
kini Dinar berada di salah satu ruangan yang ada di kampus. duduk sendirian di kursi dan di depannya ada lima orang dosen yang siap melemparkan berbagai pertanyaan kepadanya.
Dinar mencoba menenangkan dirinya dan mencoba baik baik saja. dia tidak mau sidangnya berantakan hanya karna masalah pribadinya dengan salah satu penguji yang ada di depannya.
Derry melihat Dinar dengan tatapan minat, berbeda dengan Dinar yang menatap Derry dengan wajah yang sangat datar. menit terus berganti Dinar dengan tenang menjelaskan semuanya dan menjawab semua pertanyaan dari penguji dengan sangat tenang.
satu jam berlalu akhirnya Dinar di nyatakan lulus oleh para penguji.
Dinar tidak bisa menahan air mata bahagia nya. terimakasih, satu kata yang terus Dinar ucapkan kepada lima pengujinya. Rizal salah satu penguji juga pembimbingnya merasa bangga dan datang memeluk Dinar
selamat ya Din, atas kerja kerasmu." ucap Rizal Dinar membalas pelukan Rizal" terimakasih pak, Dinar beruntung bisa di bimbing sama bpa, dan maaf selama sebulan ini Dinar merepotkan sekali dan harus nemenin Dinar begadang."
Derry yang melihat Rizal memeluk Dinar merasa tidak terima. ketika wanitanya di peluk oleh orang lain. Derry mendekat dan mengucapkan selamat begitu juga dengan para penguji lainnya yang mengucapkan selamat lalu pergi keluar ruangan untuk makan siang.
tinggal Derry dan juga Rizal yang berada di dalam ruangan itu. Samapi rizal undur diri karna ada panggilan masuk.
selamat ya Din." ucap Derry dan memeluk Dinar
tapi berbeda ketika dengan Rizal. Dinar tidak membalas pelukannya disitu Derry merasa tidak terima.
Dinar melerai pelukannya " terimakasih pak." ucap Dinar tersenyum manis.
sama sama" ucap derry dengan wajah datarnya.
tiba tiba ponsel Dinar berbunyi, Dinar buru buru mengangkat panggilan dari David.
hallo bang."
....
ok bang... bay.."
ucap Dinar dan mematikan panggilannya
siapa yang nelpon.?" suara bariton itu mengagetkan Dinar.
Dinar menyeritkan dahinya.
" bukan urusan anda." ucap Dinar dan beralih membereskan barangnya.
__ADS_1
Derry merasa jengah atas sikap cuek Dinar kepadanya, sudah cukup hatinya sakit ketika melihat Dinar berpelukan dengan Rizal tadi.
tanpa di sadari Derry. Dinar sudah pergi keluar.
Derry mencari keberadaan Dinar tapi tidak ada di ruangan itu.
ahhh sial." teriaknya geram
gue gak bisa kaya gini terus, gue gak mau kehilangan Dinar." gumamnya dalam hati
Derry.
🍀🍀🍀
setelah mendapatkan telpon dari bang David Dinar segera pergi ke mall MKG.
dia juga menyuruh Indri untuk menutup toko dan kue yang udah di bikin tadi pagi agar di bagikan saja ke panti asuhan.
dan juga membawa para karyawannya ke mall Dinar berencana untuk mentraktir mereka semua makan.
dan di sinilah dia sekarang Shusi tei. para karyawannya meminta makan di shusi tei dan dinar tidak bisa menolaknya.
sebelum nanti ketemu dengan bang David untuk mengurus pekerjaan Dinar berkumpul dulu dengan para karyawannya.tak berapa lama Indri dan yang lainnya datang ada lima karyawan termasuk Indri.
ahh gak kok, ayo duduk. langsung pesen ajah."
boleh pesan apa aja mbak?"
iya pesen apa ajah."
yeeyyy.... makan enak." Seru mereka bersamaan
Dinar hanya menggeleng melihat kelakuan merek itu.
teh.. lusa cabang di Bandung udah bisa di buka." ucap Indri
senyum Dinar mendadak redup.
ok, nanti kita bahas cabang Bandung di rumah ya."
__ADS_1
siap.. laporan keuangan udah aku email ya."
ok aku cek ya."
sambil menunggu pesanan mereka datang mereka bercengkrama seolah tidak ada batasan di antara mereka karna Dinar memperlakukan mereka layaknya sodara.
Dinar masih fokus ke layar laptop di depannya untung Dinar memilih meja yang besar jadi tidak menggangu ketika makanan mereka nanti datang. sesekali Dinar menjawab celotehan para karyawannya.
oh iya besok kalian gak usah kerja." ucap Dinar masih fokus dengan laptopy
hah.. kenapa, mbak gak bangkrut kan, karna kita minta di traktir di shusi tei.? tanya Siska
Indri yang mendengar itu langsung menoyor kepala Siska
" ya ampun Lo tuh ya, fikirannya jauh amat."
Dinar terkekeh melihat kekesalan Indri.
gak sis, kalian besok libur."
perkataan Dinar langsung di sambut senang oleh mereka. tapi tidak dengan siska ketika mendengar ucapan sinar berikutnya
eehh tapi gak buat Lo," ucapnya menunjuk siska
kenapa cuman gue mbak." ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri
udah nikmatin ajah." ucap mereka dan tertawa.
tawa mereka berhenti ketika makanan yang mereka pesan pun datang
wahh... selamat makan semua."
selamat sahur gaes...
selamat berpuasa semuanya.
maaf author baru sempet up lagi
jangan lupa tinggalkan jejak 🔥
__ADS_1
follow my Ig ya
@sipat961