
"Kamu harus yakin dan percaya dengan kemampuan kamu, Celestia! Sidang skripsi ini, aku yakin kamu bisa mempresentasikan serta menjawab pertanyaan dari tim penguji skripsi. Selain itu, aku yakin kamu bisa memaparkan dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu tulis. Kamu harus bisa menjelaskan semuanya yang sudah kamu tulis dengan teori-teori yang ada," ucap Caca panjang lebar.
Saat ini Celestia sudah di depan ruangan yang akan digunakan sebagai sidang skripsi. Celestia sudah mempersiapkan semuanya dari snack, nasi kotak untuk panitia penguji sidang skripsinya maupun beberapa fotocopy dari skripsi nya mengenai apresiasi karya sastra. Raja pun saat ini ikut memotivasi Celestia, walaupun keduanya sudah tidak ada hubungan spesial pacaran. Raja masih berhubungan dan berpacaran dengan Caca. Menurut cerita Caca, antara Raja dan Caca sebentar lagi akan bertunangan. Celestia yang mendengar cerita itu, ikut senang.
"Aku yakin dengan kemampuan kamu, Celestia! Kamu pasti bisa menjawab semua pertanyaan dari tim penguji sidang skripsi. Lagipula skripsi kamu semua murni hasil dari pemikiran kamu. Kamu jujur dalam membuat tugas akhir itu dan tidak menyerahkan pada calo skripsi yang sedang marak-maraknya di lingkungan kampus," kata Raja.
Celestia tersenyum ramah. Walaupun saat ini Celestia sudah mulai grogi lantaran sebentar lagi waktu nya akan ujian sidang skripsi secara tertutup dan hanya mahasiswa yang akan sidang skripsi beserta para tim dosen yang menguji.
"Celestia! Semangat yah!" ucap Caca saat Celestia hendak masuk ke ruangan sidang skripsi. Beberapa dosen telah masuk ke ruangan sidang, termasuk Adelio dan juga bu Anggun.
Celestia menarik nafasnya dalam-dalam saat sudah berdiri di depan. Beberapa saat kemudian, sidang skripsi hendak dimulai dan Celestia menatap beberapa dosen yang berada di ruangan itu. Jangan lupakan Adelio di ruangan yang sama itu. Adelio seperti cuek dan tidak mengenal Celestia yang notabene adalah tunangan nya.
Bu Angun terlihat judes duduk menatap tajam ke depan, ke arah Celestia yang terlihat cantik dengan berpakaian hitam putih, rok span di bawah lutut.
Setelah Celestia mempresentasikan dan memaparkan skripsi nya, kini giliran para tim penguji sidang mulai mengajukan bertanya.
"Oke, saudari Celestia! Saya tidak akan bertanya soal isi dan pemaparan dari skripsi saudari. Namun ada beberapa pertanyaan yang menggelitik pada diri saya dan rasanya saya cukup penasaran. Dan mungkin saja kalau belum saudari menjawabnya, saya bisa-bisa tidak bisa tidur dengan nyenyak," ucap salah satu dosen penguji sebut saja pak Drajat.
Di ruangan itu semua dosen yang mendengar tertawa. Sukses membuat Celestia malu-malu tersenyum.
__ADS_1
"Silahkan pak Drajat! Saya akan berusaha menjawabnya jika berkaitan dengan skripsi. Diluar dari skripsi saya, mungkin saya tidak bisa menjawabnya jika pertanyaan pak Drajat ke luar dari pembahasan skripsi saya," ucap Celestia yang diam-diam mencuri pandang. pada Adelio.
"Saya pikir, selama saudari menyusun skripsi ini. Apa yang menjadi kendalanya? Mengingat di sini tertera bahwasanya pembimbing satu adalah pak Adelio sedangkan pembimbing kedua adalah bu Angun. Bagaimana cara saudari menyatukan dua gagasannya mereka, dimana yang saya tahu antara pak Adelio dengan bu Anggun sering kali berbeda pemikiran," kata pak Drajat.
Setelah pak Drajat berkata demikian semua dosen di ruangan itu terkekeh lalu saling menatap ke arah pak Adelio dan bu Anggun secara bergantian.
"Pertanyaan yang luar biasa dari Pak Drajat! Jawabannya adalah, saya menggabungkan gagasan dan ide kedua dosen besar ini di tulisan saya. Sehingga selama kurang lebih tiga bulan ini saya mengerjakan dan bahkan menyelesaikan skripsi saya tidak ada kesulitan apapun. Demikian pak Drajat jawaban dari saya. Semoga pak Drajat puas dengan jawaban ini," kata Celestia. Pak Drajat manggut-manggut mendengar penjelasan dari Celestia.
Bu Anggun dan Pak Adelio pun ikut mengajukan pertanyaan yang ada di dalam penjabaran skripsi Celestia. Dan dengan mudah Celestia menjawabnya dengan penuh percaya diri. Kini satu dosen penguji kembali bertanya kepada Celestia.
"Satu pertanyaan akhir dari saya buat saudari Celestia! Siapa yang menjadi semangat saudari untuk menyelesaikan skripsi saudari dengan cepat. Bahkan saudari bisa menyusun skripsi ini kurang lebih tiga bulan. Waktu yang lumayan singkat jika mengingat jam terbang dari dua dosen pembimbing saudari Celestia ini sangat tinggi. Apalagi pak Adelio yang tidak hanya mengajar di kampus ini. Beliau juga sebagai motivator dan juga pemateri dalam setiap seminar-seminar nasional. Bahkan yang saya dengar, pak Adelio ini juga pebisnis muda yang memiliki usaha-usaha di perusahaan nya," kata pak Joko, dosen senior yang cukup disegani di kampus itu.
"Ayo dijawab dong!" sahut Adelio. Sukses membuat para dosen-dosen senior tertawa. Suasana ujian sidang skripsi itu tidak ada tegang-tegang nya sama sekali. Ini seperti sedang mengerjai Celestia yang sudah dikenal sebagai tunangan atau calon istri dari Adelio.
"Beliau lah yang menjadi penyemangat saya untuk bisa merampungkan skripsi saya ini. Pak Adelio," ucap Celestia. Sukses setelah berkata seperti itu rona wajah Celestia memerah. Para dosen senior terkecuali bu Anggun terkekeh puas mengerjai Celestia yang merupakan kekasih dari salah satu dosen di ruangan itu, Adelio.
"Alhamdulillah! Setelah lulus kita menikah yah, sayang!" sahut Adelio. Kembali para dosen-dosen senior itu terkekeh mendengar celotehan Adelio. Jangan ditanya lagi bagaimana malu dan wajah merona ada di wajah Celestia. Kecuali bu Anggun yang sudah merasakan cemburu dan enek dengan sidang skripsi di ruangan itu.
"Oke, cukup bercandanya! Saya rasa sidang skripsi ini sudah cukup!" sahut bu Anggun.
__ADS_1
"Oke, sidang skripsi ini dinyatakan sukses. Dan saudari Celestia Belindanur dinyatakan lulus dengan nilai A untuk hasil skripsi nya," kata pak Joko dan pak Djarot pun berdiri.
Celestia tersenyum lebar saat para dosen senior itu mengatakan lulus pada dirinya. Satu persatu dosen di ruangan itu, di salami oleh Celestia. Termasuk Adelio sendiri. Tentu saja para dosen di ruangan itu kembali menggoda Adelio dan juga Celestia.
"Cie, cie yang sebentar lagi mau menikah!" ucap pak Joko yang ikut senang saat Adelio dengan nekat memeluk Celestia. Jangan lupakan bu Anggun yang sudah keluar dari ruangan itu.
"Selamat yah, sayang!" ucap Adelio pelan seraya mengacak-acak puncak kepala Celestia.
"Terimakasih, kak! Ayo kita makan yuk!" ajak Celestia.
"Ayolah! Mau apa, aku yang traktir!" sahut Adelio.
"Mau iga bakar, kak!" kata Celestia.
"Apapun yang kamu minta, akan aku penuhi! Ayo!" sahut Adelio.
"Asyik! Bentar lagi aku akan wisuda dan setelah itu kita menikah!" kata Celestia.
"Hore! Sebentar lagi kita kawin kan?" sahut Adelio. Sukses mendapatkan cubitan di pinggangnya.
__ADS_1
"Ehem, kalian ini! Lupa kalau masih ada kami. di ruangan ini?" protes Pak Djarot sambil bercanda.