DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU

DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU
BAB 25


__ADS_3

Setelah Celestia dan Adelio bertunangan, kini keduanya semakin terlihat lebih dekat. Apalagi Celestia, dia terlihat ingin menetapkan hatinya pada Adelio.


Acara pertunangan itu digelar sederhana di rumah Celestia dan bapak ibu Celestia hanya mengundang keluarga besarnya serta tetangga satu rukun warga saja. Pak Hendra yang notabene seorang ketua RT di kampung itu tentu saja memiliki banyak relasi, kolega, dan banyak yang dia kenal. Apalagi ibu Linda yang sifatnya sangat ramah dan mudah bergaul tentu saja acara tunangan putrinya, Celestia semakin ramai dan meriah. Walaupun acaranya dibuat sederhana dan hanya tukar cincin saja setelah itu ditutup dengan acara makan-makan dengan menu masakan kampung yang beraneka ragam.


"Nduk, sekarang kamu sudah bertunangan dengan nak Adelio. Sekarang kamu sudah tidak boleh tengok kanan kiri melihat cowok lain. Tunangan kamu nak Adelio adalah calon suami kamu kelak. Baik buruknya kamu mulai sekarang harus setia dengan nak Adelio. Jangan lagi berhubungan dengan pria lain seperti laki-laki yang datang kemarin ke sini itu," ucap bu Linda panjang lebar.


"Baik, ibu!? Ibu sudah mengatakannya beberapa kali, loh! Apa ibu tidak bosen bicara itu terus-menerus dengan aku topiknya itu itu saja," sahut Celestia dengan bibir yang manyun ke depan. Bu Linda nyengir kuda melihat ekspresi putri nya yang cemberut.


"Ibu tidak akan lelah menasihati kamu, Celestia! Karena ibu sangat menyayangi kamu. Kamu tahu kan, kamu adalah putri ibu dan bapak satu-satu nya," kata ibu Linda.

__ADS_1


"Ibu!? Terimakasih bu!?" sahut Celestia tiba-tiba jadi cengeng dan memeluk ibu nya. Bu Linda seperti ikut tertular menjadi menangis terharu saat Celestia memeluknya.


"Ibu yakin, nak Adelio sangat menyayangi kamu, Celestia! Ibu yakin mertua kamu juga demikian. Acara tunangan di keluarga Adelio, ibu dan bapak akan usahakan datang ke sana. Ibu ingin mengenal lebih dekat dengan keluarga nak Adelio," kata bu Linda.


"Benarkah, bu? Jadi nanti ibu dan bapak akan datang?! Nanti ibu dan bapak di kost Celestia saja. Kita tidur bareng-bareng di kamar kost, Celestia," ucap Celestia.


"Bapak ibu tidur di mana saja, oke oke saja, Tia!?" kata bu Linda.


"Orang kampung seperti ibu bapak, mana bisa tidur kalau menginap di hotel berbintang," kata bu Linda.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita bikin tenda saja," ucap Celestia.


Bu Linda melotot matanya dengan sempurna. Kini Bu Linda dan Celestia tertawa cekikikan dengan candaan yang tidak berfaedah. Sementara itu Adelio sedang duduk bersama dengan pak Hendra di teras depan rumah. Keduanya cerita soal bercocok tanam. Adelio mulai tertarik dengan bercocok tanam. Mungkin karena di kota khususnya di rumahnya sangat terbatas lahan, Adelio mulai berpikir akan membuat tanaman hidroponik. Tentu saja butuh modal yang tidak sedikit untuk membuat tanaman hidroponik tersebut.


"Nanti kalau bapak dan ibu ke kota, bapak akan lihat, apakah kamu akan benar-benar mewujudkan bertani. Walaupun dengan keterbatasan lahan. Sekarang dengan hidroponik kita juga bisa bertanam," kata pak Hendra.


"Saya mulai tertarik, pak! Setelah kembalinya dari sini, saya akan membeli bahan-bahan untuk bertani dengan hidroponik. Wah seperti nya sangat menyenangkan sekali. Bunda pasti sangat senang saat melihat sayur-sayuran hasil bertanam dengan sistem hidroponik," ucap Adelio.


"Benar?! Kita akan mendapatkan kepuasan saat tanaman yang kita tanam menghasilkan atau bisa panen. Bapak pikir tangan kamu pasti dingin untuk bercocok tanam. Semoga berhasil yah, nak!?" kata Pak Hendra.

__ADS_1


"Semoga, pak!? Saya akan pelajari dulu soal sistem hidroponik," sahut Adelio.


__ADS_2