
"Astaghfirullah, ternyata ada bunda Jelita juga. Maaf, jadi lama menunggu saya yah bun? Kak Adelio, kenapa bunda Jelita tidak disuruh masuk ke kost saja tadi. Bunda Jelita pasti kepanasan di dalam mobil menunggu yah," ucap Celestia yang merasa tidak enak saat mengetahui bahwa calon mertua nya itu menunggu di dalam mobil. Ternyata Adelio mengajak bunda Jelita bersama dengan nya.
"Tidak apa-apa, Celestia cantik! AC mobilnya tadi dihidupkan kok. Jadi tidak panas kok," ucap bunda Jelita. Adelio mulai pelan-pelan menjalankan mobilnya setelah Celestia masuk ke dalam mobil nya serta memasang sabuk pengaman nya.
"Bunda, kita kemana dulu bunda?" tanya Adelio.
"Ke toko emas langganan bunda, nak!" jawab bunda Jelita. Celestia sudah mulai duduk tenang di belakang kemudi. Adelio di depan sendiri seperti seorang sopir karena bunda Jelita dan Celestia duduk di belakang kemudi.
"Oke, siap bunda!?" sahut Adelio. Adelio sesekali mengintip di kaca spion bagian depan untuk melihat ke belakang.
"Tidak ada yang mau duduk di depan yah?!" ucap Adelio sembari melirik ke spion bagian depan untuk melihat ke belakang. Di mana sana duduk Celestia beserta bunda nya.
"Celestia!? Kamu duduk di depan saja, temani Adelio. biar bunda di duduk di belakang," ucap bunda Jelita.
__ADS_1
"Eh?!" gumam Celestia. Adelio menghentikan mobilnya ditepi jalanan yang cukup sepi. Kini Celestia berpindah tempat duduknya ke depan. Setelah Celestia duduk di samping Adelio, dosen muda itu tersenyum lebar sambil kembali menjalankan mobilnya. Bunda Jelita yang melihat tingkah putra tunggalnya yang seperti ingin dekat dengan Celestia hanya ikut tersenyum saja.
"Huh, sepertinya Adelio benar-benar sudah sangat menyayangi Celestia. Syukurlah kalau begitu," batin bunda Jelita.
*****
"Ini semua untuk saya, bun? Ini terlalu mewah dan mahal untuk saya bun. Perhiasan ini sangat indah tapi sepertinya saya tidak perlu perhiasan ini bun. Jangan memberikan barang-barang semewah ini pada saya bun. Bagaimana kalau uang bunda habis?" ucap Celestia saat bunda Jelita bersama Adelio memutuskan untuk membeli satu set perhiasan mewah dengan berlian di dalamnya.
"Jangan khawatir, nak! Adelio punya banyak tabungan. Kamu seharusnya meminta lebih daripada ini. Bila perlu minta lagi satu set perhiasan selain ini pada Adelio, tunangan kamu," bisik bunda Jelita.
"Eh, kamu jangan salah Celestia, sayang!? Calon suami kamu itu selain mengajar menjadi dosen, Adelio juga memiliki usaha atau bisnis di bidang lain. Kamu jangan takut jika Adelio jatuh miskin. Karena dia memiliki banyak usaha-usaha yang kamu sendiri belum diberi tahu," kata bunda Jelita dengan berkata pelan. Sedangkan Adelio masih sibuk kembali memilih perhiasan yang dilayani oleh pelayan di toko perhiasan di tempat itu.
Celestia mulai terdiam sambil melihat Adelio dan bunda Jelita secara bergantian. Adelio terlihat memilih dua set perhiasan di toko itu. Pelayan toko mulai menghitung semua nominal yang harus dibayar oleh Adelio.
__ADS_1
"Lihatlah!? Putra ku benar-benar akan memberikan kamu dua set perhiasan sekaligus. Apa kata bunda. Dengan membelikan dua set perhiasan itu untuk kamu, putra ku itu tidak akan bangkrut dan jatuh miskin, nak!?" bisik bunda Jelita pada Celestia.
"Eh, em iya bunda!?" sahut Celestia.
***
Setelah Adelio dan bunda Jelita mendapatkan perhiasan yang cocok untuk Celestia serta membayarnya, mereka mengajak Celestia ke restoran langganan mereka untuk makan bersama. Di tempat itu mereka memesan makanan dan minuman favorit mereka. Tidak jauh dari mereka duduk, Adelio melihat seseorang yang dikenalnya.
"Bukannya itu papa nya Bu Anggun? Pak Baskoro bersama istrinya, bu Anggit. Ada bu Anggun juga di sana," ucap Adelio.
Bunda Jelita dan Celestia segera melihat ke arah yang ditunjukkan Adelio.
"Seketika selera bunda hilang. Ayo, kita ke tempat lain saja. Rasanya sudah tidak ingin lagi duduk berlama-lama di restoran ini," ucap bunda Jelita tiba-tiba.
__ADS_1
Celestia dan Adelio saling berpandangan. Adelio mau tidak mau akhirnya mengajak Celestia meninggalkan restoran itu karena bunda nya tiba-tiba tidak ingin makan di restoran itu. Padahal restoran tersebut adalah langganan bunda Jelita dan Adelio.