DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU

DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU
BAB 33


__ADS_3

"Ayo, Celestia sayang!? Yang semangat dan cepat digarap skripsinya. Bahkan dua tahun ini aku masih sabar menunggu. Rasanya diujung kesabaran ku sudah hendak habis untuk cepat-cepat segera menikahi kamu," ucap Adelio sambil menggenggam pergelangan tangan Celestia.


"Iya, sebentar lagi. Aku harap antara kakak dan bu Anggun tidak berbeda ideologi dalam menerapkan metodologi dalam membedah karya sastra saya ini. Jika antara kakak Adelio dengan bu Anggun berbeda, itu akan menyulitkan aku, kak. Yang ada aku kebingungan sendiri," keluh Celestia.


"Jangan bingung-bingung dong sayang! Menulis karya ilmiah berbentuk skripsi ini harus dibuat dengan enjoy dan tanpa tekanan atau stress. Seperti halnya menulis sebuah novel berbagai jenis genre. Kamu menulis karyanya harus enjoy tanpa ada tekanan. Oke? Aku yakin, kamu bisa menulis skripsi yang bermutu tinggi," ucap Adelio panjang lebar.


Tiba-tiba saja Celestia menjadi sangat manja dengan Adelio. Kepalanya ia sandarkan di pundak Adelio. Adelio tersenyum seraya mengusap puncak kepala Celestia.


"Supaya tidak stress, bagaimana kalau kita jalan-jalan atau nonton film di XXI? Atau kamu mau apa, aku ikuti dan antar deh," sahut Adelio.


"Hem, nanti uang kakak habis!?" ucap Celestia sambil menjulurkan lidahnya meledek Adelio. Adelio semakin mengacak- acak puncak kepalanya Celestia.

__ADS_1


"Ih, kakak!? Rusak dong rambutku," kata Celestia dengan manja. Adelio semakin terkekeh saja mendapati tunangan itu semakin manja dengan dirinya.


"Sini aku sisir dan kepang," kata Adelio.


"Enggak ah, yang ada nanti kakak bikin aneh-aneh rambutku," ucap Celestia.


Adelio kini merangkum kedua pipi Celestia dengan lembut. Sesaat kedua netra mereka saling bertemu. Sejurus kemudian mereka diam dan bahkan Celestia memejamkan kedua matanya seperti sudah siap dan pasrah mendapatkan ciuman dari Adelio. Namun telah lama Celestia menunggu dan siap untuk menerima ciuman dari Adelio. Suara tawa Adelio terdengar meledak-ledak. Apalagi Adelio melihat Celestia seperti sudah pasrah menunggu dirinya untuk diciumnya. Padahal dirinya tidak bermaksud untuk mencium Celestia.


"Ih kakak ini!? Padahal aku tadi sudah siap kalau kakak mau..." ucap Celestia dengan cemberut. Adelio semakin terkekeh saja melihat tingkah lucu dari Celestia.


"Ya sudah deh! Balik dulu ke kost!?" kata Celestia sambil menyambar tasnya dan segera pergi meninggalkan Adelio yang duduk di ruang tengah di rumah nya. Namun dengan cepat Adelio menahan tubuh Celestia hingga Celestia terduduk di atas kedua pahanya. Kini. kedua netra mereka bertemu. Dengan cepat, Adelio mengecup bibir Celestia dengan lembut. Sukses kecupan itu membuat Celestia merona wajahnya dan menatap dengan lekat wajah Adelio dengan teduh.

__ADS_1


"Rasanya manis!?" ucap Adelio kembali mengecup bibir itu. Bahkan sedikit memainkan nya lama. Namun sungguh bagi Celestia itu adalah perdana. Selama dua tahun lebih mereka tidak pernah melakukan ciuman seperti itu. Sumpah demi apapun, itu akan membuat candu bagi keduanya. Selama ini hanya saling berpegangan tangan, bergandengan dan hanya cium pipi kanan dan kiri tanpa pernah mencium bibir. Kamu tidak percaya? Penulis pun gak percaya kok. Ciuss.


"Kak Adelio!?" gumam Celestia setelah Adelio mengusap bibir Celestia dengan lembut. Bekas dirinya memainkan bibir itu.


"Kamu suka?" tanya Adelio sambil tersenyum menyeringai.


"Hem, tapi aku takut kak!? Takut kalau aku hamil duluan," kata Celestia. Seketika Adelio menepuk jidat Celestia dengan pelan. Lalu Adelio tersenyum lebar.


"Tidak akan pernah hamil jika hanya berciuman bibir saja, sayang," kata Adelio.


"Hem, em memang benar kak. Berawal dari bibir, lalu bisa merambah kemana-mana," ucap Celestia.

__ADS_1


"Ya sudah, cepat selesaikan skripsi kamu. Lalu kamu wisuda dan lulus. Setelah itu kita menikah dan bikin anak yang banyak," kata Adelio ceplas-ceplos. Celestia mencebikkan bibir nya sendiri ke arah Adelio.


__ADS_2