Dosenku Sang CEO

Dosenku Sang CEO
09


__ADS_3

di rumah pak wansa Dinar sedang duduk di depan rumah bersama Sepri . .


dia sedang mengawasi suster baru dari kejauhan , ,


" gw masuk dulu ya sep , gue lupa belum beresin barang-barang gue, " ucap Dinar dan pergi masuk ke dalam rumah


Sepri hanya mengangguk...


setelah 30 menit Dinar keluar lagi sambil membawa minum dan duduk di sebelah Sepri yang sedang asik bernyanyi sambil bermain gitar


Dinar pun ikut bernyanyi dengan suara pas Pasan nya


new eta #7 sumpah #


// ada yang hilang jiwa ku tak tenang


semakin dalam tubuhku tenggelam


oh hujan badai temani aku pulang


dingin nya malamnya tak mampu ku bertahan


kini kau datang berikan aku ruang


walaupun lelah tapi napasku panjang


akankah selalu kau tetap menemani


sinari aku bagai Cahya mentari


aku berjanji jika saatnya nanti


kan ku beri arti hingga diriku mati


yang hilang biarlah hilang


yang pergi biarlah pergi


tetap kah di sinih temani aku malam ini . . .


kini di mana harus ku cari lagi


saat kau pergi tinggal aku sendiri


lelah ku cari tak juga ku temui


saat kau hilang tujuh sumpah ku maki


aku berjanji jika nanti kau pergi


akan selalu ku do'akan kau mati //


dari kejauhan seorang pria yang berada dalam mobil memperhatikan Dinar ,


yang begitu cantik . .


padahal Dinar cuman memakai kaos oblong yang kegedean , celana panjang kaca mata dan rambut yang di ikat asal asalan


"kenapa dia sangat cantik ,walaupun cuman memakai pakaian seperti itu..


aarrrgghhh gue kenapa sih ,, tiga hari gue gak liat dia , kaya ada yang kurang di hidup gue...


Derry turun dari mobilnya dan menghampiri Dinar dan Sepri


" permisi " ucap Derry dingin


jujur dia gak suka liat Dinar Deket dengan cowo lain selain dia ,, rasanya tuh dia pengen bawa Dinar pergi dari tempat itu sekarang juga


" Iyah, kenapa mas ? tanya Sepri sopan


sedangkan Dinar yang kaget hanya bengong kaya orang beg*


" saya mau tanya rumah pak wansa sebelah mana ya ? tanya derry basa basi padahal dia sudah tau rumah pak wansa ,Derry terus memperhatikan Dinar dengan senyum simpulnya


" ouh mau ketemu om wansa , ini rumah ya yang ini . nanti saya panggilkan ,mari masuk " ucap Sepri sopan ..

__ADS_1


" Iyah , duluan saja nanti saya nyusul saya mau mengambil kunci mobil dulu " perintah derry , dia malah duduk di samping Dinar


" kenapa malah duduk di sini pak ? tanya Dinar heran


" kenapa ,? gak boleh , tadi aja kamu duduk berdua sama dia mesra banget lagi ..." ucap Derry yang terus menatap Dinar dengan tatapan tak suka ..


mesra gimana orang gue cuman duduk sambil nyanyi doang " pikir Dinar dalam hati


" eh eh bukan gitu pak , katanya mau ketemu pak wansa . mari saya antar ke dalam " ucap Dinar sambil berdiri dari duduknya


"kenapa dia kaya menghindar gitu dari gue " gumam derry dalam hati


Derry pun mengikuti Dinar ke dalam rumah


" silahkan duduk pak ," ucap Dinar sopan


pak wansa pun datang dan kangsung menjaba tangan Derry


gimana kabarnya pak " ucap Derry


baik baik , kamu sendiri gimana? tanya pak wansa ..


seperti biasa pak,saya tidak menggangu kan ?? tanya Derry


hahah tidak kok , tawa pak wansa


selamat nya atas predikat pengusaha sukses termuda " ucap pak wansa , saya bangga sekali " ucapnya lagi


hahah .. terima kasih banyak pak , biasa saja lah " ucap Derry tersenyum


mereka pun ngobrol ntah itu seputar bisnis atau hobi mereka yang sama-sama suka dengan MOGE (motor gede )


di luar rumah


" Sepri tolong dong telponin supir grab yang biasa nganter gue " kata Dinar sambil memakan cemilan


" mau apa emangnya loe, mau pergi? biar gue aja yang anterin loe " jawab Sepri panjang lebar


" iihh bukan, udah telponin aja sih suruh ke sini " ucap Dinar lagi


Dinar yang tak suka langsung teriak


seeppppriiiii , sakit tau pipi gue " kesal Dinar


Sepri hanya tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Dinar , dia pun menghubungi supir grab yang di maksud Dinar


.di dalam rumah derry yang mendengar itu seketika menjadi marah dan cemburu ..


pak wansa yang memperhatikan raut wajah Derry pun bertanya


" kenapa der?" tanya pak wansa .


" eehh gak papa pak " gugup derry


eehh ini si suster ko gak bikinin minuman ya ..maaf ya der pasti bengong karna kehausan ya " kata pak wansa sampul tertawa kecil


mama tarra turun dari lantai atas .


eeh ada tamu pih ? tanya mama Tarra


mih bikin minuman gih .." printah pak wansa


ncusss" teriak mama Tarra


"iya .. Bu , kenapa ? tanya Dinar yang datang dari luar


loe kok ada tamu gak di bikinin minum sih " omel mama Tarra


" heheh lupa Bu ,kirain cuman bentar " timpal Dinar


dan berlalu pergi meninggalkan mereka ..


Dinar pun membawa minuman dan cemilan ke ruang tamu


" silahkan.." ucap Dinar dan tersenyum

__ADS_1


"kenapa senyumnya itu manis sekali sih " rasanya pengen gue cium tuh bibir " gumam derry


"tiba-tiba Sepri masuk ,


"ncus itu udah Dateng ," seru Sepri


apaan yang Dateng pri ? tanya pak wansa


.sedangkan Dinar sudah naik ke lantai atas mengambil barang yang akan dia sumbangkan


" ituh taksi onlen pesenam si ncus " ucap Sepri


" emang dia mau pergi ke mana mih ? tanya pak wansa


" gak tau , " ucap mama Tarra


Dinar turun membawa beberapa tas dan paper bag dan lansung keluar rumah


" bang, buka bagasinya " teriak Dinar


Iyah Iyah " ucap si supir


" ini tolong kirim ke alamat ini ya , dan tunggu masih ada lagi " ucap Dinar dan pergi meninggalkan si supir


Dinar menggambil tas lagi dan menyuruh Sepri membawa kardus yang isinya buku buku Dinar ...


" ini apaan sih ncus isinya berat banget " tanya Sepri


" ini buku " jawab Dinar


setelah barang masuk ke dalam mobil semua


dan menyuruh si supir mengantar kan sebagiannya ke panti dan sebagiannya ke rumah yang sekarang di tempati Indri


" makasih Sepri " ucap Dinar tulus


sama sama ncus canti " ucap Sepri


dsn mereka tertawa


sampai suara mama Tarra menghentikan tawa mereka


" kenpa Bu ? tanya Dinar


" udah selesai belom Lo ? tanya mama Tarra


"udah " jawab cepat Dinar


" yaudah masak gih , buat kita maka siang " perintah mama Tarra


" aku gitu yang masak, ? tanya Dinar


_ ya iya lah ,sebelum loe ninggalin rumah gue , gue mau siksa loe dulu " ucap mama Tarra sambil tertawa


Dinar hanya mengerucut kan bibirnya


" gak takut aku racunin Bu " teriak Dinar


karna mama Tarra sudah masuk rumah


" ya kalo loe racunin loe duluan yang mati kali ncus " tawa mama Tarra


" hahah Iyah juga ya .. eehh tapi aku gak Bakan cicipi jadi gak bakalan kenapa-kenapa " seru Dinar


" udah loe Sanah masak " ucap mama tarra


baik ndoro..." ucap Dinar sambil tertawa dan pergi meninggalkan mama Tarra dan tamu nya


derry hanya tersenyum mendengar celotehan Dinar dan istri pak wansa ...


***jangan lupa like and komen ya


salam sayang dari author


@sipat***

__ADS_1


__ADS_2