Dosenku Sang CEO

Dosenku Sang CEO
ibu mertua


__ADS_3

dari arah luar restoran masuklah beberapa ibu ibu sosialita..


dan duduk bersebrangan dengan meja yang di tempati Dinar, salah satu ibu itu menghampiri Indri.


loh..Indri di sini, pantas tadi saya ke toko tokonya tutup." ucap sang ibu


Indri yang mendadak di datangi ibu itu kaget dan nyengir kuda


" hehe iya Bu, sengaja kita tutup cepat."


ouh pantesan, "


jeng kenalin ini Indri pemilik toko kue DIN ceke yang sering saya bawa kalau kita lagi kumpul." terang si ibu


seketika Indri meringis ketika dirinya diperkenalkan sebagai pemilik toko kue, dan dia melirik dinar, tapi Dinar hanya cuek seolah tidak mendengar apa apa.


wahh hebat ya kamu masih muda udah bisa bikin usaha sendiri." ucap salah satu ibu sosialita


hehe maaf ibu- ibu saya hanya bekerja di sana bukan sebagai pemilik."


ahh kamu mah merendah terus,"


Indri mendadak pusing dengan kelakuan ibu ibu itu. Indri menyenggol tangan Dinar berharap dia bisa membantu namun yang di senggol tidak merespon.


kamu udah punya pacar belum, mau gak sama anak saya.?"


eh?


dari pada nanti salah paham terus Indri langsung buka suara lagi.


ibu perkenalan ini teh Dinar pemilik Din cake." ucap Indri menarik tangan Dinar


eh.. Dinar yang kaget hanya tersenyum kaku.


teh ini loh pelanggan kita, hampir tiap hari Dateng." terang Indri


hallo Bu.. " ucap Dinar tersenyum


wahh jadi kamu pemilik Din cake,"


Dinar hanya tersenyum canggung.


loh Dinar .." ucap Bu Desi yang baru datang


Dinar refleks langsung menengok ke arah suara. terlihat Bu Desi yang datang dan duduk di sebrang bersama ibu ibu sosialita lainnya.

__ADS_1


maaf ya telat jeng." ucap Bu desi


tidak apa apa."


Bu Desi kembali berdiri dan menghampiri Dinar


Din gimana kabar kamu.?" ucap Bu Desi dan duduk di kursi kosong sebelah Dinar


baik Tante, Tante sendiri apa kabar.?


kok Tante sih, kan waktu itu udah bilang panggil mama" jelas Bu desi tidak suka


eh..lupa Tan.. mm maksudnya mah"


kamu kapan pulang.?


dua hari yang lalu Tan, eh maksudnya mah."


yaampun menyiksa banget ini, apa Bu si belum tau ya?"


ya udah lanjut makannya, mamah mau kumpul sama temen temen mamah dulu, nanti mamah telpon Derry supaya ke sini." ucap Bu Desi lalu berdiri meninggalkan meja Dinar


cie . ibu mertua .." goda Indri


Dinar menutup laptopnya ketika sudah selesai memeriksa laporan keuangan yang Indri kirim.


ehh kalian gak pesen lagi..?" tanya Dinar ketika makanan yang mereka pesan sudah mau habis.


emang boleh mbak.?


boleh... pesen aja"


tiba tiba ponsel Dinar berdering dan tertera nama bang David disana


hallo bang.."


...."


ok.. gue kesana"


..."


ice cappucino."


dan Dinar langsung menutup panggilannya,Dinar segera mengambil dompet dan menyerahkan kartu debit kepada Indri,

__ADS_1


nih in kartu teteh pinnya ulang tahun teteh. kalian boleh nonton mumpung masih di mall, pake kartu itu ya." ucap Dinar dan segera berdiri dari duduknya.


mau keman teh?" tanya Indri


dan juga yang lain menatapnya dengan keheranan.


ehh teteh nitip laptop ya, mbak ada urusan kalian seneng seneng di sini, dahh.." Dinar melambaikan tangan dan pergi, tapi suara seseorang menghentikan langkahnya


mau kemana Din.? tanya Bu Desi


ehh Dinar ada urusan, duluan ya mah soalnya udah di tungguin." ucap Dinar dan mencium tangan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


Dinar buru buru keluar dari restoran dan memasuki lif menuju lantai dasar dimana bang David menunggunya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Derry baru saja memasuki salah satu restoran di mall MKG.


dengan melisha yang terus bergelayut manja di tangan Derry,


ada rasa kesal di hati pria itu. ketika dirinya di kampus dia terus saja mengajaknya mnkan shusi dengan alasan anaknya ingin makan sushi.


sebenarnya Derry tidak yakin bahwa itu anaknya di tambah lagi dengan informasi yang Tyo berikan barusan.


kalau melisha dan Vera mantan kekasihnya itu bekerja sama.


ayo sayang," ajak melisha kepada Derry


Derry duduk di hadapan melisha. rasanya dia ingin teriak benar benar muak. dia harus segera menyelesaikan ini dan segera mengetahui anak siapa yang di kandung melisha


habis ini kita ke dokter ya, aku mau lihat gimana keadaan baby." ucap Derry berpura pura lembut, sebenarnya dia ingin sekali muntah. karna pasalnya dia hanya bisa bersikap manis ketika hanya bersama Dinar.


hah.. i- iya nanti kita ke dokter," ucap melisha gugup. mampus gue, harus nyari alasan gimana ya biar gak usah ke dokter.


masih semangat gak puasanya gaes...???


makasih yang udah dukung author. jangan segan buat ngingetin author ya kalau ada salah atau kurang. karna author baru belejar nulis. iseng iseng aja karna kadang author suka ngehalu, dari pada ke buang mending di tuang dalam tulisan😁


jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes ❀️


see you next time ❀️


my Ig please follow πŸ™πŸ™


@sipat961

__ADS_1


__ADS_2