
setelah pertemuan nya dengan Dinar dua hari yang lalu Derry tidak ikut kembali lagi ke Jakarta bersama orang tuanya dan juga tanisa. dia menyerahkan semua urusan kantornya kepada sahabat sekaligus asistennya Tyo.
Lo sampai kapan di bandung bos?" tanya Tyo
sampe gue bisa dapet maaf dari Dinar dan dia mau gue bawa ke Jakarta."jelas Derry
yaampun kalau dia gak mau maafin ko, Lo bakalan netep di Bandung gitu?" tanya Tyo penasaran
bisa jadi, dah lah gue mau ke toko tempat Dinar bekerja." ucap Derry dan langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Tyo.
jam delapan pagi Derry sudah sampai di toko kue Dinar.
Derry masuk dan menanyakan kepada salah satu karyawan Dinar.
permisi, apa Dinar sudah datang." tanya Derry
belum mas, teh Dinar belum datang, kalau ada sesuatu yang penting bisa lewat mbak Siska aja mas." terang salah satu karyawan toko.
oh baiklah terimakasih."
sama sama." ucapnya
Derry memilih menunggu Dinar di dalam tokonya dia duduk di kursi yang dekat dengan jendela agar ketika Dinar datang dia langsung mengetahui nya.
Derry sudah menghabiskan kopi keduanya dan dia memesan lagi kopi ketiga. tapi sampai sekarang belum ada tanda tanda Dinar akan datang, Derry pun bertanya kepada Siska
sis kamu tau Dinar kemana." ucap Derry tanpa basa basi
__ADS_1
mbak Dinar lagi ada urusan sama a Asep." ucap susila ketika sudah meletakan kopi Derry
Asep siapa, urusan apa. kok mereka lama sekali." kesal Derry
maaf pak Derry saya juga tidak tau, permisi saya harus kembali bekerja." ujar Siska dan berlalu pergi.
siska memang mengenal Derry karna di toko kue pusat Derry sering datang mencari Dinar.
Derry lalu menghubungi nomor ponsel Dinar
aahh shit." kesal Derry ketika ponsel Dinar tidak bisa di hubungi
apa jangan jangan dia memblokir nomor ponsel gue lagi." geram Derry
tiba tiba pintu terbuka oleh Dinar yang baru saja datang bersama seorang laki laki. mereka berjalan beriringan itu membuat Derry cemburu dan marah. Derry dengan langkah lebar menarik Dinar ke pelukannya.
kamu dari mana sayang?" tanya Derry tanpa berniat melepasakan pelukannya
biarin agar mereka tau kalau kamu calon istriku." bisik Derry di telinga Dinar
heh lepas, beraninya kau memeluk Dinar." geram Asep
ck.." Derry berdecak tidak suka. " bukan urusan Lo, sana pergi." Derry mengusir Asep tanpa berbasa basi lagi.
Asep mulai twrpancing emosi hendak memukul Derry, tapi di cegah oleh Dinar
makasih Asep udah anterin Dinar, Dinar gak papa kok." ucap Dinar tersenyum
__ADS_1
bener—" belum selesai Asep bicara Dinar sudah di tarik masuk ke dalam ruangannya oleh Derry.
nyebelin ternyata kalau cowok cemburu itu ya gaes🤭
kamu dari mana, kok gak ajak aku ajah sih?" tanya Derry lembut ketika sudah masuk di dalam ruangan Dinar
ada urusan di luar bareng Asep." ujar Dinar tanpa berniat menjelaskan detail nya.
iya kemana?"
bukan urusan kamu." ketus Dinar
sayang.. aku kan udah jelasin semuanya kok masih sewot sih."
ngapain kamu kesini?" Dinar malah bertanya bukan menjawab Derry
aku kangen sama kamu, please maafin aku ayo kita mulai semuanya dari awal." ujar Derry sambil menggenggam tangan Dinar dan menatap dalam bola mata Dinar.
Dinar juga menatap balik mata elang Derry.
mata yang dulu mengintimidasi dirinya kini berubah menjadi tatapan hangat.
hati Dinar mulai goyah kembali, selama dua bulan ini sia Sia dia mencoba melupakan sang mantan kekasih. hanya dengan tatapan saja hatinya sudah goyah.
hai gaes author come back.
lama gak nulis di novel ini, karna fokus di novel yang lain.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak gaes.
see you next time ❤️