
di rumah pak wansa Dinar sedang duduk di depan rumah bersama Sepri . .
dia sedang mengawasi suster baru dari kejauhan , ,
" gw masuk dulu ya sep , gue lupa belum beresin barang-barang gue, " ucap Dinar dan pergi masuk ke dalam rumah
Sepri hanya mengangguk...
setelah 30 menit Dinar keluar lagi sambil membawa minum dan duduk di sebelah Sepri yang sedang asik bernyanyi sambil bermain gitar
Dinar pun ikut bernyanyi dengan suara pas Pasan nya
new eta #7 sumpah #
// ada yang hilang jiwa ku tak tenang
semakin dalam tubuhku tenggelam
oh hujan badai temani aku pulang
dingin nya malamnya tak mampu ku bertahan
kini kau datang berikan aku ruang
walaupun lelah tapi napasku panjang
akankah selalu kau tetap menemani
sinari aku bagai Cahya mentari
aku berjanji jika saatnya nanti
kan ku beri arti hingga diriku mati
yang hilang biarlah hilang
yang pergi biarlah pergi
tetap kah di sinih temani aku malam ini . . .
kini di mana harus ku cari lagi
saat kau pergi tinggal aku sendiri
lelah ku cari tak juga ku temui
saat kau hilang tujuh sumpah ku maki
aku berjanji jika nanti kau pergi
akan selalu ku do'akan kau mati //
dari kejauhan seorang pria yang berada dalam mobil memperhatikan Dinar ,
yang begitu cantik . .
padahal Dinar cuman memakai kaos oblong yang kegedean , celana panjang kaca mata dan rambut yang di ikat asal asalan
"kenapa dia sangat cantik ,walaupun cuman memakai pakaian seperti itu..
aarrrgghhh gue kenapa sih ,, tiga hari gue gak liat dia , kaya ada yang kurang di hidup gue...
Derry turun dari mobilnya dan menghampiri Dinar dan Sepri
" permisi " ucap Derry dingin
jujur dia gak suka liat Dinar Deket dengan cowo lain selain dia ,, rasanya tuh dia pengen bawa Dinar pergi dari tempat itu sekarang juga
" Iyah, kenapa mas ? tanya Sepri sopan
sedangkan Dinar yang kaget hanya bengong kaya orang beg*
" saya mau tanya rumah pak wansa sebelah mana ya ? tanya derry basa basi padahal dia sudah tau rumah pak wansa ,Derry terus memperhatikan Dinar dengan senyum simpulnya
" ouh mau ketemu om wansa , ini rumah ya yang ini . nanti saya panggilkan ,mari masuk " ucap Sepri sopan ..
__ADS_1
" Iyah , duluan saja nanti saya nyusul saya mau mengambil kunci mobil dulu " perintah derry , dia malah duduk di samping Dinar
" kenapa malah duduk di sini pak ? tanya Dinar heran
" kenapa ,? gak boleh , tadi aja kamu duduk berdua sama dia mesra banget lagi ..." ucap Derry yang terus menatap Dinar dengan tatapan tak suka ..
mesra gimana orang gue cuman duduk sambil nyanyi doang " pikir Dinar dalam hati
" eh eh bukan gitu pak , katanya mau ketemu pak wansa . mari saya antar ke dalam " ucap Dinar sambil berdiri dari duduknya
"kenapa dia kaya menghindar gitu dari gue " gumam derry dalam hati
Derry pun mengikuti Dinar ke dalam rumah
" silahkan duduk pak ," ucap Dinar sopan
pak wansa pun datang dan kangsung menjaba tangan Derry
gimana kabarnya pak " ucap Derry
baik baik , kamu sendiri gimana? tanya pak wansa ..
seperti biasa pak,saya tidak menggangu kan ?? tanya Derry
hahah tidak kok , tawa pak wansa
selamat nya atas predikat pengusaha sukses termuda " ucap pak wansa , saya bangga sekali " ucapnya lagi
hahah .. terima kasih banyak pak , biasa saja lah " ucap Derry tersenyum
mereka pun ngobrol ntah itu seputar bisnis atau hobi mereka yang sama-sama suka dengan MOGE (motor gede )
di luar rumah
" Sepri tolong dong telponin supir grab yang biasa nganter gue " kata Dinar sambil memakan cemilan
" mau apa emangnya loe, mau pergi? biar gue aja yang anterin loe " jawab Sepri panjang lebar
" iihh bukan, udah telponin aja sih suruh ke sini " ucap Dinar lagi
Dinar yang tak suka langsung teriak
seeppppriiiii , sakit tau pipi gue " kesal Dinar
Sepri hanya tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Dinar , dia pun menghubungi supir grab yang di maksud Dinar
.di dalam rumah derry yang mendengar itu seketika menjadi marah dan cemburu ..
pak wansa yang memperhatikan raut wajah Derry pun bertanya
" kenapa der?" tanya pak wansa .
" eehh gak papa pak " gugup derry
eehh ini si suster ko gak bikinin minuman ya ..maaf ya der pasti bengong karna kehausan ya " kata pak wansa sampul tertawa kecil
mama tarra turun dari lantai atas .
eeh ada tamu pih ? tanya mama Tarra
mih bikin minuman gih .." printah pak wansa
ncusss" teriak mama Tarra
"iya .. Bu , kenapa ? tanya Dinar yang datang dari luar
loe kok ada tamu gak di bikinin minum sih " omel mama Tarra
" heheh lupa Bu ,kirain cuman bentar " timpal Dinar
dan berlalu pergi meninggalkan mereka ..
Dinar pun membawa minuman dan cemilan ke ruang tamu
" silahkan.." ucap Dinar dan tersenyum
__ADS_1
"kenapa senyumnya itu manis sekali sih " rasanya pengen gue cium tuh bibir " gumam derry
"tiba-tiba Sepri masuk ,
"ncus itu udah Dateng ," seru Sepri
apaan yang Dateng pri ? tanya pak wansa
.sedangkan Dinar sudah naik ke lantai atas mengambil barang yang akan dia sumbangkan
" ituh taksi onlen pesenam si ncus " ucap Sepri
" emang dia mau pergi ke mana mih ? tanya pak wansa
" gak tau , " ucap mama Tarra
Dinar turun membawa beberapa tas dan paper bag dan lansung keluar rumah
" bang, buka bagasinya " teriak Dinar
Iyah Iyah " ucap si supir
" ini tolong kirim ke alamat ini ya , dan tunggu masih ada lagi " ucap Dinar dan pergi meninggalkan si supir
Dinar menggambil tas lagi dan menyuruh Sepri membawa kardus yang isinya buku buku Dinar ...
" ini apaan sih ncus isinya berat banget " tanya Sepri
" ini buku " jawab Dinar
setelah barang masuk ke dalam mobil semua
dan menyuruh si supir mengantar kan sebagiannya ke panti dan sebagiannya ke rumah yang sekarang di tempati Indri
" makasih Sepri " ucap Dinar tulus
sama sama ncus canti " ucap Sepri
dsn mereka tertawa
sampai suara mama Tarra menghentikan tawa mereka
" kenpa Bu ? tanya Dinar
" udah selesai belom Lo ? tanya mama Tarra
"udah " jawab cepat Dinar
" yaudah masak gih , buat kita maka siang " perintah mama Tarra
" aku gitu yang masak, ? tanya Dinar
_ ya iya lah ,sebelum loe ninggalin rumah gue , gue mau siksa loe dulu " ucap mama Tarra sambil tertawa
Dinar hanya mengerucut kan bibirnya
" gak takut aku racunin Bu " teriak Dinar
karna mama Tarra sudah masuk rumah
" ya kalo loe racunin loe duluan yang mati kali ncus " tawa mama Tarra
" hahah Iyah juga ya .. eehh tapi aku gak Bakan cicipi jadi gak bakalan kenapa-kenapa " seru Dinar
" udah loe Sanah masak " ucap mama tarra
baik ndoro..." ucap Dinar sambil tertawa dan pergi meninggalkan mama Tarra dan tamu nya
derry hanya tersenyum mendengar celotehan Dinar dan istri pak wansa ...
***jangan lupa like and komen ya
salam sayang dari author
@sipat***
__ADS_1