
"Bunda Jelita, Adelio!?" panggil seseorang dengan suara wanita.
Sontak saja bunda Jelita, Celestia dan juga Adelio yang mendengar seseorang memanggil nama bunda Jelita dan juga Adelio menoleh ke belakang. Seorang wanita yang memanggil itu ternyata adalah bu Anggun. Tidak jauh bu Anggun berjalan dengan cepat mendatangi ketiga orang itu ada papa mama nya bu Anggun yaitu pak Baskoro dengan bu Anggit.
"Eh?? Anggun?! Ada apa??" sahut bunda Jelita saat Anggun sudah berada di dekat Bunda Jelita, Adelio dan juga Celestia.
"Boleh kah kita kembali ke restoran itu! Kita makan bersama dengan papa mama saya. Bunda Jelita pasti sangat mengenal dekat dengan mama papa saya bukan? Menurut cerita papa mama saya, bunda Jelita dahulunya adalah teman sekolah dari mama papa," ucap Anggun. Bunda Jelita kini melihat ke arah pak Baskoro dengan istrinya, bu Anggit.
"Bunda, alangkah baiknya kita duduk bersama dan makan di restoran itu. Siapa tahu kesalahpahaman antara bunda dengan kedua orang tua bu Anggun bisa diselesaikan," kata Adelio.
"Jelita!?" panggil pak Baskoro yang kini datang mendekat bersama dengan bu Anggit.
__ADS_1
"Tidak ada lagi yang perlu diselesaikan. Kami tidak ada masalah kok! Aku lagi kurang minat makan di restoran itu. Ayo Adelio, lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini. Ayo Celestia!?" kata bunda Jelita yang seolah ingin menghindari pak Baskoro dengan bu Anggit.
"Jelita!? Tidakkah kamu kangen dengan aku? Sebentar saja, kita sekedar ngeteh atau minum minuman segar di restoran itu," sahut bu Anggit. Bunda Jelita kini melihat ke arah Adelio. Sebenarnya bunda Jelita sudah terlihat malas berada di tempat itu. Tapi akhirnya bunda Jelita menarik nafasnya dalam-dalam lalu menyanggupi permintaan teman dekatnya dahulu.
"Baiklah, hanya sebentar saja!?" kata bunda Jelita. Akhirnya senyuman lebar kini tersinggung di kedua sudut Adelio. Demikian juga Anggun dan mama papa nya.
*****
Adelio ikut senang ketika melihat bunda nya sudah mulai bersikap baik dengan pak Baskoro dengan bu Anggit. Apalagi Anggun ikut senang melihat orang tua mereka kembali berbaikan. Dalam benak Anggun, ini adalah langkah awal untuk kembali mendekati Adelio. Di lain sisi Celestia tiba-tiba merasa khawatir dengan semua itu. Khawatir jika tiba-tiba saja Adelio berubah pikiran untuk menggagalkan pertunangannya dengan dirinya. Celestia menjadi diam menundukkan kepala nya.
Setelah bunda Jelita dan kedua orang tua Anggun terlihat berbaikan, kini pak Baskoro mulai bertanya soal hubungan Anggun dengan Adelio yang terputus hubungan nya.
__ADS_1
"Jadi, apakah kira-kira kita bisa menjadi besan bunda Jelita?! Aku rasa antara Anggun dengan Adelio sangat serasi dan cocok loh," kata pak Baskoro.
"Benar, Jelita!? Aku ingin kita lebih dekat lagi dengan menjadi besan," sambung bu Anggit.
Terlihat bunda Jelita melihat ke arah Adelio dan Celestia secara bergantian. Orang yang dilihat bunda Jelita kini malah tiba-tiba menunjukkan kemesraan nya. Adelio dengan sengaja meraih pergelangan tangan Celestia dan menggenggamnya erat. Bunda Jelita tentu saja paham betul dengan sikap Adelio yang sudah mantap memilih Celestia. Bahkan Adelio sudah menjadikan Celestia tunangannya. Kini bunda Jelita beralih pandangan nya ke arah pak Baskoro dengan bu Anggit.
"Maaf, Baskoro dan Anggit! Kalau soal itu, aku serahkan semuanya pada Adelio. Karena Adelio lah yang akan menjalani hidup rumah tangga nya kelak. Dan asal kalian tahu, sekarang ini Adelio telah bertunangan dengan Celestia. Dan sebentar lagi, kami juga akan kembali membuat acara pesta kecil di sini kalau mereka telah bertunangan saat di kampung nya Celestia," ucap bunda Jelita. Adelio yang mendengar apa yang dikatakan oleh bunda nya menjadi bernafas lega. Demikian juga halnya Celestia. Genggaman tangan Adelio semakin erat menggenggam tangan Celestia. Hal itu semakin membuat Anggun menjadi cemberut.
"Adelio!?" gumam Anggun. Anggun tiba-tiba permisi dari tempat itu.
"Bunda, papa mama, aku ke toilet dulu!?" pamit Anggun yang berusaha menyembunyikan perasaan nya yang sedih dan merasa patah hati karena jelas-jelas melihat Adelio menunjukkan kemesraan nya di depan matanya.
__ADS_1
"Ih menyebalkan sekali, Celestia itu!? Dia telah merebut Adelio ku!?" gumam Anggun sambil berjalan cepat meninggalkan tempat itu.