
"Pokoknya mulai sekarang kamu tidak boleh bekerja di yayasan itu, Celestia! Aku lihat ketua yayasannya yang masih muda itu sangat perhatian dengan kamu. Jangan-jangan dia naksir kamu," ucap Adelio. Celestia menyipitkan bola matanya. Lalu setelah nya Celestia terkekeh-kekeh melihat suaminya cemburu.
"Kak Adelio cemburu yah?" sahut Celestia.
"Aku sudah mentransfer kamu, sayang! Lima ratus juta. Aku rasa sudah sangat cukup uang itu untuk kamu berbelanja keperluan rumah tangga kita, shopping, biaya perawatan kamu dan apapun yang kamu inginkan," kata Adelio. Celestia tersenyum lebar. Dia kini menjadi sangat manja dengan suaminya jika Adelio selalu menunjukkan cemburu nya.
"Kenapa kakak selalu cemburu sih, jika ada laki-laki yang dekat dengan aku?" ucap Celestia manja.
"Kamu harus tahu, sayang! Kamu itu cantik dan menggemaskan. Mana mungkin laki-laki seperti pemilik yayasan itu tidak menyukai kamu," kata Adelio.
"Tapi pak Hans itu sudah tahu kok kalau aku sudah memiliki suami. Kenapa kakak masih saja cemburu?" sahut Celestia.
__ADS_1
"Sekarang ini istri orang itu lebih terlihat menggoda daripada seorang gadis belia, sayang! Pokoknya mulai sekarang kamu tidak boleh mengajar lagi di yayasan itu. Titik!" ucap Adelio seraya mengukung Celestia hingga tidak bisa berkutik lagi di atas peraduan itu.
"Kakak! Pelan-pelan saja kak!" ucap Celestia dengan mata terpejam saat mendapatkan serangan-serangan dari suaminya.
🌸🌸🌸🌸🌸
"Kamu maukan jika menikah dengan ku dan menjadi istriku?" tanya pak Djarot dosen senior yang berstatus sudah memiliki dua istri itu. Bu Anggun melebarkan bola matanya menatap tajam ke arah pak Djarot. Dosen senior itu.
"Kamu jadi istriku yang ketiga bu Anggun. Begini begini saya ini pria yang tangguh loh bu. Satu dua istri pun masih kuat. Apalagi ditambah bu Anggun satu lagi. Itu sangat kecil. Mau yah bu, jadi istri ketiga ku," ucap pak Djarot.
"Ogah! Gak sudi! Saya paling tidak suka diduakan apalagi di tiga kan. Maaf maaf saja pak! Saya tidak berminat dengan ajak pak Djarot untuk mengajak Saya menikah dan menjadi istri pak Djarot yang ketiga," sahut Bu Anggun.
__ADS_1
"Nanti anda menyesal loh bu Anggun, jika menolak Saya! Daripada menjadi perawan tua, lebih baik menjadi istri Saya saja bu! Ibu bisa merasakan nikmatnya surga dunia itu seperti apa. Saya paling pintar membuat seorang istri menjadi nyaman dalam pelukan saya," ucap pak Djarot terus saja mendesak bu Anggun supaya mau dijadikan istrinya yang ketiga.
"Awas mingir pak Djarot! Atau saya mengadukan sikap pak Djarot yang kurang ajar dan melecehkan saya ini pada kedua istri bapak," ancam bu Anggun saat pak Djarot mengunci bu Anggun dan hendak mendekati wajahnya. Namun pak Djarot tidak menyerah. Pak Djarot semakin menempel bu Anggun hingga bu Anggun tersudut di sudut tembok. Entah kenapa kedua netra itu tiba-tiba saja saling berpandangan. Walaupun bibir bu Anggun awalnya memberontak dan menolak pak Djarot. Tapi sekarang ini malah keduanya saling merapat. Sejurus kemudian, pak Djarot berujar saat wajah mereka begitu dekat.
"Aku tahu bu Anggun! Anda sudah sangat kesepian. Jangan sampai usia anda semakin menua tapi belum pernah menikah dan merasakan kenikmatan surga dunia. Jadi terima saja ajakan saya ini untuk menikah. Saya akan selalu bersikap adil dengan istri-istri saya. Mau yah?" ucap pak Djarot pelan. Sejurus kemudian bu Anggun seperti terhipnotis dengan aura kelembutan pak Djarot. Tanpa sadar bu Anggun menganggukkan kepala nya pelan. Tanpa malu pak Djarot menghujani bibir bu Anggun dengan bibir tebal pak Djarot yang seksi.
Pak Djarot merasakan memenangkan undian lotre. Dia akan menikah dengan gadis perawan seperti bu Anggun. Dan kedua istrinya harus mengijinkan dan merelakan pak Djarot menikah lagi. Kalau tidak? kedua istrinya harus memilih. Mengijinkan pak Djarot menikah lagi atau bercerai.
"Kalau begitu, jangan lama-lama membuat saya menunggu lagi. Datangi kedua orang tua saya besok untuk melamar saya. Itu jika bapak berani," bisik bu Anggun seraya mengatur nafasnya yang terengah-engah karena pak Djarot sudah memepet tubuh bu Anggun.
THE AND
__ADS_1