
Di sore hari, tiba-tiba saja Adelio datang ke kost Celestia bersama dengan bunda Jelita. Celestia yang masih di dalam kamarnya dan mungkin masih beristirahat dalam tidur siangnya setelah seharian beraktivitas kuliah di kampusnya.
Kedatangan Adelio di kost itu diketahui oleh Caca yang sore itu sudah duduk santai berdua bersama dengan Raja. Adelio tersenyum saat melihat kedua mahasiswanya itu duduk berdua di depan kost sore itu yang terlihat seperti sepasang kekasih. Mungkin Raja dan Caca telah memutuskan untuk berpacaran. Hubungan mereka sangat kilat dan cepat jadian setelah Raja benar-benar menjaga jarak dengan Celestia dan mundur teratur lantaran Celestia sudah memilih Adelio dan memutuskan untuk bertunangan dengan dosen muda itu. Kini Raja memilih berpindah ke lain body dan hati yaitu Caca.
Karena Caca belum punya pacar, akhirnya tanpa berpikir panjang akhirnya Caca menerima saja ajakan Raja untuk berpacaran dengan dirinya. Raja ingin cepat melupakan Celestia dengan memilih Caca sebagai pacar barunya.
"Pak Adelio!?" sebut Caca. Raja pun demikian halnya menatap Pak Adelio yang datang ke kost sore itu. Bunda Jelita menunggu di dalam mobil. Pak Adelio tersenyum melihat Raja dan Caca secara bergantian.
"Mencari Celestia yah, pak?" kata Caca.
"Benar! Celestia ada di dalam kan?" sahut pak Adelio.
"Benar, pak!? Saya panggilkan dulu pak. Silahkan duduk di sini. Raja, tolong temani pak Adelio dulu. Aku akan memanggil Celestia di dalam dulu," ucap Caca.
__ADS_1
Caca masuk ke dalam dan memanggil Celestia yang masih berada di dalam kamarnya. Sementara itu duduk di teras ada pak Adelio bersama dengan Raja.
"Saya tidak habis pikir. Ternyata selama ini pak Adelio mempersulit Celestia dalam mata kuliah sastra dengan tugas-tugas yang bisa dikatakan memberatkan pada Celestia, ternyata semuanya karena ada modus di dalamnya. Sampai akhirnya bapak bisa menjerat Celestia hingga bisa menjadi pasangan bahkan tunangan pak Adelio. Huh, Selamat pak Adelio!? Strategi anda dalam menjerat seorang wanita sangat cerdas. Saya acungin seratus jempol untuk anda pak Adelio," ucap Raja dengan tersenyum sinis.
Pak Adelio menanggapi semua perkataan Raja dengan tersenyum lebar. Pak Adelio malah terkekeh saat melihat sorot mata Raja yang menyimpan kebencian padanya.
"Hehehe, apakah ini masuk dalam persaingan? Dalam hal ini akulah pemenangnya. Dan kamu kalah saat berkompetisi melawanku. Nyatanya Celestia lebih memilih ku bukan?" sahut pak Adelio. Raja semakin gusar dengan ucapan dosen muda dan killer itu.
"Semua ini saya lakukan supaya bisa move on dengan Celestia. Saya sadar kalau Celestia menyukai pak Adelio. Bukan dengan saya," kata Raja.
"Hem, seiring waktu kita akan cepat melupakan seseorang dengan memupus harapan indah bersamanya," sahut pak Adelio.
*****
__ADS_1
"Celestia!? Bangun dong!? Di luar pak Adelio sudah menunggu kamu!? Ayo bangun," ucap Caca yang kini sudah berada di dalam kamar Celestia. Beruntung pintu kamarnya hanya ditutup saja dan tidak dikunci oleh Celestia dari dalam. Beberapa kali Caca membangunkan Celestia, tapi Celestia belum juga mau bangun.
"Ayolah, Celestia!? Kasihan pak Adelio sudah lama menunggu kamu," kembali Caca mengguncang badan Celestia.
"Hem, jam berapa sekarang?!" ucap Celestia dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sudah jam lima sore. Sana mandi atau cuci muka kamu. Pak Adelio sejak tadi menunggu kamu di depan teras di luar tuh," kata Caca.
"Pak Adelio datang ke kost?" sahut Celestia.
"Iya, benar!? Cepat sana cuci muka kamu dan temui dulu pak Adelio nya. Baru setelah itu kamu bisa mandi," kata Caca. Caca kali ini seperti mamak-mamak yang mulai ngomel-ngomel.
"Baiklah!? Aku ke depan dulu untuk menjumpai kak Adelio," sahut Celestia.
__ADS_1