
"Celestia, ada seseorang mencari kamu!? Tia!?" teriak bu Linda dengan tergopoh-gopoh masuk ke dalam rumah. Bu Linda dengan panik mencari Celestia yang berada di dapur memasak untuk persiapan makan siang.
Tadi bu Linda sedang menyapu halaman depan rumah. Sedangkan Celestia pagi ini sedang sibuk memasak di dapur. Jangan lupakan Adelio pun tidak kalah ikutan sibuk. Adelio ikut pak Hendra ke kebun yang letaknya tidak jauh dari rumah. Selain itu di sekeliling rumah Celestia juga ditanami tanaman seperti cabe, tomat, ubi rambat dan ubi kayu.
"Ada apa, bu? Kok ibu sampai ngos-ngosan begitu loh!? Ibu lihat hantu di depan rumah pagi-pagi seperti ini?" kata Celestia.
"Mana ada hantu di pagi bolong seperti ini. Kamu ada-ada saja. Itu ada seorang pria mencari mu, Tia!? Ibu tidak mengenalnya. Siapa lagi pria itu, Tia?! Ibu kok jadi mengkhawatirkan kamu sih, nduk!? Kamu itu kok dikerumuni pria-pria ganteng dan seperti nya tajir juga kayak nak Adelio," ucap bu Linda panjang lebar.
"Namanya juga gadis cantik, baik hati, ramah tamah, sopan, pintar dan juga suka bergaul dengan siapa saja pasti teman-teman nya banyak to, bu!?" sahut Celestia.
"Teman atau teman? Ibu kok menjadi takut kalau kamu punya banyak pacar. Haduh itu namanya apa kalau cewek banyak pacar itu? Kalau laki-laki dibilang playboy. Kalau cewek di bilang apa? Play girls atau apa yah?" ucap bu Linda malah ngoceh tidak jelas.
"Ya sudah, sedikit lagi kerjaan Tia selesai. Aku akan menemui pria yang mencari ku. Bagaimana kalau ibu yang menemani nya dulu. Tidak apa-apa kan, bu?!" kata Celestia.
"Temui dulu teman kamu itu. Sini biar ibu lanjutkan memasak nya. Tinggal memasak apa sih?" ucap bu Linda.
"Ini rebusan daun pucuk ubi muda dan kacang panjang. Ini sambel terasi nya sudah saya buat kok, bu. Tahu tempe serta ayam nya sudah aku goreng," jelas Celestia.
"Oh, tinggal nunggu matang sayuran-sayuran nya yah. Ya sudah, ibu tungguin saja. Kamu temui teman kamu dulu. Dan jangan lupa, sekalian buatkan minuman buat teman kamu, Tia," kata bu Linda.
__ADS_1
"Hem, baik bu!?" sahut Celestia.
*****
"Loh, Raja?! Kok kamu bisa tahu rumah aku sih?!" ucap Celestia saat keluar menemui seseorang yang mencarinya. Raja terlihat meringis saja saat bisa ketemu dengan Celestia.
"Jangan banyak bertanya-tanya yah, Tia! Yang terpenting, aku bisa sampai di rumah kamu dan bisa ketemu kamu, pacarku," kata Raja.
"Eh?? Em??" Celestia menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Tentu saja Celestia kembali bingung, kenapa Raja bisa menemukan rumah tinggal orang tuannya. Lagipula saat ini di rumahnya ada Adelio. Jangan lupa kedua orang tua Celestia sudah merestui dan mengijinkan Adelio untuk membuat acara pertunangan dengan Celestia. Itu artinya Celestia sudah dipinang oleh Adelio. Bagaimana jika nanti Raja tahu?
"Raja, di minum dulu teh panas nya," kata Celestia.
"Oke! Bapak kamu mana, Tia?" kata Raja.
"Oh, aku juga ingin berkenalan dengan bapak ibu kamu. Sebagai calon menantu yang baik kan harus ramah bukan?" kata Raja.
"Eh, em??" Celestia kembali menggaruk tengkuknya sendiri.
*****
__ADS_1
"Loh, bapak dan nak Adelio sudah kembali yah?! Kalau begitu ibu langsung, siapkan makanan nya yah!?" ucap bu Linda saat melihat pak Hendra dan Adelio tiba dari kebun belakang. Mereka memang melewati pintu belakang rumah dan tidak melewati pintu depan atau teras depan. Di mana di sana ada Celestia dan Raja sedang duduk mengobrol di teras depan rumah.
"Di mana Tia, bu?" tanya pak Hendra.
"Ada di teras depan rumah. Ada teman kuliahnya datang ke rumah," jawab bu Linda. Adelio yang mendengar nya jadi mengerutkan dahinya.
"Teman kuliah Tia? Laki-laki atau perempuan, bu?" tanya pak Hendra lagi.
"Laki-laki, pak!?" jawab bu Linda. Kembali Adelio mengerutkan dahinya. Tanpa berkata-kata, Adelio berjalan menuju ke depan teras rumah. Tentu saja Adelio sangat penasaran siapa laki-laki yang datang menemui Celestia. Pak Hendra dan bu Linda saling berpandangan dengan sikap Adelio yang langsung bergegas menuju ke depan rumah.
"Bu, Kira-kira laki-laki yang datang itu teman Celestia atau pacar Celestia, bu? Takutnya nanti bisa ramai jika anak mu punya pacar dua sekaligus," ucap pak Hendra.
"Kalau Celestia punya pacar dua, ya mulai sekarang Tia harus bisa menentukan pilihan nya. Bukannya semalam Celestia sudah setuju dan mau diajak bertunangan dengan nak Adelio? Itu artinya Tia sudah mantap memilih nak Adelio," kata bu Linda.
"Hem, benar juga! Tapi nanti diantara mereka pasti ada yang kecewa karena Celestia harus menentukan pilihan nya. Takutnya ada yang sakit hati lalu bertikai. Wah, aku gak mau lo bu, gara-gara anak kita dua pria jadi berantem," ucap pak Hendra.
"Tenang saja pak! Sepertinya dua laki-laki ini semuanya orang berpendidikan. Pasti memakai otaknya dalam menyelesaikan masalah nya, bukan memakai otot nya ketika dihadapkan masalah seperti ini," kata bu Linda.
****
__ADS_1
"Celestia!?" panggil Adelio saat Adelio melihat Celestia asyik duduk dan mengobrol dengan Raja. Raja yang melihat dosen mudanya ada di rumah Celestia tentu saja sangat terkejut. Mungkin jika Raja ada riwayat penyakit jantung bisa tiba-tiba terserang penyakit jantung nya.
"Pak Adelio!? Bapak di sini? Ngapain pak?!" ucap Raja. Pak Adelio tersenyum sinis seraya menarik lengan Celestia hingga berdiri di sebelah pak Adelio.