Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 16


__ADS_3

Hening


Sepi


Itulah yang di rasakan dua sejoli yang sedang berada di mobil. Sesekali Lala melirik Arfan yang tengah menyetir dengan serius.


" Ada apa? Kalau mau bicara, bicara saja!" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.


" Bisa kita mampir ke restoran terdekat? Saya lapar pak!" Jawab Lala dengan cengiran.


Tanpa menjawab Arfan terus melajukan mobilnya.


Buset dah dingin amat, dengar engga sih aku ngomong tadi. Batin Lala.


Sampai di pertigaan Arfan membelokkan mobilnya ke kanan. Lala bingung inikan bukan bukan jalan pulang.


" Pak, Kita mau kemana? inikan bukan jalan pulang!" Tanyanya panik.


" Bukannya kamu mau makan?"


" Ehh iya saya lupa hehe"


" Dasar pikun" gumamnya pelan tapi masih di dengar Lala. Lala mendengus kesal. Ia ingin sekali menjambak rambut lelaki yang di sampingnya namun ia tahan. Untung ganteng.


Tak Lama mereka sampai di restoran china. mereka langsung masuk dan duduk di salah satu meja yang kosong. Waiters di sana langsung menghampiri dan membawakan buku menu.


" Mau pesan apa Mas, Mbak?" ucapnya ramah.


" Saya mau Steak daging Sapi, Sambal Cumi, Lobster balado sama minumnya Lemon tea yah Mbak!" Jawab Lala. " Oh. Minumnya tambah satu coffe latte, sama salad buah nya juga!" Tambahnya.


Arfan melongo mendengar pesanan Lala yang segitu banyaknya. Kemudian waitersnya bertanya kepada Arfan.


" Kalo masnya mau pesen apa?"


" Saya Steak daging sapi sama minumnya Jus jeruk aja!" jawabnya.


" Baik saya ulangi!"

__ADS_1


" Steak daging sapi 2


Sambal cumi 1


Lobster balado 1


Salad buah 1


Lemon tea 1


Coffe latte 1 dan


Jus jeruk 1?"


" Yaps benar Mbak" Ucap Lala cepat


" Baik silahkan tunggu sebentar yah Mas, Mbak" Ucap waitres ramah. Lala dan Arfan hanya mengangguk.


Kemudia Arfan menatap Lala dan bertanya. " Kamu yakin makan sebanyak itu?"


Tak Lama dua waitres datang membawa semua pesanan mereka. Makanan yang di sajikan di depan mereka tampak menggiurkan sehingga cacing yang di perut Lala semakin meronta-ronta ingin mencicipinya.


"Selamat menikmati Mas, Mbak!" Ucap kedua Waitres kompak kemudian berlalu dari meja yang Lala duduki. Lala tersenyum senang kemudian langsung melahap makanannya tanpa ampun. Sehingga Arfan menggeleng-geleng kepala melihat cara makan Lala. Kemudia Arfan melahap makanannya dengan santai.


Dalam waktu sekejap makanan yang Lala pesan tadi ludes tak bersisa hanya meninggalkan sambal-sambal dan sendok nya saja.


" Aah.... Kenyangnya" Ucap Lala sambil mengelus perutnya yang sedikit buncit.


" Sudah selesai kan? Ayo kita pulang sekarang!" Ucap Arfan. Sontak Lala langsung bangkit dari duduknya setelah melihat Arfan berdiri. Kemudian Ia berjalan ke kasir untuk membayar makanannya.


" Berapa Mbak tagihan makanan saya?" Ucap Lala kepada Waiters yg bekerja di bagian kasir.


" Bisa tunjukkan catatan pesanannya?" tanya Mbak waiters ramah. Kemudian Lala meyerahkan catatan pesanannya tadi dan Mbak waiters mulai menghitungnya.


" Total seluruhnya 495 ribu Mbak"


" Nih 500 ribu kembaliannya buat mbak aja!"

__ADS_1


Mbak waiters tersenyum" Terima kasih Mbak! Silahkan berkunjung kembali lain waktu"


" Sama- sama Mbak" Balas Lala tersenyum.


Kemudian dia keluar restoran celingak-celinguk mencari keberadaan arfan. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang. Lala langsung menoleh ke belakang.


" Ehh... Bang Rafa?" Sapa Lala kaget.


" Iya. Lo sendirian ke sini?" Tanya Rafa sambil menyeruput Cappucino di tangannya.


" E... Engga, tadi sama temen" jawabnya gugup.


" Mana?"


" Mungkin ke toilet tadi"


" Oo... Yauda. Kalau gitu gue duluan yah La, masih ada urusan soalnya. Gapapa kan kalau gue tinggal sendirian?"


" Engga kok gapapa, Yauda sana!"


" Ok. Gue duluan, Bye!" Ucapnya sambil melambaikan tangannya ke arah Lala.


" Bye!". Sudah lima menit Lala menunggu Arfan tapi manusia itu tak kunjung datang. Dia lihat di parkiran mobilnya masih ada.


Tak Lama tiba-tiba dari belakang ada yang menarik tangannya dan menuntunnya menuju parkiran yang ternyata itu adalah Arfan. Lala sedikit kaget namun ia melihat dari belakang ternyata Arfan perlahan rasa kagetnya hilang.


Pergi gak pamit. Pas balik juga gak ngomong. Manusia bukan sih? batin Lala kesal.


Kemudian mereka memasuki mobil dan Arfan menjalankan mobilnya meninggalkan Restoran yang mereka kunjungi tadi.


Di dalam mobil


" Bapak dari mana aja tadi? Pergi kok gak bilang-bilang!" Tanya Lala dengan sedikit kesal.


" Toilet!" jawabnya singkat.


" Jangan dingin-dingin amat dong pak, Saya kan takut jadinya. Senyum gitu biar gantengnya nambah". Arfan menghela nafas kemudian dia tersenyum tipis. Sangat tipis. Bahkan hampir tak terlihat. Tapi untung nya Lala masih bisa melihatnya kemudian dia juga tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2