Dosenku Sang CEO

Dosenku Sang CEO
makan malam romantis


__ADS_3

sesampai di rumah Dinar langsung menuju kamarnya untuk bersih bersih..


Dinar menghabiskan waktu 30 menit untuk mandi.


Indri Yang sudah pulang terlihat heran kenapa Dinar belum keluar kamar beberapa kali di ketuknya pintu kamar tapi tidak ada sautan


mungkin lagi mandi " gumam Indri


Indri pun masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya karna hari ini dia sangat lelah, karna dia harus ke kampus dan ke toko kue.


tak berapa lama Indri keluar untuk mengambil air minum di kulkas, karna tadi sebelum dia pulang dia sudah makan di luar bersama temannya.


Dinar baru saja keluar dari kamar dengan menggunakan celana jeans panjang dengan atasan denim di padu dengan cardigan rambut yang di gerai ke belakang.


wah wah udah cantik ajah mau kemana nih.." tanya Indri yang melihat Dinar keluar dengan pakaian yang sudah rapi tidak seperti biasa kalau lagi di rumah.


teteh mau makan di luar, mau ikut gak " ajak Dinar


gak ah.. nanti jadi nyamuk " ucap Indri sambil tertawa


whaaa ya gak papa asal jangan gigit ajah, nanti kaya drakula " ucap Dinar tertawa


haha serem banget.. ngomong ngomong sama siapa keluarnya teh ? tanya Indri lagi


sama temen " ucap Dinar cepat


temen apa temen " goda Indri


tak berapa lama terdengar pintu dibketuk dari luar.


teteh berangakt dulunya, kamu mau di bawain apa ? tanya Dinar


martabak keju boleh deh " tawar Indri sambil berjalan mendekati Dinar


ok, ya udah teteh keluar duluya


assalamualaikum" ucap Dinar dan berlalu pergi keluar rumah


Iyah.. wa'alaikumsalam " jawab Indri dan langsung pergi ke kamar karna hari ini dia sangat lelah dengan tugas tugas kuliahnya.

__ADS_1


Dinar berjalan ke ruang tamu dan membuka pintu terlihat disana seseorang yang sedang membelakanginya


dengan pakaian cesual. celana jeans kaos putih dan di padu padan kan denga jaket


itu membuat kegantengan naik bertingkat tingkat ...


Derry membalikan tubuhnya ketika mendengar pintu rumah di buka terlihat Dinar di sana yang begitu terlihat cantik


padahal dia hanya menggunakan baju santai sama seperti dirinya ..


udah siap?" tanya Derry


yang di balasa anggukan oleh Dinar,


Derry berjalan duluan di depan Dinar dan membukakan pintu samping kemudi untuk Dinar.


makasih" ucap Dinar dan masuk ke dalam mobil,setelah pintu ditutup Derry memutari mobil dan masuk ke dalam mobil juga, duduk di balik kemudi.


hanya keheningan yang ada di dalam mobil tidak ada obrolan atau canda tawa yang ada hanya suara deru mesin mobil yang di kendarai Derry.


Dinar terus berperang dengan fikirannya


kita mau kemana sih pak?" tanya Dinar


sambil melirik ke arah Derry


bukannya menjawab Derry hanya melirik sekilas dan fokus kembali ke jalan di depannya.


Dinar yang merasa di cuekin oleh Derry hanya mencebikan bibirnya kesal dan diam memandang ke luar jendela.


Derry yang melihat Dinar kesal menyunggingkan senyumnya, "kamu kalau merajuk itu bikin gemesh ajah,pengen nyubit pipinya deh " gumam Derry dalam hati.


tiga puluh menit kemudian mereka sampai di sebuah cafe, tapi kelihatannya cafe itu sepi seperti tidak ada pengunjung


" haiss yang benar sajah kita ke sini sepi banget, ini sih bukan mau makan tapi ujinyali" gerutu Dinar namun masih tetap terdengar oleh Derry. dia yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya dan segera turun dari mobilnya


membukakan pintu untuk Dinar


" ayo turun kok malah bengong " ucap Derry

__ADS_1


yang membuyarkan lamunan Dinar


ahh.. iya, bener kita ke sinih ? tanya Dinar lagi


Iyah .. udah ayo.." ajak Derry dan menarik lembut tangan Dinar dan di gandengnya masuk ke dalam caffe.


kok sepi banget sih, ," tanya Dinar, * kamu pelit sekali, seorang CEO muda ter Ter, tapi ngajak makan cewe di tempat yang sepi gak ada pengunjung sama sekali, " gerutu Dinar


Derry hanya tersenyum mendengarkan ocehan Dinar, dan tiba tiba lampu di dalam caffe padam semua.


aahhhh .. " teriak Dinar " aku takut,, pleas jangan di lepasin tangannya " ucap Dinar


Derry masih memegang tangan Dinar dan menuju ke rooftop caffe.menauki tangga


hati.. hati.." ucap Derry kepada Dinar


kenapa kita ke sinih? kita Pulung aja yuk aku takut,, " ucap Dinar


gak usah takut kan ada aku" Deri membelai punggung Dinar menenangkannya


kayanya yang punya caffe belum bayar listrik nih, jadi lampunya mati " gerutu Dinar kesal.


ketika sampai di atas terlihat lilin yang menyala sepanjang jalan dan juga terdapat meja bundar dan dua kursi yang saling berhadapan ...


ayoh" ajak derry dan menarik lembut tangan Dinar


Derry menarik kursi untuk Dinar duduk dan kemudian Derry duduk di depan Dinar.


begitu banyak pertanyaan di kepala Dinar


" apa kamu yang menyiapkan ini semua " tanya Dinar sambil menatap Derry


" hm.. tentu saja kalau bukan aku siapa lagi " ucap Derry bangga..


Hay Hay.. sipat coming


jangan lupa like komen vote ya


makasih yang sudah mampir

__ADS_1


di karya aku yang hanya remahan rengginang 🙏🙏🙏


__ADS_2