Dosenku Sang CEO

Dosenku Sang CEO
SIRAMAN


__ADS_3

satu Minggu kemudian di kediaman orang tua Dinar sudah ramai oleh para sodara dan tetangga kalau kata orang kampung mah ngobeng namanya. gotong royong saling tolong menolong jika tetangga sedang ada acara atau hajatan seperti ini.


setelah acara pertunangan satu Minggu lalu yang di adakan di gedung putih Bandung.


Dinar kembali ke kampung halaman nya yang berada di Majalengka. bukan tanpa alasan orang tua dan sodara Dinar menyuruh Dinar untuk kembali ke kampung. karna kata orang zaman dulu kalau calon pengantin tidak boleh bepergian jauh, harus diam di rumah. katanya kalau calon pengantin itu baunya manis.


Dinar sedang barada di kamarnya bersamanya sodara perempuan nya yang dua bulan lalu melangsungkan pertunangan.


" selamat sayang. akhirnya kamu yang duluan nikah ." ucap Tia sambil memeluk Dinar


"Makasih kak." Dinar juga membalas pelukannya Tia tidak kalah erat.


Hari ini tepatnya tiga hari sebelum pernikahan Dinar. akan ada acara pengajian di rumah Dinar lalu di lanjut dengan siraman


Dalam tradisi Jawa, prosesi membersihkan diri dengan memandikan calon pengantin sebelum pernikahan disebut sebagai siraman. Sementara di Tanah Sunda, ritual simbolis yang bermakna menyucikan calon pengantin sebelum akad nikah ini disebut prosesi “ngebakan atau ngaibakan.”


Prosesi ngebakan umumnya digelar seminggu ATAU Tiga hari Menjelang hari peresmian pernikahan. Baik calon pengantin wanita maupun pria, semuanya melalui prosesi secara terpisah di kediaman masing-masing. Bagi calon pengantin muslim, terlebih dahulu akan digelar pengajian dan pembacaan doa khusus.


Setelah itu barulah prosesi ngebakan dilaksanakan dengan tata cara sebagai berikut.


Ngecagkeun Aisan. Calon pengantin wanita keluar kamar yang secara simbolis digendong (atau diais , dalam bahasa Sunda) oleh sang ibu. Sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sembari membawa lilin menuju tempat sungkeman. Menurut beberapa sumber, prosesi ini bermakna tanggung jawab orangtua kepada anaknya.


Ngaras. Setelah itu, calon pengantin wanita melakukan sungkeman dan membasuh kaki kedua orang tua sebagai simbol aplikasi dan permohonan izin.

__ADS_1


''Ayah, Ibu, menatap kilauan mata jernih yang ada padamu, sepasang  mata terindah yang tak pernah lepas menatap dinar dengan cinta sejak masih dalam rahim suci, dalam buaian, hingga beranjak dewasa hari ini. Mata indah ayah ibu adalah sumber kekuatan, mata yang di dalamnya adalah dunianya, mata yang hanya ingin Dinar tertawa, mata yang terkadang Dinar buat menangis. Maafkan Dinar ayah, ibu…" Ucap Dinar menjeda kalimatnya dan menyeka air mata yang tak bisa lagi di bendung olehnya.


sungguh Dinar tidak sanggup rasanya untuk meneruskan.dinar kembali menarik nafas dalam dan mulai melanjutkan kata katanya.


"Sepasang tangan yang mulai kuyu itu juga yang merengkuh, memeluk, mengusap kepala Dinar, ketika dunia mulai kejam. Tangan-tangan yang selalu menerima, terbuka lebar, ketika Dinar pulang dengan kekecewaan, dengan tangisan. Tangan yang bekerja keras, rela teriris, terbakar, terluka, demi Dinar bisa bahagia dan meraih cita. Dinar tak bisa membalas apa-apa, cinta Dinar bukan apa-apa ketimbang cinta kalian yang mengalahkan dunia dan seisinya. Maafkan Dinar ayah ibu, atas salah dan dosa, atas kesusahan yang Dinar buat . Tak kuasa Dinar memberimu seujung kuku balas yang pantas atas jasa-jasa, cinta tulusmu yang tak lekang oleh apapun.


Ayah, ibu, Dinar mohon restu untuk pernikahan kami. Doakan kami agar mampu mengikat cinta kami dengan kuat, sebab kami tahu ini tak akan mudah. Tapi kami percaya, dengan restu tulus dari ayah dan ibu, pernikahan ini akan bahagia. Seperti pernikahan ayah ibu yang hingga kini makin rekat jalinannya, tak lekang oleh hujan dan tak rapuh oleh panas." ucap Dinar dengan berderai air mata begitupun dengan kedua orang tua Dinar. Dinar di peluk erat oleh ayah dan ibu sungguh mereka terharu d Ngan ucapan Dinar Barusan.


setelah acara sungkeman selesai kini Dinar di bawa ketempat siraman yang berada di samping rumah.


Pencampuran Air Siraman. Kedua orang tua akan menuangkan air siraman ke dalam bokor, sejenis wadah besar yang terbuat dari logam dan bertepi lebar terbuat dari. Lalu mengaduk air siraman untuk upacara ngebakan. Air siraman berisi bunga setaman dari 7 macam bunga wangi, dua helai kain sarung, dua helai selendang batik, satu helai handuk, pedupaan, baju kebaya, payung besar, dan lilin.


Ngebakan. Ritual ngebakan sendiri diawali dengan permainan musik kecapi sling. Calon pengantin wanita dibimbing oleh perias menuju tempat prosesi Ngebakan dengan menginjak tujuh helai kain. Siraman dimulai dari sang Ibu, Ayah, dan disusul oleh para sesepuh. Jumlah penyiram ganjil yaitu 7,9 atau paling banyak 11 orang.


Tempat Prosesi Ngebakan – Dok. Mahligai


Potong Rambut. Calon mempelai wanita dan ditunjukan oleh kedua orangtua sebagai lambang untuk memperindah diri baik lahir maupun batin. Setelah rambut dipotong, acara dilanjutkan dengan prosesi ngeningan. Pada prosesi calon pengantin wanita juga akan dicukur bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau/sinom , membuat godek serta kembang turi .


Rebutan Parawanten. Sembari menunggu calon pengantin, para tamu undangan menikmati acara hahampangan dan beubeutian . Hahampangan sendiri adalah aneka makanan ringan seperti ranginang, opak, saroja, kue bugis, wajik, kue lapis, dan lain sebagainya. Sedangkan beubeutian adalah makanan yang sifatnya tumbuh di tanah lalu diolah dengan cara atau dikukus seperti, ubi-ubian, kacang, talas, singkong, dan sebagainya. Pada acara ini juga dilakukan pembagian air siraman.


Suapan Terakhir. Pemotongan tumpeng oleh kedua orangtua calon mempelai wanita dan dilanjukan dengan acara memberi suapan terakhir kepada anak sebanyak tiga kali. Suapan terakhir menjadi simbol orangtua bagi calon mempelai wanita untuk hidup mandiri dengan keluarga baru kelak setelah menikah.


Tanah Rambut. Kedua orangtua akan menanam potongan rambut calon mempelai wanita di tempat yang telah ditentukan. Penanaman rambut ini bermakna sebagai membuang atau menguburkan masa lalu calon mempelai yang dirasa kurang baik. *( sumber Mbah Google)

__ADS_1


acara siraman selesai pukul empat sore. Dinar langsung membersihkan badannya dan mengganti baju dengan baju baru. karna tadi Dinar menggunakan baju adat.


...ASSALAMUALAIKUM READER'S......


...SEMOGA SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT....


...JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN CUCI TANGAN. STAY SAFE AND STAY HEALTHY...


...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GAES 🥰...


...👉LIKE...


...👉KOMEN...


...👉 FAVORIT...


...👉GIFT AND...


...👉VOTE SETIA HARI SENIN YA....


...THANKS BANGET BUAT KALIAN YANG UDAH DUKUNG KARYA AUTHOR...


...SEE YOU NEXT TIME GAES 🥰...

__ADS_1


......IG.@SIPAT961**...


__ADS_2