
"Bunda, sebenarnya apa yang menyebabkan bunda tidak menyukai bu Anggun?" tanya Celestia saat bunda Jelita cerita panjang lebar tentang cewek-cewek yang pernah dikenalkan pada beliau.
"Sebenarnya ini sangat rahasia, Tia sayang!? Adelio sendiri tidak mengetahui alasan kenapa bunda tidak menyetujui hubungan mereka. Akhirnya Adelio putus dengan si Anggun itu. Bunda yang mendengar pengakuan dari Adelio menjadi lega akhirnya mereka tidak lagi meneruskan hubungan," ucap bunda Jelita. Celestia mengerutkan dahinya mendengar cerita bunda Jelita.
"Kamu tahu, Tia sayang!? Bunda itu dulunya pernah menjalin hubungan dengan papa nya Si Anggun itu. Bunda masih sakit hati jika mengingat saat itu, dimana papa nya si Anggun itu dulu telah mengkhianati bunda dan berselingkuh dengan sahabat bunda sendiri. Makanya, bunda masih sebal jika mengingat akan hal itu. Apalagi wajah si Anggun itu mirip banget dengan papa nya, Si Baskoro itu," cerita bunda Jelita panjang lebar.
Dalam hati Celestia tertawa geli mendengar cerita bunda Jelita sewaktu masih muda dulu.
"Memang ini semua terdengar lucu bukan? Dan tidak adil bagi si Anggun menerima imbas nya dari kelakuan papa nya dulu. Tapi bagaimana pun juga, bunda malas jika punya calon besan seperti papa nya si Anggun itu," sambung bunda Jelita.
"Pak Adelio dan bu Anggun apakah saling mencintai, bun?" tanya Celestia.
"Ah, yang bunda lihat si Anggun nya yang sangat menyukai anak bunda. Kalau Adelio mah belum cinta cinta amat dengan si Anggun. Nyatanya Adelio kini mengenalkan kamu sama bunda. Adelio dengan cepat bisa move on dengan si Anggun itu dan mendapatkan gantinya yaitu kamu," sahut bunda Jelita.
"Bunda melihat, sepertinya Adelio sangat cocok dengan kamu, Tia. Kalian sangat serasi deh. Kamu sangat cantik lebih cantik daripada si Anggun," sambung bunda Jelita. Celestia menyipit bola matanya mendengar pujian dari bunda Jelita.
__ADS_1
Diam-diam Celestia merekam cerita bunda Jelita itu melalui handphone nya. Tentu saja bunda Jelita tidak mengetahui nya. Celestia akan membuat bukti bahwasanya semuanya hanyalah masalah sepele saja dan tidak terlalu serius. Jika pak Adelio dan juga bu Anggun bisa memperjuangkan hubungan mereka atau kisah cinta mereka, sebenarnya masih bisa.
Mereka berdua harus menyakinkan bunda Jelita bahwa semuanya tidak ada keterkaitan nya dengan pak Baskoro alias mantan pacarnya bunda Jelita sewaktu masa muda dulu. Pak Adelio dan bu Anggun harus membuktikan bahwasanya mereka sama-sama saling mencintai dan tidak bisa dipisahkan oleh apapun. Bukannya menyerah begitu saja lantaran bunda Jelita kurang suka dengan bu Anggun gara-gara bu Anggun adakah putri nya pak Baskoro, mantan pacar bunda Jelita yang sudah mengkhianati nya.
Tiba-tiba saja Adelio datang menghampiri mereka berdua di mana bunda Jelita dan Celestia sedang asyik mengobrol sambil membuat kue.
"Hayo sedang ghibah yah?" tuduh Adelio.
"Ghibahin kamu, Adelio. Oh iya sayang, bunda kan bilang pada Celestia kalau dia lebih cantik daripada si Anggun itu kan? Benar kan, nak?!" kata bunda Jelita. Celestia yang ada di sana merasa tidak enak jika dibanding-bandingkan seperti itu.
"Eh??" Celestia memerah wajahnya dilihat oleh bunda Jelita dan juga Adelio secara bersamaan.
"Celestia sangat cantik dan baik. Kamu serius kan dengan Celestia?" tanya bundanya Adelio. Pertanyaan itu cukup membuat terkejut Adelio. Adelio sesaat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Eh?!" Adelio melihat ke arah Celestia. Sulit bagi Adelio untuk kembali berbohong dengan bunda nya.
__ADS_1
"Adelio!? Kamu serius kan menjalin hubungan dengan Celestia!? Kamu tidak mempermainkan Celestia bukan? Awas saja kalau kamu mengkhianati Celestia dan diam-diam masih menjalin hubungan dengan si Anggun itu," ucap bunda Jelita.
Celestia dan Adelio kini saling berpandangan lalu dengan cepat Adelio merangkul pundak Celestia dengan mesra.
"Tentu aku serius menjalin hubungan dengan Celestia, bunda!? Aku tidak akan mengkhianati nya. Apalagi diam-diam masih bermain api dengan wanita lain," ucap Adelio. Celestia hanya bisa ikut tersenyum saja dengan semua sandiwara itu.
"Awas saja kalau kamu membohongi bunda dan juga Celestia," ancam bunda Jelita.
"Itu tidak akan mungkin aku lakukan, bunda!? Aku sangat menyayangi Celestia kok!?" kata Adelio.
"Lebih besar mana dengan si Anggun itu!?" desak bunda Jelita. Celestia melebar bola matanya mendengar pertanyaan yang menyudutkan itu.
"Tentu Celestia, bunda!? Benar begitu kan sayang!?" sahut Adelio yang kini nekat merangkul pundak Celestia hingga wangi parfum maskulin Adelio tercium dihidung Celestia.
Tiba-tiba Celestia merasakan panas dingin seluruh tubuh nya dengan jarak yang begitu dekat dengan Adelio. Bunda Jelita yang melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Adelio itu menjadi tersenyum senang.
__ADS_1
"Kalau begitu, bunda ingin kamu secepatnya bertunangan dengan Celestia," ucap bunda Jelita yang sontak membuat Celestia dan Adelio yang mendengar nya menjadi jantungan.