DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU

DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU
BAB 39


__ADS_3

"Kalian harus berhasil dengan rencana ini. Buat seolah-olah ini sebuah kecelakaan. Aku ingin Celestia si perusak hubungan ku dengan Adelio itu mampus. Sehingga Adelio akan kembali dengan aku," ucap Anggun dengan senyum seringai.


Saat ini Anggun sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan di ponselnya. Dia menyuruh seseorang untuk mencelakai Celestia. Bila perlu dilenyapkan di muka bumi ini.


"Siap nona! Tapi kami meminta bayaran mahal dalam pekerjaan ini. Masalahnya ini menyangkut hidup mati kami, nona. Jika kami ketahuan melakukan tindakan kriminal atau kejahatan seperti ini, seumur hidup kami bisa dijebloskan dalam penjara. Jika kami tertangkap, kami tentu saja akan menyeret nona juga," ucap seseorang di seberang sana yang merupakan orang suruhan Anggun untuk mencelakai Celestia.


"Kalian ini benar-benar yah! Belum juga menjalankan perintah ku tapi sudah meminta upah. Baiklah, aku akan mentransfer setengah dulu. Sisa nya akan aku transfer setelah kalian berhasil menjalankan tugas dariku," kata Anggun.


"Siap, nona! Nona jangan menyepelekan kami. Kami tidak pernah sekalipun gagal dalam menghabisi nyawa seseorang. Apalagi ini hanyalah seorang gadis yang ibaratnya seperti semut kecil yang bisa kami injak saja, mampus dengan mudah," sahut seseorang suruhan Anggun yang berjenis kelamin laki-laki itu.


"Sudah cukup kalian bicara! Aku hanya butuh bukti bukan omong kosong saja. Baiklah, aku akan mentransfer kalian sekarang juga. Dan secepatnya kalian kerjakan apa yang aku perintah kan. Gadis ini saat ini tinggal di kost dekat kampus. Nanti aku kirim alamat gadis itu supaya kalian bisa mudah membawanya pergi dari sana dan kalian bisa menjalankan tugas kalian dengan mudah tanpa meninggalkan jejak," ucap Anggun.


"Siap, nona!" sahut laki-laki suruhan Anggun.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Siapa kalian! Kenapa kalian membawaku ke sini? Tempat apa ini? Mana kak Adelio?" ucap Celestia.


Dua pria itu saling berpandangan. Lalu keduanya sama-sama tersenyum seringai melihat penampilan Celestia dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Jangan berisik nona! Kami ingin mengajak nona bersenang-senang terlebih dahulu bersama dengan kami," kata salah satu pria sebut saja Marco.


"Bos, sesuai perintah non Anggun, kita langsung saja menghabisi gadis ini saja bos. Bukankah kita sudah menyiapkan racun untuk gadis ini. Jadi kita tidak perlu memutilasi gadis ini. Biarkan dia mati seolah-olah bunuh diri," ucap teman Marco sebut saja Jhonson.


"Aku pikir, ini tidak menguntungkan bagi kita Jhonson. Sebelum gadis ini kita cekoki dengan minuman yang sudah kita kasih racun. Kita nikmati saja tubuh indah nya itu. Kita nikmati saja. Tentu saja setelah aku, baru kamu Jhon," kata Marco.


"Hahaha, wah benar juga apa kata kamu bos! Sepertinya kita memang harus menikmati dulu gadis ini. Aku pikir dia pasti masih perawan, bos," sahut Jhonson.


"Hahaha," Jhonson dan Marco tertawa lepas sambil tersenyum menatap liar Celestia.


"Kalian mau apa, hah? Dimana kak Adelio? Dimana? Kalian telah membohongi aku!" ucap Celestia mulai panik. Dua pria itu mulai berjalan mendekati Celestia hingga dekat dan lebih dekat membuat Celestia semakin memucat wajahnya.

__ADS_1


Benar! Dua pria suruhan Anggun tadi menggiring Celestia ke suatu bangunan kosong. Tempat itu adalah bekas gudang pabrik gula di pinggiran kota. Saat Dua pria itu menggiring Celestia, mereka mengatakan kebohongan bahwa Adelio telah mengalami kecelakaan tunggal di pinggiran kota. Dan karena panik, Celestia percaya begitu saja dengan kabar dua pria asing itu.


Sukses kebohongan dari pria suruhan Anggun itu bisa membawa Anggun keluar dari tempat kost nya. Dan sekarang dua pria itu dengan leluasa bisa menghabisi Celestia. Namun karena melihat wajah Celestia yang menawan, kedua pria itu merubah rencananya. Mereka tidak langsung menghabisi Celestia dengan memaksa nya minum racun. Tetapi kedua pria itu ingin menodai Celestia secara bergilir.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Apa? Celestia hilang?" ucap Adelio saat mendengar berita dari Caca bahwa sudah beberapa hari Celestia tidak ada di kost nya.


Memang Adelio sengaja tidak ingin mengganggu Celestia saat merevisi skripsi nya yang terakhir. Dan Adelio pikir saat dirinya menghubungi Celestia dan tidak diangkat oleh Celestia, memang itu sengaja Celestia lakukan. Karena tidak ingin diganggu. Ternyata diluar dugaan. Celestia tidak ada di kost nya dan dinyatakan hilang tanpa kabar. Menurut ibu kost, terakhir kali ada seorang pria mendatangi Celestia ke kost nya dan akhirnya Celestia pergi bersama laki-laki asing itu.


Adelio mulai panik dengan berita itu. Dengan cepat, Adelio menyuruh seseorang melacak ponsel Celestia supaya bisa ditemukan jejak Celestia.


🌸🌸🌸🌸🌸


Celestia terlihat sangat berantakan sekali. Jhonson dan Marco telah menodai kesuciannya. Sukses Celestia terkena mental. Tanpa diminta pun, Celestia ingin mengakhiri hidupnya dengan minuman yang telah diberi racun oleh dua pria suruhan Anggun.


"Hiks hiks hiks, kak Adelio! Maafkan aku kak! Aku tidak bisa menjaga kesucianku. Hidup dalam penghinaan seperti ini rasanya begitu sulit, kak. Aku lebih baik mati daripada menanggung malu seperti ini," gumam Celestia yang terlihat berantakan karena dia telah direnggut kesucian nya oleh Jhonson dan Marco secara bergiliran. Tangan Celestia gemetaran saat mengambil botol minuman yang mengandung racun mematikan itu.


"Benar! Kekasih dan tunangan kamu tidak akan menerima kamu lagi, nona! Hahaha. Jadi untuk apa kamu hidup, hah?" sambung Marco berusaha membuat Celestia semakin hancur.


"Kalian benar-benar biadab! Kalian telah menghancurkan hidupku! Puas kalian? Puas?" ucap Celestia dengan gemetaran.


"Hahaha, kami hanya orang suruhan saja nona! Yang sebenarnya yang jahat dan kejam adalah teman nona. Kamu tentu sangat mengenalnya bukan? Dia adalah bu Anggun!" ucap Marco. Celestia melebar bola matanya dengan sempurna. Bahkan botol racun yang sempat dia minum lepas dari genggaman tangannya.


"Bu Anggun? Dia bukan temanku!" gumam Celestia.


"Hahaha, benar! Kalau teman tidak mungkin menyuruh kami untuk menghabisi nona! Karena nona sudah hancur, kami pikir kami. tidak perlu membunuh nona bukan? Nona pasti dengan sendirinya ingin mengakhiri hidup nona sendiri karena merasa hina dan menjijikkan," kata Jhonson.


"Rasanya memang kematian jalan yang terbaik untuk lepas dari penderitaan ini. Namun setelah aku mendengar siapa yang hendak mencelakai dan membunuh aku, aku ingin hidup dan membalas semua kejahatan ini," ucap Celestia.


"Hahaha, kalau begitu kami harus bertindak! Kami berdua akan memaksa kamu untuk meminum racun itu," sahut Jhonson. Marco dan Jhonson kembali mendekati Celestia dan berusaha mencekoki Celestia dengan minuman yang beracun itu. Namun tiba-tiba saja ada suara sirene mobil polisi mendekati gudang itu. Marco dan Jhonson saling berpandangan lalu memilih kabur dari tempat itu.

__ADS_1


"Kita pergi Jhonson sebelum polisi menangkap kita!" ucap Marco panik.


"Tapi, bos! Bagaimana dengan gadis ini? Dia belum mati," sahut Jhonson.


"Sudah biarkan saja! Kita lebih baik secepatnya lari! Kamu mau ditangkap dan dipenjarakan?" kata Marco.


"Tentu saja tidak bos!" sahut Jhonson.


"Ayo cepat! Jangan buang-buang waktu lagi!" kata Marco seraya menarik tangan Jhonson supaya secepatnya lari meninggalkan tempat itu hingga menyisakan Celestia yang sudah berantakan.


"Kak Adelio! Kakak! Maafkan aku kak! Aku tidak bisa menjaga kesucian ku," gumam Celestia. Celestia gemetaran saat Adelio beserta orang-orang anak buah Adelio dan beberapa polisi datang ke gudang itu.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Celestia! Celestia! Celestia bangun sayang! Kamu mimpi buruk yah?" ucap Adelio seraya menepuk pipi kanan dan kiri Celestia secara perlahan-lahan. Adelio mengusap keringat dingin di dahi Celestia. Celestia pelan-pelan membuka kedua matanya. Saat pertama yang dilihat nya adalah Adelio, tunangan nya tanpa ragu Celestia langsung memeluknya.


"Kak Adelio! Astaghfirullah, alhamdulillah semua hanya mimpi! Alhamdulillah ya Alloh!" ucap Celestia masih dengan mode memeluk Adelio dengan erat.


"Hai, Hai jangan menggoda ku seperti ini yah sayang! Besok kita menikah. Sabar dikit kenapa!" kata Adelio. Sukses ucapan Adelio mendapatkan pukulan di lengannya.


"Hiks, hiks hiks kak Adelio!" gumam Celestia manja.


"Sudah, sudah minum dulu yah! Kamu ini bisa-bisa nya tertidur di dalam mobil," kata Adelio.


"Habis ngantuk banget kak! Capek juga seharian ini fitting baju pengantin. Apalagi sampai beberapa kali nyobain baju pengantin nya," keluh Celestia.


"Hehehe, maaf sayang! Aku hanya ingin pesta pernikahan kita yang insyaallah akan kita laksanakan seumur hidup sekali saja ini memiliki kesan. Dan aku akan membuat pesta pernikahan kita ini luar biasa dan spektakuler. Kamu akan menjadi pengantin ku yang cantik bagaikan bidadari," ucap Adelio penuh pujian.


"Terimakasih, kak! Boleh meluk lagi kan? Aku sangat bahagia, bisa menjadi istri kakak," kata Celestia. Adelio kini merengkuh Celestia sambil membelai rambut lurus nya.


"Akulah pria yang paling beruntung, bisa menjadi suami kamu, Celestia sayang! Semoga besok acara pernikahan kita berjalan lancar dan sukses. Semoga kita selalu berjodoh dunia akhirat," ucap Adelio.

__ADS_1


"Aamiin," ucap Celestia dan Adelio secara bersama-sama.


__ADS_2