DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU

DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU
BAB 28


__ADS_3

"Raja!?" gumam Celestia saat Raja berkunjung di kost Caca. Dan Celestia kebetulan saja sedang duduk di depan teras deretan kamar-kamar kost itu.


"Celestia!? Aku ingin mencari Caca. Apakah ada Caca?" ucap Raja. Sukses ucapan Raja membuat Celestia menyipit bola matanya. Celestia pikir kedatangan Raja di kost nya itu hendak mencarinya. Namun ternyata Raja mencari Caca.


"Eh, em?! Caca ada di dalam. Sebentar, saya panggilkan dulu. Eh, em, silahkan duduk dan ditunggu dulu!" sahut Celestia.


Celestia bergegas masuk ke dalam dan mencari Caca di kamar kost nya. Raja dengan cuek menunggu dan duduk di bangku kayu panjang yang letaknya di depan teras kost itu.


Tok.


Tok.


Tok.


"Caca! Ada yang mencari kamu di luar Caca!? Caca!?" ucap Celestia dengan suara yang keras.


"Iya, eh!? Siapa yang mencari ku malam-malam begini?" tanya Caca sambil membukakan pintu kamar nya.


"Ini masih sore, Caca. Sana ditemui laki-laki yang mau bertemu kamu itu di teras," ucap Celestia. Caca mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Siapa sih yang mencari ku? Tumben ada yang mendatangi ku ke kostan," kata Caca.


"Raja!?" jawab Celestia. Caca menyipit bola matanya.


"Raja!?" gumam Caca.


"Iya, Raja!? Sana ditemui dan jangan biarkan Raja menunggumu lama di teras," kata Celestia.


"Eh?? Tapi, Celestia!? Kamu tidak sedang cemburu dengan ku kan kalau Raja mencari ku bukan mencari mu lagi?" ucap Caca.


"Tidak!? Aku tidak akan cemburu!?" kata Celestia yang segera bergegas meninggalkan Caca yang masih berdiri mematung di depan pintu kamarnya. Celestia kini melangkah masuk ke dalam kamar nya.


*****


Di rumah Bapak Baskoro, keluarga bu Anggun.


" Ada apa Anggun? Kenapa kamu terlihat sedih, nak?" tanya pak Baskoro papa Anggun.


"Papa, Adelio sudah bertunangan pa. Aku benar-benar sudah tidak memiliki harapan lagi untuk mengejarnya bahkan kembali lagi dengan nya," ucap Anggun dengan raut wajah yang sedih. Mama Anggit, mama kandung Anggun duduk mendekati Anggun yang sejak tadi di sofa ruangan keluarga.

__ADS_1


"Sudahlah, Anggun! Itu artinya Adelio bukan jodoh kamu. Dan kamu mulai sekarang harus berhenti berharap untuk bersama Adelio lagi. Toh kalian sudah putus hubungan bukan. Kamu jangan keras kepala dong. Sebagai seorang wanita kamu harus punya harga diri. Jangan mengejar laki-laki yang sudah tidak mau dengan kamu. Bahkan memutuskan hubungan dengan kamu," ucap bu Anggit yang berbicara secara gamblang.


"Benar yang dikatakan mama kamu, Anggun!? Bukannya dari kemarin-kemarin kita sudah membahas ini. Kamu jangan lagi mengejar pria itu. Kamu itu cantik, pintar dan punya segudang prestasi. Pria keren dan pintar tidak hanya Adelio saja. Atau bila perlu, papa akan mencarikan jodoh buat kamu," sahut pak Baskoro panjang lebar.


"Eh, tidak, tidak pa! Aku tidak mau di jodoh-jodohkan dengan papa. Memangnya sekarang ini masih di zaman Siti Markonah?" kata Anggun. Pak Baskoro dan Bu Anggit terkekeh mendengar nama Siti Markonah yang disebut oleh Anggun.


"Siti Nurbaya, Anggun!?" sahut mama Anggit berusaha meralat apa yang disebut oleh Anggun.


"Siti Nurbaya, Siti Markonah, Siti Zubaidah, atau Siti Nurhaliza, pokoknya aku tidak mau papa mama berusaha menjodoh- jodohkan dengan pria manapun. Biar aku mencari jodohku sendiri sampai aku menemukan pasangan hidup ku nanti," sahut Anggun.


"Oke, oke! Tapi jangan sedih yah, nak! Ayo tersenyum. Bagaimana kalau kita keluar makan malam diluar bersama," ucap pak Baskoro.


"Iya yuk!? Ayo kita keluar makan malam. Sudah lama kita tidak makan malam diluar bersama. Selama ini Anggun selalu makan malam diluar terus dengan teman-teman nya. Sedangkan dengan papa mama dilupakan," kata bu Anggit.


"Sayangnya malam ini, aku masih malas keluar ma pa!? Maaf!?" sahut Anggun.


"Ya sudah!? Weekend nanti kita jalan bareng dan makan diluar yah, nak! Malam ini pokoknya mama papa ingin melihat kamu kembali ceria. Jangan terus-menerus larut dalam sedih karena patah hati," kata bu Anggit.


"Iya, mama!?" sahut Anggun.

__ADS_1


"Putri mama paling cantik sedunia. Kamu harus tahu itu, sayang!?" kata bu Anggit seraya membelai rambut panjang milik Anggun.


__ADS_2