DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU

DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU
BAB 38


__ADS_3

Celestia menangis terharu karena karya skripsi nya itu adalah bentuk tugas akhir untuk mencapai kelulusan. Dan tinggal selangkah lagi, Celestia akan segera mendaftar wisuda. Namun sebelum itu, Celestia harus sedikit merevisi bagian yang menurut tim penguji harus ada revisi dan sedikit perubahan. Celestia harus secepatnya merevisi hingga pada akhirnya menjadikannya bentuk skripsi yang lengkap dengan pengesahan nya.


"Selamat Celestia! Kamu lulus dengan nilai A untuk skripsi yang kamu buat!" ucap Caca sambil memeluk sahabat dekatnya itu. Raja juga masih di sana ikut senang dengan keberhasilan Celestia dalam menghadapi sidang skripsi. Apalagi mendapatkan nilai terbaik.


"Selamat, Celestia! Aku bangga memiliki teman seperti kamu. Selain tekun, rajin dan juga cantik. Kamu pantang menyerah dan putus asa," kata Raja ikut memberi selamat pada Celestia.


"Terimakasih banyak Caca, Raja! Kalian adalah sahabat ku yang suka memberikan support. Kalau tanpa kalian mungkin aku bukan apa-apa," sahut Celestia.


"Ais, orang sastra mulai keluar bahasa melebih-lebih kan. Hahaha. Tanpa aku dan Raja, hidup kamu tetap berwarna Celestia. Karena aku tahu, pak Adelio lah semangat hidup kamu yang sebenarnya bukan?" ujar Caca. Celestia terkekeh mendengar penuturan dari Caca. Demikian halnya Raja yang sekarang sudah melupakan perasaannya terhadap Celestia dan hanya setia pada Caca.


"Ya sudah, kalian mau aku traktir tidak?" tantang Celestia. Caca dan Raja saling berpandangan.


"Wah seperti nya lain kali saja deh! Aku dan Raja setelah ini sudah ada acara lain. Aku pikir, ini waktu kamu untuk merayakan keberhasilan kamu dalam sidang skripsi tadi bersama dengan pak Adelio, tunangan kamu," ucap Caca. Raja menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Sedangkan Caca tersenyum malu-malu saat Celestia melihat Caca dan Raja secara bergantian.


"Hem, oke oke kalau begitu! Sepertinya aku juga harus merayakan bersama kak Adelio," sahut Celestia.


"Oke, kalau begitu kami cabut dulu yah! Selamat bersenang-senang dengan kak Adelio mu itu, Celestia!" ujar Caca.

__ADS_1


"Heem, kalian juga yah met happy happy saja," sahut Celestia.


"Hari ini untuk happy happy dulu dan santai saja. Besok baru mulai merevisi. Setelah itu pengajuan tanda tangan pada semua tim penguji skripsi dan dosen pembimbing sebelum karya skripsi di jilid kan," gumam Celestia.


Celestia kini mencoba menghubungi pak Adelio, untuk mengajaknya jalan dan makan-makan. Hari ini bagi Celestia adalah hari istimewa karena berjuang dalam sidang skripsi nya. Dan ternyata membuahkan hasil yang memuaskan.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Kita pulang dulu yah, sayang! Setelah itu baru pergi makan-makan. Bunda harus tahu kalau kamu dinyatakan lulus karena telah selesai dengan sidang skripsi kamu. Bahkan mendapatkan nilai terbaik," ucap Adelio saat Celestia dan dirinya telah berada di dalam mobil. Mereka pulang bersama dari kampus setelah Celestia menunggu dosen muda itu selesai dengan jadwalnya hari ini.


"Oke, siap kak! Rasanya seneng banget dan lega sudah kelar," sahut Celestia.


"Kamu ingat tidak saat pak Slamet, dosen senior itu mengatakan kalau suatu saat kita akan berjodoh? Ucapan pak Slamet seperti doa. Bahkan sekarang kita telah bertunangan," ucap Adelio. Celestia mengerutkan dahinya berusaha mengingat ucapan pak Slamet waktu itu.


"Hem, saya tidak ingat kak! Apa mungkin pak Slamet bicara soal itu hanya kak Adelio saja bersama dengan pak Slamet saja," kata Celestia.


"Eh? Mungkin saja yah! Oh iya, aku rasa pak Slamet saat itu mendatangiku ke ruangan ku. Mungkin benar, tidak ada kamu di sana," ucap Adelio. Celestia manggut-manggut menyimak cerita Adelio.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


"Selamat, Celestia sayang! Kamu sudah melalui sidang skripsi! Tinggal beberapa tahap lagi, kamu akan segera di wisuda, sayang! Dan Adelio dan kamu akan segera meresmikan hubungan kalian dalam bentuk pernikahan. Wah, rasanya bunda sudah tidak sabaran ingin melihat kamu mengandung anak Adelio," ucap bunda Jelita. Celestia jadi tersipu malu.


"Astaghfirullah, bunda! Menikah saja belum, ini bunda ingin melihat Celestia hamil sih," sahut Adelio.


"Hehehe, bunda sangat bahagia sekali. Celestia sebentar lagi akan menyandang sarjana pendidikan. Adelio kamu setelah ini harus memberikan kesempatan dan ijin bagi Celestia untuk mengajar dan menjadi guru loh. Awas jika kamu tidak mengijinkan Celestia bekerja," ucap bunda Jelita.


"Tapi bunda! Kenapa Celestia harus bekerja sih, kalau aku bisa memberikan nafkah. Aku janji akan memberikan uang bulanan yang besar, untuk biaya perawatan, biaya shoping dan uang untuk mengelola kebutuhan rumah tangga," protes Adelio.


Bunda Jelita dan Celestia saling berpandangan. Lalu keduanya tersenyum lebar saat Adelio mengatakan itu.


"Berapa yang akan kamu berikan ke istri kamu nanti, nak? Jika kamu melarang nya untuk bekerja?" tanya bunda Jelita.


"Kurang lebih tiga ratus sampai lima ratus juta, bun!" jawab Adelio. Bunda Jelita dan Celestia melebar bola matanya dengan sempurna. Lalu tersenyum lebar. Bunda Jelita memeluk Celestia dengan bahagia.


"Semoga kamu bisa menjadi istri Adelio yang baik yah, nak! Demikian juga Adelio bisa menjadi suami kamu yang penuh perhatian, kasih sayang, dan bertanggung jawab," ucap bunda Jelita seraya memeluk Celestia.

__ADS_1


"Aamiin bunda!" gumam Celestia dengan rasa penuh keharuan.


__ADS_2