
Ting
suara pintu lift terbuka.
aku sampai di lantai paling atas gedung. lantai khusus Presdir. hanya ada beberapa ruangan di sini yaitu ruangan kak Derry, pak Tyo dan juga sekretaris Kaka derry
aku menarik napas panjang dan mengeluarkan secara perlahan sebelum melangkahkan kakiku keluar lift.
"Loh belum dapat gantinya mbak Mikha ya,?" Tanyaku dalam hati. karna melihat meja sekretaris kosong.
Tanpa ragu aku membuka pintu ruangan Derry
kejut....
Degh
mendadak suaraku menghilang bagai di telan angin.aku sangat syok melihat dua orang yang sedang saling bercumbu tanpa rasa malu. justru kini aku yang malu melihat tingkah dua orang manusia dihadapan ku itu.
rasa sesak di dada kini menyeruak, seakan oksigen mendadak habis, dengan susah payah aku mengambil nafas dan memukul dadaku tapi tetap saja. tanpa aku sadari bekal makan siang yang ku bawa jatuh ke lantai.
Brugh
Suara benda jatuh menyadarkan dua orang yang sedang asik bercumbu.
wajah kak Derry pucat Pasih ketika melihatku ada di ruangannya aku tersenyum sinis.
baru satu bulan aku tinggalkan sudah berani seperti ini. bagaimana kalau aku tinggal lama.
Kamu....!!" Teriak kak Derry dan langsung mendorong perempuan itu dari atas pangkuannya.
__ADS_1
kak Derry berdiri dari duduknya" sayang ini gak seperti yang kamu lihat," ucap kak Derry menyesal, huh entah penyesalan atau hanya akting. hatiku sudah terlanjur sakit
aku berjalan menghampirinya dengan senyum sinisku, ntah apa yang dia lakukan malah merentangkan tangannya seolah dia menyuruhku memeluknya.
cihh siapa yang mau memeluk bekas perempuan lain." gumamku
aku melepaskan cincin yang melingkar di jari manisku, yang sudah menemaniku hampir dua bulan ini dan melempar ke mukanya.
tanpa sepatah katapun aku langsung pergi keluar dari ruangan Presdir.
sakit dadaku sakit seperti ada ribuan orang yang memukul dadaku.
aku tidak langsung pergi masih berharap kalau kak Derry mengejar ku dan menjelaskan semuanya.
satu menit
dua menit
duarrr
bagai di sambar petir mendengarnya. aku berlari masuk ke dalam lift air mataku terus saja keluar. dada ini semakin sesak aku mencoba mengendalikan diri. aku tidak mau semua orang melihatku menangis.
setelah menguasai diri dan menghapus cairan bening aku keluar dari lift. aku bertemu dengan pak Tyo ketika keluar lift.
aku mendengar pak Tyo memanggil namaku, namun aku tidak memperdulikannya.
aku terus berjalan dengan tatapan kosong, rasanya aku ingin menghilang saja.
aku mendengar ada yang memanggil namaku namun aku tidak tau siapa, sampai ada sebuah tangan yang menarik ku aku melihat siapa yang berani menarik tangan ku ternyata Mbak Metha aku langsung berhambur memeluknya dengan tangis pilu.
__ADS_1
kamu kenapa de..? tanya mbak Metha
aku hanya menggelengkan kepala,
ketika aku sudah mulai tenang aku melepas pelukan dari Mbak Metha.
kenapa.?" tanyanya lagi
gak papa mbak, aku hanya kangen sama mbak Metha." ucapku dan tersenyum
kamu kok pulang gak ngasih tau kita sih di." tanya pak Angga
hehe maaf Dinar mau kasih kejutan buat kalian." ucapku
kami bercerita sebentar dan itu mampu membuatku lupa atas kejadian yang baru aku alami.
karna waktu makan siang sudah hampir habis akhirnya aku pamit pulang. dengan alasan ingin istirahat.
mbak Metha, pak Angga, mbak Mel. Dinar pamit ya, capek mau istirahat dulu." ucap ku
iya.. hati hati di jalan ya de." ucap mbak metha dan di angguki oleh pak Angga dan mbak Amel.
iya.. dahhh mbak." ucapku sambil melambaikan tangan.
hai gaess author come back 😁
makasih buat kalian yang udah support author kentang ini...
thanks for like and vote
__ADS_1
see you next time gaes
Ig.@sipat961