
pukul enam pagi Derry di kaget kan dengan kedatangan Indri dan mamanya.
loh.. kenapa pak derry juga ada di sini?" tanya Indri dengan sorot mata tajam.
lah.. emang kenapa kalau saya disini?" bukannya menjawab pertanyaan Indri, derry justru menjawab dengan pertanyaan kembali.
udah udah kalian kok malah berantem." ujar mama Desi yang melihat dua orang yang ada di depannya malah saling bertanya dengan tatapan tajam.
Tante saya masuk dulu." ujar Indri dan langsung masuk ke dalam ruangan ICU, tempat Dinar terbaring.
Derry sebenarnya apa yang terjadi sama Dinar? kenapa bisa dia masuk rumah sakit begini? " tanya mama Desi
Derry juga tidak tau pastinya mah,tapi Derry udah nyuruh Tyo selidiki tentang ini." ujar Derry
lalu gimana keadaan Hana?" tanya mama sedikit khawatir ketika melihat raut wajah anaknya.
Dinar masih kritis, dia belum sadar dari semalam." ujar derry lemah
kamu yang sabar ya nak. kamu udah hubungi keluarga Dinar di kampung?" tanya mama lagi
udah mah, derry udah nyuruh orang buat jemput irang tua Dinar." jelas Derry
baiklah, sekarang kamu pulang dulu. biar mamah sama Indri yang jagain Dinar." ujar mama
gak mau mah, Derry mau disini nanti kalau Dinar bangun dan mencari Derry bagaimana?" kekeh Derry
.. dan
baiklah, terserah kamu setidaknya kfxamu cuci muka dan sarapan di kantin sana, biar kamu juga gak ikutan sakit." ucap mama menasehati
iya mah, kalau gitu Derry pergi cari sarapan dulu. titip Dinar mah." ucap Derry dan pergi menuju kantin rumah sakit.
mama Desi hanya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya yang terlampau bucin.
di dalam Indri tak henti hentinya meneteskan air matanya ketika melihat keadaan Dinar yang terbaring lemah di atas tempat tidur denga. alat alat medis di tubuhnya.
teteh bangun." ujar Indri sambil menggenggam tangan Dinar. lidah Indri terasa kelu tidak bisa mengeluarkan kata kata lagi.
ceklek.
pintu ICU terbuka, terlihat mama Desi yang baru saja masuk.
Dinar sayang," mama Desi juga sama tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi. sakit rasanya melihat Dinar yang terbaring lemah di tempat tidur.
kenapa kita bertemu dalam keadaan seperti ini sayang." ucap mama Desi sambil mengelus kepala Dinar.
Tante saya keluar sebentar ya." ucap Indri dan di angguki oleh mama Desi. sebenarnya Indri tidak sanggup melihat ke adaan Dinar sekarang . kepala diperban, kaki juga di perban.
setelah Indri keluar ma Desi duduk di kursi sebelah tempat tidur Dinar.
" Dinar sayang, ini mama. masih ingat kan suara mama." ucap mama Desi menjeda sebentar ucapannya.
bangun lah nak, kasian anak mama, yang udah bucin banget sama kamu, kalau kamu tinggalin lagi bisa gila dia." ucap mama Desi terkekeh tapi tetap air matanya keluar.
__ADS_1
" kamu tau nak, ketika kamu pergi tanpa kabar. anak mama itu lupa mandi, lupa tidur dan juga lupa makan, dia sibuk mencari kamu. sampai beberapa hari dia di rawat di rumah sakit karna asam lambungnya naik yang lebih kasian itu Tyo nak, setiap hari di marahin dan di omelin sama Derry. karna belum bisa menemukan kamu." mama Desi terus bercerita walaupun orang uang di ajak bicaranya tidak merespon sama sekali.
ceklek pintu ruang ICU terbuka kembali terlihat sepasang paruh baya masuk.
teteh.." ucap ibu Dinar sedih sedangkan ayah Dinar hanya menatap sedih putrinya yang sedang terbaring lemah.
Bu.. kenapa dengan anak saya?" tanya ibu Dinar.
Dinar mengalami kecelakaan Bu,tapi tenang anak saya sedang mencari pelaku yang menabrak Dinar." ujar mama Desi
sudah Bu, sabar doakan Dinar biar cepet sadar." ucap ayah Dinar
tiba tiba tubuh Dinar kejang dan itu membuat orang yang ada di dalam panik. mama Desi segera menekan tombol darurat.
teteh.." ibu Dinar menangis dalam pelukan sang suami.
Dinar sayang, bertahan lah nak mama mohon." ucap Bu Desi
di luar Derry panik karna dokter dan perawat berlarian ke ruangan dimana Dinar berada.
ibu bapak silahkan keluar." ucap salah satu perawat.
tapi saya mau melihat anak saya sus." ujar ibu Dinar
sudah lah Bu, biarkan Dinar di tangani dokter dulu, ayo kita keluar tunggu Dinar di luar." bujuk ayah Dinar.
akhirnya para orang tua keluar dari ruang ICU dengan hati cemas.
mah kenapa dengan Dinar?" tanya Derry panik
berdoa lah nak, semoga Dinar tidak apa apa.."
maksud mamah apa, Dinar kenapa mah." Raung Derry
sabar nak." ujar mama Desi sambil mengelus punggung anaknya.
di dalam dokter terus berusaha memeriksa Dinar.
dok detak jantungnya melemah.* ucap salah satu suster
" tolong ambilkan defribrilator." ucap dokter
baik dok." dokter keluar dan mengambil defribrilator .
keluarga Dinar semakin panik ketika suster keluar dan berlari dengan menarik alat pacu jantung."
Dinar kumohon bertahan lah." gumam Derry
mama Desi terus saja memeluk anaknya yang terlihat rapuh.
begitu juga dengan ibu Dinar terlihat sangat syok menyaksikan anaknya yang sedang melawan maut. ayah Dinar terus memeluk sang istri yang terus menangis.
Indri dan siska pun ikut menangis, ketika tau kondisi Dinar kembali drop.
__ADS_1
di dalam ruangan
baik kita mulai sus 150 joull ."
sudah dok..
satu dua tiga.." ucap dokter dan menekan dada Dinar, tapi tidak ada perubahan
tambah 200 joull."
siap dok." ujar suster
satu dua tiga..." tubuh Dinar kembali terpental
titt... Tit...tit. ..
jantung Dinar kembali berdetak.
itu membuat tenaga medis senang.
Alhamdulillah." gumam dokter
bertahanlah nak, keluargamu menunggumu." bisik dokter.
dokter keluar dari ruangan Dinar
dan langsung menghampiri orang yang sedang menunggu Dinar dengan gelisah.
dok bagaimana keadaan anak saya." ucap ibu Dinar
Alhamdulillah, pasien sudah melewati masa kritisnya mungkin sebentar lagi akan sadar." ujar dokter
Alhamdulillah. terimakasih dok." ucap mereka bersamaan.
**ASSALAMUALAIKUM TEMAN TEMAN.
SELAMAT HARI SABTU, HAPPY WEEKEND
SEMOGA KALIAN SELALU DI BERI KESEHATAN DAN REZEKI YANG BERLIMPAH.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, GIFT AND FAVORIT YA.
TERIMAKASIH BANYAK BANYAK YANG UDAH DUKUNG AUTHOR**.
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL AUTHOR YANG BARU "RASA INI"
TERIMAKASIH
SEE YOU NEXT TIME,🥰
IG.@SIPAT961 h
__ADS_1