
sudah hampir tiga hari Dinar menghilang bak di telan bumi.
tidak ada yang tau dia pergi kemana, bahkan Indri sekalipun tidak tau. Dinar hanya meninggalkan memo buat Indri yang bertuliskan.
" aku pergi dulu, jangan cari aku.
untuk toko yang di Bandung kamu suruh Siska yang kesana. kalau urusanku sudah selesai nanti aku susul dia kesana."
begitulah isi memo yang tertempel di kulkas rumah Dinar. semua komunikasi di putus olehnya tidak ada seorang pun yang bisa menghubunginya. termasuk Indri yang bisa di bilang orang kepercayaan Dinar.
Indri juga dibuat pusing Oleh Derry, karna hampir setiap jam menerornya menanyakan Dinar.
apa kabar dengan Derry??
Derry terlihat sangat kacau, dia hampir tidak tidur karna terus saja mencari Dinar. Tyo sudah mencoba melacak nomor telepon Dinar tapi tetap tidak bisa menemukannya.
bahkan sampai meretas semua cctv yang ada di sekitar perumahan Dinar tetap hasilnya nihil..
seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya. matanya memerah, rambut yang biasanya rapih kini acak acakan tidak hanya itu Derry melupakan makan, sampai kemarin malam masuk rumah sakit gara gara asam lambungnya tinggi.
apa kau bodoh,mencari seorang perempuan biasa saja kau tidak bisa." maki Derry frustasi
maaf bos." ucap Tyo menunduk
aarregghhh..." teriak Derry dan membanting barang barang ayang ada di atas meja kerjanya.
bodoh.. cepat cari sampai ketemu.'' teriak Derry lagi.
tanpa menunggu lagi Tyo langsung kabur daripada menjadi samsak dadakan oleh bosnya.
Derry POV
aku benar-benar bodoh, seharusnya sebelum dinar pulang aku sudah menyelesaikan masalahku.
ini semua karna aku tidak tegas, aku kira kesalahan di malam itu akan pupus dengan sendirinya, tapi justru itu menjadi bumerang bagiku. di tambah Dinar melihat ketika aku bercumbu dengan sekretarisku.
walaupun aku berada dalam pengaruh obat, tapi aku masih setengah sadar. aku melihat tatapan Dinar yang dingin. tidak seperti biasa yang tatapannya hangat.
__ADS_1
sayang ini tidak seperti yang kamu lihat" ucapku
tapi dia sama sekali tidak merespon ku, hanya tatapan yang ntah apa artinya akupun tak mengerti, dia terus berjalan mendekatiku
aku pikir dia kangen denganku dan ingin memelukku tapi tidak. dia melemparkan cincin yang pernah ku sematkan di jari manisnya ketika aku melamarnya, aku kaget bukna maen.
tanpa berbicara sepatah katapun dia pergi begitu saja. hatiku sakit melihat Dinar pergi begitu saja.
setelah itu dia pergi menghilang bahkan teman temannya tidak ada yang tau,aku mendapat kabar kalau dinar masuk rumah sakit tapi setelah aku kesana dia tidak ada dan suster mengatakan kalau dinar baru keluar beberapa menit yang lalu.
ketika aku akan menyusulnya aku di telpon pihak kampus untuk segera datang ke kampus ntah ada apa. mau tak mau aku memutar kembali mobilku ke arah kampus, setelah rapat aku menemui rizal teman sesama dosen dan kami bercerita, cerita kami berhenti ketika seseorang mengetuk pintu ruangan rizal, dan masuklah seseorang yang sejak kemarin ingin aku temui. wajahnya terlihat pucat mata bengkak. ya tuhan apa yang telah aku lakukan hingga membuat dia sekacau ini. tidak ada lagi tatapan hangat di matanya yang ada hanya tatapan dingin dan juga luka. tapi beda ketika dia menatap rizal. sorot mata teduh beda sekali denagn tatapanku.
aku cemburu melihat kedekatan rizal dan juga dinar dan fakta yang aku dapatkan kalau dinar sering begadang di temani rizal,
'' jadi dong kamu nikah din?tanya rizal
deghhh ..
nikah '' gumamku
haha gak jadi pak, dan gak usah di bahas.'' jawab dinar sinis
wahh sayang banget, kalau gitu biar saya aja yang gantiin dia Din." canda Rizal
udah deh pak malah gosip, kalau gitu saya pergi dulu. permisi." ucap Dinar dan pergi keluar dari ruangan Rizal.
aku yang penasaran langsung memberondong Rizal dengan berbagai pertanyaan.
oh tuhan.. jadi Dinar memajukan sekripsinya demi gue, demi mewujudkan keinginan gue buat nikahin dia.
aarraaagghhh.." ucapku menggeram
kenapa Lo?" tanya Rizal bingung.
gak papa.." aku langsung berlari mencari Dinar di parkiran, aku melihat Dinar berjalan sendirian dan langsung ku tarik dia kedalam mobil, aku tidak peduli dengan pandangan para mahasiswa yang melihatku menarik Dinar.
aku membawanya ke daerah Bogor aku juga bingung kenapa aku harus membawanya kesini.
__ADS_1
aku memberhentikan mobilku aku mengelus wajah cantik yang tengah tertidur. rasa bersalahku mencuat akubingin egois aku ingin Dinar terus berada di sisiku nagaimanapun caranya. aku menjelaskan kepda Dinar apabyang sebenarnya terjadi Kemarin dan sebelumnya. Dinar hanya diam, aku berharap Dinar marah dan memukulku tapi dia hanya diam ini yang membuatku tambah sakit.
aku mintanya untuk percaya padaku apapun yang terjadi dan tetap di sisiku.
ke esokan harinya aku menjadi penguji sidang skripsi Dinar menjadi mahasiswi terakhir yang di uji. aku marah melihat Dinar di peluk oleh Rizal, hatiku panas ketika Rizal pergi aku mendekati nya dan memeluknya sambil mengucapkan selamat. di luar ekspektasi ku Dinar tidak membalas pelukanku, berbeda dengan Rizal dia memeluk erat Rizal tapi aku.
aahhh aku benar benar marah saat ini.
tanpa ku sadari Dinar telah pergi keluar dari ruangan itu.
setelah sidang harusnya aku kembali ke kantor tapi melisha malah meneleponku dan mengajakku makan shusi,sebenarnya aku malas. tapi dia merengek seperti anak kecil yang meminta permen. dan senjata andalannya anak kamu yang minta Loh bukan aku.mau tidak mau aku pun menemaninya ke mall.
si dalam restoran Jepang aku bertemu mamaku dan dia mengomel dan memarahiku. aku hanya diam karna aku tau aku salah, aku tidak bisa membela diri.
tiba tiba mama menelpon seseorang mungkin itu Dinar. dan bemra saja mama bertemu Dinar di coffee shop. mama tetap lah mama yang keras kepala sama denganku.
aku hanya diam ketika melihat mama pergi dengan amarahnya, tanpa aku sadari melisha dan Dinar tengah beradu argument dan
plakkk suara tamparan menyadarkan lamunanku.
Melisa" teriak ku ketika melihat Dinar di tampar oleh melisha.
sejak kejadian itu aku benar benar tidak tau sekarang Dinar dimana,
apakah dia benar-benar pergi dari hidupku.
assalamualaikum
sebelumnya auhor mauengucapkan minal Aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin
Alhamdulillah auhor bisa up lagi.
tadinya mau double up tapi ini ngetik udah seribu lebih jadi up satu aja ya ges 😂
yuk dukung karya author kentang ini
biar tambah semangat nulis makasih 🙏🙏
__ADS_1
see you next time gaes ❤️