Dosen Killer Is my Husband

Dosen Killer Is my Husband
Episode 29


__ADS_3

Flashback on.


Hari ini adalah awal bagi mahasiswa/mahasiswi melanjutkan pendidikannya menuju ke jenjang yang lebih serius, atau awal mula ingin menggapai cita-cita.


Banyak mahasiswa yang mendaftar di Universitas favorit mereka sendiri. Saat ini Arfan kuliah semester 3.


Para mahasiswa baru sedang melaksanakan kegiatan PLK ( pengenalan lingkungan kampus ).


NB: Mohon maaf author masih SMP, jadi kurang tau yang beginianšŸ™.


Arfan menjadi pembimbing hari ini dan juga para senior yang lain. Arfan cukup cerdas, hingga dia di perintahkan untuk menjadi pembimbing bagi juniornya.


Arfan adalah lelaki yang ramah dan paling tampan di kampusnya, hingga banyak kaum hawa yang ingin menjadi kekasihnya. Namun belum ada satu gadis pun yang bisa membuat jantungnya berdebar.


Setelah melakukan bimbingan, Arfan berbegas ke kantin bersama sahabatnya Aldi. Mereka bersahabat sejak pertama kali masuk ke Universitas ini.


Setelah masuk ke dalam kantin mata Arfan menangkap sosok bidadari bumi yang sedang duduk di kantin sendiri. Gadis itu sedang bermain handphone, sesekali menyeruput es jeruknya yang ada di hadapannya.


Jantung Arfan langsung berdebar, mata nya terus memandang gadis itu tanpa berkedip. Aldi yang berada di sampingnya heran melihat sahabatnya yang mematung di depan pintu.


Aldi mengikuti arah pandang Arfan, dan benar saja dia melihat gadis yang begitu cantik. Ia menaikkan sebelah alisnya sambil mengangguk-angguk.


" Sepertinya pangeran kita jatuh cinta!" Ucap Aldi seraya merangkul sahabatnya yang sedikit lebih tinggi darinya.


Arfan tersentak ia berdehem untuk menghilangkan kegugupannya.


" Temani sana!". Pinta Aldi, namun Arfan hanya diam.


" Kau temani atau aku yang menemaninya?". Tanpa di suruh kedua kalinya Arfan langsung menghampiri gadis itu. Sedangkan Aldi ia tersenyum mengejek dan berjalan ke meja kantin yang masih kosong.


" Hai, boleh aku duduk di sini?" Tanya Arfan kepada gadis itu. Gadis itu melihatnya, hingga mereka bertatapan beberapa detik.


Deg...

__ADS_1


Subhanallah cantiknya. batin Arfan.


Kemudian gadis itu mengangguk sambil menunduk. Arfan langsung duduk di kursi di depan gadis tersebut.


" Namaku Arfan Wijaya, kau bisa memanggilku Arfan!" Ucap Arfan sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan gadis itu. Namun gadis itu hanya diam tak membalas uluran tangan Arfan.


Baru kali ini ia di tolak wanita. Tapi itu tak masalah. Ia meletakkan tangannya kembali di atas meja. Arfan melirik sebuah card yang menggantung di leher gadis itu.


" Nazifa Arvina!" Panggil Arfan. Gadis itu menoleh.


" Boleh aku memanggilmu Nana?". Gadis itu hanya mengangguk.


" Kenapa kau diam saja? kau bisu? atau kau takut padaku?"


Nazifa tersentak saat Arfan mengatakannya bisu. Walaupun bukan pertama kali orang yang mengajaknya berbicara mengatakan Nazifa bisu.


" Maaf kak, saya ada urusan, permisi!". Nazifa membungkukkan sedikit badannya dan berjalan menuju pintu. Tapi dengan cepat Arfan menahan tangannya, hingga gadis itu kaget dan langsung melepaskan tangan Arfan dari pergelangan tangannya, kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam hoodie yang di kenakannya.


Arfan berdiri dari duduknya kemudian menatap dingin gadis dihadapannya, baru pertama kali Arfan menatap dingin dengan seorang gadis.


" Hah!". Tanpa babibu Arfan menarik tangan gadisnya membawanya menuju podium dan menyalakan microfon. Mengapa ia berani melakukan itu tanpa seizin dekan? Karena kampus itu adalah milik Papanya. Yang suatu saat akan dibwariskan padanya beserta perusahaan yang sedang di urus papanya saat ini.


" Perhatian semua, Tolong dengarkan aku berbicara, Dan aku juga memohon pada kalian untuk berkumpul di lapangan dalam waktu 5 menit!". Semua mahasiswa langsung berkumpul di lapangan begitu pula dengan para dosen.


"Mohon perhatiannya!" Ujar Arfan dengan serius. Arfan menarik tanggan Nazifa supaya gadis itu berdiri di sampingnya.


" Kalian lihat gadis ini? dia adalah kekasihku, milikku, siapa yang berani mengganggunya dia akan bermasalah dengan ku!" Ucap Arfan tegas. Para dosen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Sedangkan Nazifa gadis itu malu dengan perlakuan Arfan padanya. Ingin sekali gadis itu lari dari podium itu dan menenggelamkan dirinya di dalam ember, namun Arfan menggengam tangannya terlalu kuat.


Aldi yang mendengar ucapannya sahabatnya dari kantin kaget, Bagaimana sahabatnya langsung menjadikan gadis itu sebagai miliknya. Arfan yang terlalu terobsesi atau gadis itu yang murahan ingin menjadi kekasih Arfan, secara Arfan orang kaya.


Oh tidak-tidak gadis itu pasti gadis yang baik-baik, tidak mungkin dia langsung mau menjadi kekasih Arfan. Dilihat dari penampilannya gadis itu masih polos. Pasti Arfan yang memaksanya. Ya, Aldi yakin itu.


Sedangkan seseorang yang berada di atap, tersenyum sinis mendengar musuhnya sudah mempunyai gadis lebih tepatnya seorang kekasih. Ia mengisap batang rokoknya dan membuang asapnya di udara.

__ADS_1


Aku akan menghancurkan hidupmu Arfan!.


Setelah jam pulang berbunyi, Arfan segera melesat ke kelas kekasihnya, untuk mengantarkannya pulang. Ia menunggu gadisnya keluar. Sesekali ia mengintip kekasihnya yang sedang duduk bahkan ia tak beranjak dari kursinya.


Apakah dia menghindariku?


Nazifa adalah seorang gadis introvert, ia belum pernah mendapatkan teman yang benar-benar serius ingin berteman dengannya. Ia tinggal bersama Daddy nya bersama para maid yang tinggal disana. Ia kehilangan ibunya 13 tahun yang lalu saat Mommynya ingin menyebrang, sebuah truk datang melintas dengan kecepatan yang bisa di bilang diatas rata-rata. Hingga truk itu menghabiskan nyawa seorang yang berarti bagi Nazifa.


Semenjak kepergian ibunya, Nazifa menjadi gadis introvert, ia menjadi pendiam dan tak suka akan keramaian. Apalagi pada saat teman ayahnya datang bersama putra mereka berniat ingin menjodohkan keduanya. Nazifa malah mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.


Air mata Nazifa sudah berlinang. 10 menit Arfan menunggu gadisnya keluar, ia sudah lelah berdiri selama itu. Namun Nazifa tak segera bangkit dari tempatnya. Bahkan kelasnya sudah kosong hanya ada dirinya di dalam.


Arfan mengahampirinya dan duduk di samping Nazifa. Ia belum sadar akan kehadiran Arfan, Arfan melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Nazifa namun gadis itu belum sadar dari lamunannya.


Cup...


Arfan spontan mencium pipi Nazifa, hingga sang empunya kaget dan langsung menampar Arfan.


Plak...


" Aahk!" Teriak Arfan sembari memegangi pipinya yang merah.


" Kenapa kau menamparku?"


" Karena kau kurang ajar!" Bentak Nazifa hingga air matanya yang mengenang tadi seketika tumpah. Arfan melihatnya merasa bersalah kepada Nazifa.


" Maaf, Maafkan aku!". Nazifa hanya diam tak menjawab perkataan Arfan.


" Aku antar pulang?" Ucap Arfan lembut, gadis itu hanya diam tak menolak saat Arfan menarik tangannya. Kemudian mereka berdua berjalan menuju parkiran kampus. Setelah sampai di sana. Arfan langsung tancap gas, berniat ingin mengantar Nazifa sampai rumah.


-


-

__ADS_1


-


ā£


__ADS_2