
Tring ... tring... tring...
Suara alarm yang sangat nyaring harus mengganggu mimpi indah seorang gadis siapa lagi kalau bukan Lala.
"BERISIK" umpatnya dan mematikan suara alarm dengan Cara membantingkan ke lantai.
Seusai mematikan alarm Lala tidur kembali menuju mimpi indahnya yang sempat tertunda. Belum sempat 5 menit Lala tidur tiba-tiba suara ketukan pintu yang lumayan keras sontak langsung membangunkan Lala, siapa lagi kalau bukan mamah Nisa.
Tok..Tok..Tok..
Ceklek
"Astagaa ini anak, Heh Lala bangun sayang kamu lihat itu Uda jam berapa emang kamu gak ngampus apa?"Teriak Mamah Nisa sambil menarik - narik tangan Lala supaya bangun.
"Bangun gk kamu? atau mau mamah siram pakai air bekas pel lantai? Ancam mamah Nisa.
Lala yang mendengar mamahnya mengancam sontak langsung bangun dan duduk di Tapi ranjang.
"Eeh, Jangan dong mah tu air kan bau, Yauda deh nih Lala bangun"Ucap nya sambil bergegas pergi ke kamar mandi.
"Hah gitu dong, masa anak gadis bangun nya siang mulu, gimana kalo kamu uda nikah nanti"
"Nikah apaan sih mah? aku gak mau nikah sebelum umur 27 tahun, TITIK"
"Itu kan lama lagi sayang 7 tahun lagi, Mamah pengen segera nimang cucu"
"Mamah minta aja sama abang noh"
"Abang siapa? orang kamu anak Mamah satu-satunya, ngawur kamu"
"Udah deh mah Lala mau mandi ntar ke siangan, malah nih pelajaran tu dosen baru lagi"
"Yauda sana mandi, Habis itu langsung ke bawah ya sayang kita sarapan bareng, mamah Uda masak makanan kesukaan kamu"
"Iya Mah iya" Setelah Mamah Nisa keluar dari kamar Lala, dia langsung pergi ke kamar mandi, karena tadi saat ingin mandi mamah nya bicara aneh oleh sebab itu ia langsung memberhentikan langkahnya.
Selesai ritual mandinya, Lala langsung turun untuk sarapan. seperti biasa ia langsung menyapa Mamah dan Papahnya sembari mencium pipi keduanya.
Saat sedang makan dalam diam tiba-tiba papah nya angkat bicara.
__ADS_1
"La?" Panggil Papah Herman
"Iya Pah?"Jawab Lala sambil memperhatikan wajah sang Papah.
"Kamu harus menikah"Ucap papah nya to the poin. Lala yang mendengar ucapan Papah nya langsung tersedak dengan sigap Mamahnya mengambil kan air dan memberinya kepada Lala dengan cepat Lala menghabiskan minumannya hingga tandas.
"Papah apaan sih nikah-nikah? Lala mau nikah sama siapa cobak? pacar aja gapunya, Lagian Lala masih muda masih 20 tahun jugak udah di suruh nikah aneh papah Ahk" protes Lala
"Papah akan jodohin kamu sama anak temen bisnis papah"
"Apaan sih pah jodoh-jodohin ini zaman modern papah ku sayang, Yakali hari gini masih di jodoh-jodohin, Lagian Lala pengen nikah itu saling mencintai pah supaya Lala bahagia"
"Nanti kalau Uda nikah pasti kamu juga bakalan cinta sama dia"
"Iya Lah bener kata Papah mu, ini juga untuk kebaikan kamu supaya kamu bisa merubah sikap bar-bar kamu itu" Ucap mamahnya membela Papah nya.
Astaga mamah, anak sendiri di bilang bar-bar, yaampun tega bat dah.
"Pokoknya Lala gamau titik"Ucap Lala sambil berlari meninggalkan meja makan. Ia langsung bergegas pergi menuju kampus. selain untuk menghindari kemauan Papah Herman dia juga sudah terlambat, kelas akan di mulai 10 menit lagi.
Secepat kilat ia mengendarai mobilnya saat di tengah jalan tiba-tiba seorang anak kecil tengah berlari ke tengah Pasar Dan...
Lala menghentikan rem mobilnya secara mendadak hingga kepala terbentur dashboard.
Untung ga terlalu sakit.
"Ehh tu anak gak kenapa-kenapakan" Ucap Lala lalu keluar mobilnya untuk melihat keadaan anak kecil tadi.
"Dek, adek gapapa kan?" Tanya Lala khawatir dia melihat anak lelaki itu tengah jongkok sambil menutup kedua telinga nya menggukan telapak tangannya.
"Ga- Gapapa kak" ucap anak itu ketakutan dan mencoba untuk berdiri. Lalu Lala berjongkok untuk menyeimbangkan tinggi anak lelaki itu.
"Nama adek siapa? adek ngapain main ke tengah jalan?sama siapa? terus orang tua adek kemana?" Tanya Lala sambil mengedarkan padangan nya barang kali ada seorang Lelaki maupun wanita menghampiri anak nya ini.
"Nama aku Rival kak, aku mau ngambil bola kak, tadi ibu masih di apotek beli obat"
"Bola nya mana?"Tanya Lala pada anak lelaki itu yang umurnya kurang lebih 6 tahun.
"Itu" tunjuk anak lelaki itu terlihat bolanya berada di sebrang jalan.
__ADS_1
"Adek tunggu di sini yah kakak mau ambil bolanya dulu"Pesan Lala, dengan hati hati Lala menyebrang jalan untuk mengambil bola itu, setelah ia mengambilnya Lala langsung memberikan bola itu kepada anak yang bernama Rival itu.
"Nih dek bolanya"
"Makasih ya kak"
"Sama-sama lain kali hati-hati yah Rival, berbahaya Loh main di tengah jalan gini" Pesan Lala sambil mencolek hidung Rival gemas.
"Iya kakak cantik" Ucap Rival sambil tersenyum manis kepada Lala.
Duh manisnya nih anak jadi kepengen punya adek hehe.
Tak lama datang seorang wanita sambil menenteng obat yang terlihat sedang khawatir.
Mungkin itu Ibu nya si Rival
"Itu Ibu kamu kan dek?"
"Iya kak"
"Ibu"Teriak Rival memanggil ibunya
"Yaampun kamu dari mana sayang ibu Capek Carlin kamu terus" Tanya Mamah Rival sambil memeluk anaknya.
"Maaf Mbak tadi saya gak sengaja hampir nabrak Rival karena buru- buru" Ucap Lala tak enak hati.
"Yaudah gapapa yang penting anak saya gak kenapa-napa"
"Maaf yah Mbak sekali lagi" Ibu Rival hanya manggut-manggut.
"Kalo gitu saya permisi yah Mbak?" Pamit Lala
"Dah Rival" Pamit Lala pada Rival sambil melambaikan tangannya.
"Dah Kakak cantik"
"Permisi mbak" Pamit Lala sekali lagi. Dan lagi-lagi Mamah Rival hanya manggut-manggut sembari tersenyum.
Lala langsung masuk ke dalam dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Tak peduli dengan barusan apa yang terjadi tadi yang penting sampai tujuan.
__ADS_1
Aduh mampus telat dah gua...