DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU

DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU
BAB 35


__ADS_3

Celestia kini sudah mulai menyusun skripsi. Setelah proposal pengajuan skripsinya selesai. Celestia langsung masuk ke bab pembahasan karena bab satu sampai bab keempat itu sudah di jabarkan dalam proposal skripsinya dari bab pendahuluan, permasalahan atau tujuan membedah karya sastra serta bab ke tiga metodologi penelitian yang menjabarkan pendekatan apa yang digunakan untuk mengupas salah satu karya sastra yang diangkat oleh Celestia.


Celestia sudah mulai lega karena sudah masuk ke bab isi atau pembahasan dalam skripsinya. Celestia semakin bersemangat mendeskripsikan dan menjabarkan hasil penelitian nya. Adelio jadi kurang diperhatikan Celestia lantaran akhir-akhir ini Celestia berkonsentrasi menyelesaikan bab empat sebelum hasil tulisannya di sodorkan ke pembimbingnya. Dan menurut apa kata Adelio, dirinya akan memberikan kemudahan dan tidak mempersulit Celestia. Celestia akan menghadapi bu Anggun setelah mendapatkan tanda tangan persetujuan dari hasil tulisannya di bab pembahasan itu.


"Ini sudah cukup bagus kok. Tidak perlu revisi yah. Aku langsung ACC saja yah," kata Adelio sambil menatap jail pada mahasiswi nya sekaligus tunangannya itu.


"Tapi ada syaratnya," sambung Adelio. Celestia mengerutkan dahinya saat mendengar harus ada syaratnya.


"Syaratnya, apaan kak? Jangan aneh-aneh deh, nanti kalau kakak ikut mempersulit aku lalu aku menjadi malas ngerjain skripsi ini, kita akan mengulur-ulur waktu lagi untuk menikah loh. Karena aku belum juga lulus dan wisuda," omel Celestia. Adelio malah nyengir kuda melihat Celestia yang mulai mengomel. Wajah Celestia menjadi terlihat menggemaskan.

__ADS_1


"Sini duduk sini! Kasih ciuman di sini dikit saja, " sahut Adelio sambil menepuk kedua pahanya lalu menunjukkan ke pipi kanan nya supaya mendapatkan kecupan di sana. Kembali Celestia cemberut sebelum menjulurkan lidahnya ke arah Adelio.


Adelio semakin gemas dan cekikikan melihat tingkah lucu dan menggemaskan calon istrinya itu. Karena Celestia bersikap jinak-jinak burung merpati, Adelio lah yang berinisiatif menyambar pinggang ramping Celestia hingga terjatuh di atas pangkuan Adelio. Kini mereka saling dekat dan dekat. Dan Adelio lah yang mengecup pipi kanan dan kiri Celestia.


"Jangan stress dan tegang begitu kalau bikin karya ilmiah skripsi. Dibuat enjoy saja. Ini seperti kamu sedang membuat karya sastra berbentuk novel berjenis apapun. Kamu setiap menulis sesuatu, jangan dibuat beban dan stress. Nikmati semua melalui proses nya. Jangan mengejar hasil yang diperoleh saat membuat karya. Anggap saja hasil itu adalah bonus nya. Karena perjalanan menulis dengan menuangkan ide itu harus disertai ruh di dalam tulisan kita. Apalagi jika tulisan kita berbentuk cerita yang didalamnya ada penokohan. Tokoh-tokoh nya yang kamu tulis harus ada nyawa nya supaya pembaca bisa larut dalam cerita yang kamu uraikan," ucap pak Adelio panjang lebar sambil memeluk pinggang ramping Celestia yang kini duduk di atas kedua paha Adelio. Mereka begitu dekat satu sama lain.


"Sekarang pun bisa kalau kamu ingin aku nikahi. Ayok!!?" sahut Adelio menantang. Celestia melebar bola matanya.


"Enggak mau! Kita menikah kalau aku sudah mendapatkan gelar sarjana pendidikan. Kalau kita menikah di saat aku sudah menyabet gelar sarjana pendidikan kan, keren kak. Kamu yang seorang dosen menikah dengan aku seorang guru, cocok dan patut dibanggakan bukan? Hehehe," kata Celestia.

__ADS_1


"Hehehe, astaga! Padahal aku memilih kamu untuk dijadikan pendamping hidupku bukan lantaran gelar yang akan kamu dapatkan saat mengenyam pendidikan," sahut Adelio.


"Benarkah!? Jadi apa yang kakak sukai dari aku pertama kalinya. Apalagi saat itu tiba-tiba kakak mengajakku untuk menikah atau bertunangan terlebih dahulu jika aku belum siap untuk menikah," ucap Celestia.


"Semua yang ada pada kamu, aku suka semuanya kok. Aku merasa sudah merasa klik saja saat dekat dengan kamu. Rasanya tenang damai dan juga sangat bahagia hanya dengan melihat wajah kamu yang polos. Itu sulit diungkapkan dengan kata-kata kalau hati ini merasa nyaman," urai pak Adelio.


Celestia tiba-tiba saja mencium pipi kanan dan kiri Adelio. Adelio tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari calon istrinya itu.


"Cepat diselesaikan garapan skripsi nya! Biar kita bisa menikah," kata Adelio seraya tersenyum lebar menatap lekat wajah imut Celestia.

__ADS_1


__ADS_2