Dosenku Sang CEO

Dosenku Sang CEO
makan siang


__ADS_3

Derry dan Dinar masuk ke dalam cafe


karna jam makan siang sudah selesai jadi caffe tidak terlalu ramai


darry mengajak Dinar duduk di meja pojok dekat jendela agar leluasa melihat keluar


''kamu mau pesan apa''tanya Derri kepada Dinar


''nggak usah pak saya masih kenyang'jawab Dinar


kamu temani saya makan, masa cuman saya yang makan''ucap Derry


tapi saya kenyang pak"ucap Dinar lagi


derry sungguh sangat kesal kepada Dinar karena dia tidak mau makan dengannya


.Derry melambaikan tangan memanggil pelayan


pelayan"mau pesan apa kak?


Derry "beef steak 1 , kentang goreng 2, minumnya lemon tea 2


pelayan "sudah kak?


Derry"sudah itu saja"


pelayan "baik mohon ditunggu "


pelayan pun pergi meninggalkan Derry dan Dinar


''kenapa kamu gak angkat telpon saya " ucap Derry dengan tatapan tajamnya

__ADS_1


" eehh , telpon?? emng bpa telepon saya?? tanya Dinar bingung


karna dari tadi dia tidak mendengar bunyi atau pun getar di telponnya


" coba lihat handphone kamu, berapa banyak saya telpon kamu " ucap derry sewot


Dinar pun langsung meraba saku blezernya tapi dia bingung tidak menemukan handphone nya


" kemana ya " gumam Dinar apa ketinggalan di meja kerja apa di kantin ya " ucap Dinar lagi kebingungan


" kenapa? tanya Derry yang melihat Dinar seperti sedang mencari sesuatu


Dinar hanya tersenyum kaku


" hehe maaf pak sepertinya handphone saya ketinggalan " ucap Dinar


mata Derry melotot sempurna jadi dari tadi dia telpon sampai puluhan bahkan ratusan kali pun gak Bakan di jawab


Dinar yang takut hanya menunduk


kadang emosi Derry tidak terkontrol ketika sedang kesal.


tak berapa lama makanan yang dipesan Derry sudah datang


Derry segera menyantap steak di hadapannya .


Derry yang melihat Dinar terus menunduk dan diam, merasa tidak enak karna sudah membentaknya.


maaf " ucap Derry " aku sangat khawatir aku kira kau kenapa kenapa sampai tak menjawab telponku" ucap Derry


lain kali jangan kamu ulangi lagi " ucap Derry lembut

__ADS_1


Dinar pun hanya mengangguk


Derry langsung menyantap makan siang yang sudah lewat jam makan siang


Dinar pun memakan kentang goreng yang di pesan Derry


sejenak Derry menatap wajah Dinar


satu kata "cantik " gumam Derry dalam hati


Din kamu mau gak jadi sekretaris aku " kalimat itu keluar begitu saja ..


hah apa pak " ucap Dinar kaget


"kalo sedang berdua jangan panggil pak dong Din " di tegas Derry " kamu mau gak jadi sekertaris aku, Mikha ngajuin risegn mau nikah katanya" tanya derry


hmm.. gak ah aku udah nyaman di bagian pemasaran " ucap Dinar asal


nyaman karna ada Angga " ketus Derry


kenapa bawa bawa pak Angga ? " tanya Dinar heran , karna selama ini dia tidak terlalu dekat dengan atasannya itu


Derry yang di beri pertanyaan hanya mengangkat bahunya cuek, dia begitu kesal karna penolakan Dinar yang tidak mau menjadi sekretarisnya.


Dinar yang melihat itu hanya menarik nafas berat karna Dinar tau orang di depannya sedang kesal.


" bukan maksud menolak," ucap Dinar menjeda ucapannya " cuman rasanya aku gak pantes, masih banyak orang lama, nanti apa kata mereka,anak magang langsung di angkat jadi sekretaris." ucap Dinar panjang lebar .


"kenapa harus mikirin orang lain , toh itu kantorku " ucap Derry ketus


ya ampun emang susah ya kalo ngomong sama manusia yang gak mau ngalah pengen bener sendiri. Dinar hanya menggelengkan kepalanya dengan kata kata Derry

__ADS_1


"mending rekrut yang baru ajah ya ," bujuk Dinar kepada derry


__ADS_2