
Acara pesta pertunangan antara Adelio dengan Celestia kini telah digelar di kediaman rumah mama Jelita. Bapak ibu Celestia juga hadir di acara pesta pertunangan putri nya dengan Adelio. Satu hari sebelum acara pesta pertunangan itu berlangsung, bapak ibu Celestia telah tiba di kota itu. Keduanya memilih menginap di kamar kost Celestia yang letaknya di dekat kampus tempat Celestia menimba ilmu saat ini.
Pak Hendra dan bu Linda tersenyum lebar saat menyaksikan putri tunggalnya terlihat cantik dan penuh kebahagiaan di acara pertunangan kali ini. Adelio pun terlihat tampan dan penuh kharismatik. Tamu undangan yang hadir cukup banyak. Akhirnya Adelio mengundang teman-teman dosen nya maupun kolega Bisnisnya. Celestia akhirnya setuju saja Adelio mengundang teman-teman dosen di universitas tempat nya mengajar.
Namun jauh dari pasangan yang sedang melangsungkan acara pertunangan, ada Anggun yang hadir bersama dengan papa mama nya yaitu pak Baskoro bersama istrinya, mama Anggit.
"Jangan sedih, Anggun! Nanti papa akan memperkenalkan kamu pada seorang pengusaha muda yang tidak kalah tampan daripada Adelio. Sudah yah, jangan cemberut begitu. Sebelum kita berangkat ke acara ini, bukannya kamu sudah berjanji untuk tetap tersenyum dan menerima dengan ikhlas kalau Adelio bertunangan dengan salah satu mahasiswi nya yang bernama Celestia itu," kata papa Baskoro.
"Iya, papa!?" sahut Bu Anggun namun terlihat masih cemberut.
💍💍💍💍💍
"Kamu bahagia, nduk? tanya bu Linda pada Celestia putri nya. Sambil mengusap rambut kepala Celestia. Saat ini mereka masih berada di rumah kediaman Adelio. Adelio menyiapkan kamar untuk bu Linda, pak Hendra serta Celestia untuk menginap di rumah itu.
"Ibu yakin kalau kak Adelio benar-benar mencintai saya, bu? Saya takut kalau sebenarnya yang disukai kak Adelio adalah dosen cantik dan muda itu," kata Celestia.
"Dari pandangan matanya serta cara perhatian nya kepada kamu, Adelio sangat serius menyayangi kamu, Celestia. Kalaupun nak Adelio tidak mencintai kamu kenapa dia buru-buru dan mantap mengajak kamu untuk bertunangan. Apalagi sampai datang ke rumah di kampung meminang kamu. Ibu lihat, ibu mertua kamu pun juga sangat menyayangi kamu, Celestia. Dia sangat bahagia melihat kamu dan Adelio bertunangan. Ini tidak bisa dibohongi," ucap Ibu Linda panjang lebar.
"Cuma saya takut, bu!? Seperti nya bu Anggun itu masih terobsesi dengan pak Adelio. Aku takut setelah ini dia akan mempersulit aku saat di kampus nanti," kata Celestia.
"Jangan takut! Bukannya sudah ada nak Adelio kan, sayang?! Nak Adelio akan melindungi kamu dan menjaga kamu. Kamu jangan khawatir yah," ucap bu Linda.
__ADS_1
"Iya, bu!?" sahut Celestia.
"Tunjukkan bahwa kamu mampu dan berprestasi. Segala usaha dan cara yang ingin menghambat langkah kamu, kamu harus lebih cerdas melawannya dengan pintar. Wanita elegan seperti ini tidak pantas jika menghadapi rival kamu dengan emosi atau kelicikan," kata bu Linda.
"Baik, bu!? Oh iya bu, ibu jangan buru-buru balik ke kampung dong. Disini dulu tiga hari atau bila perlu satu minggu di sini," ucap Celestia.
"Eh, rumah siapa yang mengurusi? Ayam dan juga kambing serta kebon nanti siapa juga yang ngurus. Bapak di sini juga sama ibu. Tidak usah lama-lama di sini. Ibu bapak tetap mendoakan kamu supaya kamu diberikan kelancaran dan dijauhkan dari orang-orang yang ingin berbuat jahat dengan kamu," kata bu Linda.
"Terimakasih bu!? Ibu dan bapak selalu mendukungku dan menyayangiku," sahut Celestia.
"Tentu dong!?" ucap bu Linda.
💍💍💍💍💍
"Iya, tidak apa-apa Caca. Terimakasih yah. Ini apa? Seharusnya tidak perlu repot-repot begini memberikan ku kado," sahut Celestia.
"Ah, barang murahan kok. Buka saja,nanti kamu juga mengetahui nya," kata Caca.
"Eh, nanti saja deh kalau sudah kembali ke kost. Oh iya, Caca! Kamu kapan bertunangan dengan Raja? Kalian sangat cocok dan serasi loh!?" ucap Celestia.
"Ah itu masih jauh, Celestia!? Aku dan Raja belum serius mengarah ke sana. Mungkin saja Raja belum benar-benar menyukai aku. Pikiran nya mungkin masih ada kamu," sahut Caca.
__ADS_1
"Ih Caca!? Jangan berprasangka jelek begitu dengan Raja. Dia sangat penyayang dan setia kok sama pasangan nya. Aku yakin itu," kata Celestia.
"Baiklah! Mudah-mudahan aku dan Raja akan menyusul seperti kalian. Semoga aku dan Raja bisa berjodoh sampai kami menikah dan menjadi pasangan suami istri," sahut Caca.
"Aamiin!?" kata Celestia sambil tersenyum lebar.
💍💍💍💍💍
Dua tahun kemudian. Kini Celestia sebentar lagi akan memulai perjuangannya untuk mendapatkan gelar sarjana. Di semester delapan ini, Celestia sudah mengajukan beberapa judul skripsi. Dan Celestia memilih judul dan mengupas karya sastra. Akhirnya surat dari jurusan keluar dan Celestia mendapatkan dosen pembimbing satu adalah Pak Adelio dan dosen pembimbing ke dua adalah bu Anggun.
"Haduh, kenapa harus mereka berdua sih yang menjadi dosen pembimbing skripsi ku? Tidak ada yang lain kah? Lebih baik aku menghadapi ketua jurusan untuk meminta ganti saja dosen pembimbing ini. Aku gak mau ketemu mereka berdua dalam membimbing ku dalam membuat skripsi," gumam Celestia.
"Ada apa, Celestia!?" tanya Caca.
"Kamu lihat, Ca!? Aku harus bertemu dan kembali berurusan dengan dua dosen ini. Mereka yang akan menjadi dosen pembimbing skripsi ku nanti. Pak Adelio dan bu Anggun," ucap Celestia.
"Justru ini lebih enak bukan? Kamu dibimbing langsung dengan calon suami kamu, pak Adelio," kata Caca.
"Ih, nyebelin. Gak mau ah, nanti yang ada kak Adelio tidak serius membimbing ku, Caca. Aku tahu itu. Kak Adelio suka nya bercanda kalau kita sedang bertemu. Ditambah dengan bu Anggun. Kamu tahu kan, selama ini bu Anggun masih suka mempersulit aku. Beruntung aku bisa menghadapi dirinya. Sepertinya dia masih saja dendam dan sakit hati padaku deh. Lantaran aku merebut pak Adelio darinya," kata Celestia.
"Tinggal selangkah lagi aku mendapat kelulusan ku. Tapi aku kok menjadi tidak yakin dengan karya ilmiah akhir ini," kata Celestia.
__ADS_1
"Hai, jangan menyerah dong sayang!? Judul yang kamu buat adalah materi yang kamu kuasai betul. Kamu harus percaya kalau argumen kamu bisa dipertanggungjawabkan dengan ilmiah. Jangan takut jika bu Anggun berusaha mempersulit kamu dengan ideologinya. Kamu juga harus siap dengan beberapa sumber-sumber data yang valid untuk menguatkan tulisan kamu di karya skripsi mu nanti," sahut Caca.
"Baiklah!!? Aku tidak akan menyerah!?" kata Celestia penuh semangat dan pantang putus asa.