
"Semua yang ada pada kamu, aku suka semuanya kok. Aku merasa sudah merasa klik saja saat dekat dengan kamu. Rasanya tenang damai dan juga sangat bahagia hanya dengan melihat wajah kamu yang polos. Itu sulit diungkapkan dengan kata-kata kalau hati ini merasa nyaman," urai pak Adelio.
Celestia tiba-tiba saja mencium pipi kanan dan kiri Adelio. Adelio tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari calon istrinya itu.
"Cepat diselesaikan garapan skripsi nya! Biar kita bisa menikah," kata Adelio seraya tersenyum lebar menatap lekat wajah imut Celestia.
💍💍💍💍💍
"Bagaimana perkembangan skripsi Celestia, Adelio?" tanya bunda Jelita saat Adelio kini telah tiba di rumah setelah mengantarkan pulang Celestia di tempat kost nya.
"Sedikit lagi, bunda! Celestia sudah masuk ke bab isi atau pembahasan. InsyaAllah sebentar lagi, akan sidang skripsi, bunda!" jawab Adelio memberikan kabar gembira pada bunda Jelita. Tentu saja Adelio tidak ingin bunda Jelita jadi mengkhawatirkan calon menantu nya itu.
__ADS_1
"Syukur lah, bunda ikut senang mendengar nya. Selama Celestia sedang menyusun skripsi, bunda selalu prihatin dan ikut mendoakan Celestia, supaya lancar dalam setiap urusannya," ucap bunda Jelita. Adelio tersenyum lebar mendengar bunda nya ikut mendoakan untuk kesuksesan Celestia.
"Terimakasih banyak, bunda! Celestia bakal bahagia dan merasa beruntung memiliki mertua seperti bunda yang sangat menyayangi nya dengan tulus," sahut Adelio.
"Dia calon istri kamu, Adelio. Kalau Celestia lancar dalam menyusun skripsi nya, lalu Celestia wisuda serta lulus, kalian akan segera menikah secepatnya. Itu artinya bunda sebentar lagi akan mendapatkan cucu dari kalian," ucap bunda Jelita. Adelio mengerutkan dahinya mendengar ungkapan bunda nya.
"Hem, ternyata bunda ingin segera memiliki cucu dari keturunan ku," batin Adelio seraya membayangkan saat nanti Celestia mengandung anaknya. Pasti itu sangat indah menjadi seorang calon ayah.
"Ya sudah, sekarang bunda makan yang banyak supaya bunda selalu sehat wal afiat," sahut Adelio.
"Bunda! Bunda puasa sunah untuk kami, bun? Astaghfirullah, bunda! Saya sangat terharu mendengar bunda sampai bela-belain puasa untuk kelancaran dan kesuksesan kami, khususnya Celestia," sahut Adelio.
__ADS_1
"Jangan percaya diri gitu, nak! Semua itu karena bunda sudah sangat ingin menimang dan menggendong cucu dari anak-anak kamu, Adelio!" ucap bunda Jelita. Adelio terkekeh mendengar nya.
"Aamiin, doakan secepatnya kami menikah dan lalu Tuhan memberikan kepercayaan itu pada kami. Celestia secepatnya bisa mengandung setelah kami menikah nanti," kata Adelio.
"Aamiin, Adelio! Bunda selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. Bunda yakin, Celestia bisa mendampingi kamu serta menjadi istri yang baik untuk kamu. Dia akan menjadi ibu dari anak-anak kamu, Adelio!" sahut bunda Jelita.
"Aamiin, aamiin, bunda!" ucap Adelio akhirnya.
💍💍💍💍💍
"Semangat, Celestia! Sedikit lagi semuanya akan berakhir! Aku harus bisa mengejar wisuda dua bulan lagi dari sekarang. Itu artinya dalam satu bulan ini aku harus bisa mengejar dan menyelesaikan skripsi ini hingga sidang skripsi itu diagendakan. Setelah itu sedikit revisi jika ada. Ah, ayo Celestia! Kamu pasti bisa!" gumam Celestia.
__ADS_1
Saat ini Celestia sedang serius mengetik di depan laptopnya. Celestia sudah melangkah di bab lima. Adelio benar-benar tidak mempersulit lagi langkah nya. Apa yang menjadi masukan dosen pembimbing kedua, bu Anggun sekarang ini lebih diutamakan. Adelio seperti mengikuti saja apa yang diminta oleh bu Anggun supaya mempermudah Celestia dalam merampungkan skripsinya.
(Ayo Celestia! Kamu pasti bisa merampungkan skripsi mu hingga bisa secepatnya mendaftarkan diri wisuda dua bulan lagi)