Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 21


__ADS_3

Lala dan Arfan kini sudah berada di kamar Lala. Mereka berdua telah selesai membersihkan diri. Dan akan bersiap tidur.


Lala melihat Arfan yang tengah duduk di sofa kamarnya sambil memainkan ponselnya. Karena Lala sudah mengantuk dia tak menghiraukan suaminya dan langsung pergi tidur.


Tak lama ia merasakan ada benda berat yang merebahkan diri di sampingnya. Sontak Lala langsung membuka mata dan menatap tajam Arfan yang berada di sampingnya.


" Apa yang kau lakukan disini?" tanya Lala sinis.


" Tentu saja tidur, memangnya apalagi yang dilakukan seseorang di atas kasur selain tidur? Oh.. Atau kau ingin mengingatkan ku tentang malam pertama kita hm?" Ucap Arfan menggoda Lala dengan menggeserkan badannya supaya lebih dekat dengan Lala.


Sontak Lala menjauhkan dirinya dan menahan nafasnya. Kala wajah Arfan semakin dekat dengannya.


Sial apa dia ingin meminta hak nya sekarang, Aaa.. aku belum siap.


Lala menjauhkan wajah Arfan dengan mendorongnya menggunakan jari telunjuknya.


" Bukan itu maksudku, Kenapa kau tidak tidur saja di sofa?"


" Aku tidak mau!.. Kenapa tidak kau saja yang tidur di sofa"


" Ini kamarku jadi aku yang berhak tidur di kasur dan kau di sofa!"


" Tapi aku suamimu. Aku yang jauh lebih berhak mengaturmu, Mulai hari ini dan seterusnya kau harus mengikuti semua kemauanku. Termasuk kewajibanmu sebagai istriku"


" Hanya menyiapkan makanan dan pakaian untukmu. Apa susahnya?"

__ADS_1


" Tidak hanya itu kau juga harus melayaniku di ranjang!" Ucapnya dengan nada berat.


Lala meneguk salivanya secara kasar. Kenapa dia jadi mesum? sejak kapan?


" Kau jangan pernah bermimpi itu tuan mesum!" Ucap Lala dengan nada penekanan.


" Mesum? Apa kau mau ku tunjukkan bagaimana arti dari mesum itu?" Jawab Arfan dengan senyum smirk nya. Ia semakin mendekatkan dirinya kepada Lala. Arfan merengkuh pinggang Lala dengan possesive.


Lala terbelalak melihat sikap Arfan yang mendadak berubah. Ia mencoba untuk memberontak. Tapi semakin ia berontak maka semakin erat pelukan Arfan pada pinggangnya.


" A- apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Lala dengan wajah yang sedikit takut.


" Ingin berbuat mesum!" Jawabnya santai. Arfan semakin mendekatkan wajahnya. Matanya saat ini sedang fokus ke bibir merah Lala yang sangat menggoda.


" AAAAAA!" Teriak Lala yang sangat kuat hingga Arfan melepaskan pelukannya pada Lala dan beralih menutup telinganya dengan kedua tangannya.


" Itu belum seberapa tuan mesum! Jika kau berani melakukan kontak fisik denganku maka aku tak akan segan-segan menghancurkan masa depanmu!" Ucap Lala sinis. Kemudian dia beranjak ke sofa dan berencana akan tidur disana.


Kebetulan para orang tua belum tidur mereka masih berbincang di ruang tamu meskipun waktu sudah menunjukkan hampir jam 2 malam. Dan tentu saja mereka mendengar teriakkan Lala yang menggema di ruangan itu.


Mereka semua terkejut sekaligus senang.


" Sepertinya kita berempat akan segera punya cucu!" Ucap Heri dengan antusias.


" Benar sekali!" Ucap Herman membenarkan.

__ADS_1


" Tapi kenapa Lala berteriak seperti itu, Apa anak ku terlalu ganas sehingga Lala berteriak? Bahkan sangat kencang" Ucap Mala sedikit khawatir mendengar teriakkan menantunya yang sangat nyaring itu.


" Tidak akan membahayakan Lala, Kita tenang saja. Aku tau Arfan tidak akan seganas itu kepada Lala. Ia pasti akan melakukannya dengan perlahan" Ucap Herman membela menantunya. Seakan ia tahu sifat Arfan


" Semoga saja". Ucap Mala. Kemudian mereka melanjutkan perbincangan mereka yang sempat tertunda.


☆☆☆☆☆


Saat sarapan


" Apa kami akan segera punya cucu?" Tanya Mala kepada kedua pengantin baru ini.


" Doakan saja Ma!" Ucap Arfan tanpa melihat Mama nya. Lala yang duduk tepat di samping suaminya menginjak kaki Arfan hingga sang empu berteriak.


" Kenapa nak?" tanya Nisa yang melihat menantunya meringis kesakitan.


" Ah... Tidak apa-apa Ma, Tadi bibir Arfan tergigit saat makan"


" Hati-hati dong kalau makan sayang!" Ucap Mala sambil menepuk-nepuk punggung tangan Arfan. Arfan hanya mengannguk dan tersenyum kikuk.


Kemudian Arfan Menatap Lala dengan tatapan tajamnya dan di balas oleh Lala dengan tak kalah tajamnya. Seolah mengisyaratkan akan terjadinya perang lewat tatapan mereka.


Awas saja kau


Aku tidak takut

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote supaya aku semakin semangat untuk up lagi.


terima kasih🤗


__ADS_2