Nisa kembali memeluk Lala erat-erat. Begitu juga dengan Mala dan Heri Mama dan Papa mertuanya. Lala hanya mengangguk-anggukan kepalanya sembari menahan air matanya agar tidak tumpah.
Mereka sibuk menyalami para tamu yang datang banyak dari mereka yang mengucapkan selamat bahagia kepada pasangan pengantin baru.
Rara dan Kinaya menghampiri Lala.
" Selamat ya La, Pak Arfan semoga menjadi rumah tangga yang samawa" Ucap Kinaya
" Aamiin!... Terima kasih ya" Ucap Lala dan Arfan lirih.
" Cepetan kasih kita keponakan yang imut dan gemesin yah La!" Ucap Rara berbisik di telinga Lala. Rara dan Kinaya tertawa pelan.
Tiba-tiba wajah Lala memerah. Ia membayangkan malam pertama nya dengan Arfan. Terlihat sudah lengan Arfan yang berorot walau terbalut toxedo yang di kenakannya. Apa perutnya juga punya roti sobek kaya oppa-oppa korea? badannya yang putih dan mulus itu menindih tubuh polosnya!
Sial! Kenapa aku jadi mesum. Astagaa
Jam sudah menunjukkan pukul 22:35 Wib. Para tamu yang hadir sudah pada pulang 1 jam yang Lalu. Disana hanya tersisa Keluarga besar Lala dan Keluarga Arfan. Tak lupa teman Arfan ternyata juga ada di sana.
Dia Aldi Gunawan, Sahabat dekat Arfan. Mereka bersahabat sejak masuk kuliah Semester pertama.
Mereka semua sedang berada di taman belakang rumah Lala. Merayakan pesta dengan minum. Mereka mengelilingi meja bundar dan terdapat 6 orang disana. Arfan, Aldi, Rafa, Lala, Rara dan terakhir Kinaya. Lala bahkan belum melepas gaunnya.
Mereka sedang bermain truth or dare. Yang tidak bisa menjawab mereka harus minum alkohol setengah gelas. Terpaksa malam pertama Lala dan Arfan harus tertunda karena ulah sahabat mereka yang terus memaksa untuk ikut. Walaupun mereka tak yakin akan melakukannya malam ini. Aldi mulai memutar botol kosong dan mengarah tepat di depan Rafa.
" Truth or dare?" Tanya Aldi
" Truth!"
__ADS_1
" Bolehkah aku yang memberikan pertanyaan?" Ucap Rara. Mereka semua mengangguk.
" Boleh kan kami mengetahui cinta pertama kakak?". Mereka semua diam menunggu jawaban Rafa.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
" Lala!" . Mereka terkejut, terlebih Lala. Dia tidak menyangka jika dirinya sendiri cinta pertama Rafa. Kakak sepupunya.
" Tapi itu tidak lagi, Karena sudah ada seseorang yang berada di hati ku sekarang!" Ucapnya sambil melirik Kinaya yang sedang fokus kepada ponselnya. Ia tidak berniat ikut hanya duduk saja di meja itu. Hanya sesekali Kinaya mendengarkan ucapan manusia yang sedang mengelilingi meja tersebut.
Botol kembali berputar dan sialnya botol itu mengarah lagi ke Rafa.
" Truth or dare?" . Rafa memilih dare kali ini. Rara berbisik kepada Aldi untuk memberikan tantangan. Aldi setuju dia mengangguk -anggukkan kepalanya sembari tersenyum sinis. Sepertinya Rara tau orang yang sedang mengisi hati Rafa itu.
" Baik, tantangannya adalah... Cium orang yang sedang mengisi hati mu itu" Ucap Aldi
Rafa meneguk ludahnya kasar, Kemudian perlahan badan sedikit memiring untuk memandang Kinaya yang tepat berada di samping kanannya. Kinaya terlalu asik dengan ponselnya hingga dia tak tau siapa yang sedang mengisi hati Rafa.
Rafa mendekatnya wajahnya ke wajah Kinaya dari samping, dekat dan semakin dekat.
Brukk...
Rafa memukul meja bundar itu dan mengambil Minuman alkohol yang sudah terisi setengah ia mengisinya lagi hingga penuh. Kemudian dia meneguknya dalam sekali tegukan.
Lihatlah bahkan dia tidak sedikit pun tertanggu walau aku sudah memukul meja dengan keras. Batin Rafa.
" Woah..!". Mereka semua tepuk tangan. Bahkan Kinaya yang tak tau apa-apa juga ikut tepuk tangan tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya sembari tersenyum. mereka meneruskan permainan hingga pukul 1 dini hari.
__ADS_1
Jangan Lupa like dan vote author yah🤗