DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU

DOSEN KILLER ITU CALON SUAMI KU
BAB 27


__ADS_3

"Jadi kamu sudah bertunangan dengan pak Adelio yah??" tanya Bu Anggun saat Celestia dipanggil ke ruangan nya saat jam istirahat.


Celestia masih diam dan enggan untuk menjawabnya. Tentu saja Celestia ingin menyembunyikan soal dirinya dengan Adelio bahwasanya telah bertunangan saat pulang ke kampung liburan semesteran kemarin.


"Em, eh siapa yang bilang bu? Saya dan pak Adelio tidak ada hubungan apa-apa kok, bu. Apalagi bertunangan. Bu Anggun mendengar berita ini dari siapa?" ucap Celestia dengan lehernya yang terlihat berurat. Bu Anggun tertawa terbahak-bahak.


"Tidak ada yang memberitahu aku soal ini. Kamu yakin kalau antara kamu dengan Adelio tidak ada hubungan apapun dan kamu menyangkal bahwasanya kamu dan Adelio telah bertunangan?" sahut bu Anggun dengan terkekeh melihat wajah Celestia yang berbohong berusaha menyembunyikan kebenarannya. Namun tiba-tiba saja bu Anggun menarik tangan Celestia menuju ke ruangan pak Adelio. Celestia tentu saja sangat terkejut dengan sikap bu Anggun yang tiba-tiba menarik tangannya menuju ke ruangan pak Adelio. Serta merta bu Anggun segera nyelonong masuk ke ruangan Pak Adelio bersama dengan Celestia.


"Bu Anggun!?" gumam Celestia serba bingung dalam posisi seperti itu.


Bu Anggun seperti ingin mempertemukan Celestia dengan pak Adelio dan memastikan kebenarannya soal praduga nya mengenai keduanya yang sudah bertunangan.


"Bu Anggun!? Celestia!? Ada apa ini?!" ucap pak Adelio yang segera berdiri dari posisi duduknya.


Sejak tadi pak Adelio sebenarnya sibuk di depan laptopnya. Entah apa yang sedang dikerjakan oleh pak Adelio, namun memang dari tadi pak Adelio berkutat di depan laptop nya.


"Pak Adelio harus menjelaskan. Menurut Celestia, pak Adelio dengan Celestia tidak ada hubungan apapun, apalagi telah bertunangan. Benar begitu, pak? Saya harus mendengar sendiri dari pernyataan pak Adelio," ucap bu Anggun.


Untuk sesaat pak Adelio melihat ke arah Celestia dan bu Anggun secara bergantian. Saat melihat ke arah Celestia, tersirat di wajahnya supaya pak Adelio jangan mengatakan sejujurnya pada bu Anggun. Namun semuanya sangat bertentangan dengan hati pak Adelio yang ingin menyatakan kebenarannya itu bahwa antara dirinya dengan Celestia sebenarnya memang telah bertunangan. Kabar gembira itu tidak perlu dirahasiakan.


"Apa itu harus bu Anggun! Bukan kewajiban bagi saya dan Celestia untuk menyampaikan kebenaran itu pada bu Anggun," sahut pak Adelio yang masih berusaha mencari selamat. Jika pak Adelio mengakuinya, dirinya telah mengingkari janji pada Celestia, supaya sementara waktu merahasiakan soal pertunangan nya itu di kalangan kampus fakultas bahasa dan sastra.


"Kenapa kalian berdua bertele-tele sih? Apa salahnya sih mengakuinya kalau kalian berdua telah bertunangan. Lagipula ini bukan suatu kejahatan, bukan?" sahut bu Anggun.

__ADS_1


"Oke, oke, aku dan Celestia sudah bertunangan! Lihat lah, kami berdua sudah sama-sama mengenakan cincin dengan nama. Cincin yang dipakai Celestia tertulis namaku sedangkan cincin yang aku pakai ada nama Celestia," kata Pak Adelio seraya mendekati Celestia serta merta mengangkat tangan Celestia hingga menunjukkan diantara jari nya ada cincin emas yang sama sebagai simbol bahwa diantara mereka telah bertunangan.


"Eh?? Kak Adelio?! Kenapa harus mengakuinya pada bu Anggun," ucap Celestia.


"Tidak apa-apa sayang!? Lagipula tidak ada gunanya kita merahasiakan semua ini. Sebentar lagi kita akan kembali mengadakan acara pertunangan lagi di kota ini. Aku ingin semua mengetahui bahwa kamu adalah calon istriku dan tunangan ku. Supaya apa? Supaya aku dan kamu mantap dengan rencana pernikahan kita setelah kamu wisuda nanti. Dan aku dan kamu tidak ada yang berani mendekati kita lagi atau mencoba menggoda kita," ucap pak Adelio panjang lebar.


Bu Anggun melihat pak Adelio dan Celestia secara bergantian. Bahkan dengan kedua matanya sendiri harus menyaksikan keduanya begitu dekat dan mesra.


"Adelio!? Kamu benar-benar jahat banget dengan ku!? Bukannya dulu kamu pernah bilang kalau akulah calon istri kamu. Tapi kenapa sekarang kamu lebih memilih Celestia. Hanya gara-gara bunda kamu tidak menyetujui hubungan kita, lantas kamu memutuskan aku. Kamu jahat sekali, Adelio!?" kata bu Anggun.


"Bu Anggun!?" ucap Celestia.


Bu Anggun meluapkan segala perasaan nya dan kekecewaannya. Bu Anggun segera keluar dari ruangan pak Adelio dengan berlari. Celestia berusaha menahan bu Anggun namun dirinya ditahan oleh pak Adelio.


"Tapi, kak!?" sahut Celestia.


"Tidak apa-apa!? Kami sudah putus hubungan cukup lama. Sekarang kita fokus saja pada hubungan kita. Oke?!" kata Adelio seraya menggenggam tangan Celestia.


*****


Di kantin di lingkungan kampus.


"Caca, mereka sudah bertunangan!?" kata Raja seraya mengaduk minuman di gelasnya. Caca menyimak Raja bercerita dan curhat dengan semua perasaan nya.

__ADS_1


"Aku tahu, Raja! Kamu jangan bersedih yah!? Relakan Celestia bahagia yah," sahut Caca.


"Tentu saja Caca!? Tapi ini semua seperti tidak adil bagiku, Caca!?" kata Raja.


"Sudahlah, Raja!? Di dunia ini banyak gadis-gadis cantik yang bisa kamu pacari. Termasuk aku, contoh nya," ucap Caca sambil menjulurkan lidahnya pada Raja. Raja tiba-tiba menjadi terkekeh melihat Caca.


"Nah, kamu kalau tersenyum seperti itu terlihat manis deh. Pasti ngalahin manisnya es tebu," sambung Caca. Raja kembali terkekeh mendengar gombalan Caca.


"Terimakasih, banyak Caca!? Oh iya, nanti malam aku main ke kost kamu yah?!" kata Raja.


"Ke kost ku mencari aku atau Celestia!?" sahut Caca.


"Mencari kamu saja! Celestia sudah menjadi tunangan orang. Dia sudah ada stempel nya. Kalau kamu kan belum. Jadi sah-sah saja kan kalau aku mendekati kamu," kata Raja.


"Haduh akhirnya aku jadi ban serep juga!?" sahut Caca.


*****


Saat pulang dari kampus.


"Bunda, sebenarnya Celestia itu adalah salah satu mahasiswi ku, bunda!? Celestia masih berkuliah dan belum tamat," ucap Adelio mulai berkata sebenarnya. Bunda Jelita menarik nafasnya lalu tersenyum kepada Adelio.


"Bunda sebenarnya sudah mengetahuinya kok. Cuma bunda pura-pura tidak tahu saja, hehehe," sahut bunda Jelita.

__ADS_1


"Astaghfirullah, bunda!?" ucap Adelio seraya merebahkan kepalanya di pundak bunda nya.


__ADS_2