
Kaisar kemudian mengangguk dan kembali duduk di tempat duduknya, sambil sekali sekali menatap ke arah Annchi dan Xierra. "Baiklah, mulai pestanya sekarang." Titah Kaisar.
Di tengah tengah pesta, Putri ke Dua yaitu Chou Yee memberikan saran kepada Kaisar. alih alih membuat suasana pesta menjadi lebih meriah.
"Ayahanda, bagaimana jika anda memberi kesempatan kepada gadis gadis yang berusia di bawah 19-15 tahun kebawah untuk menunjukan bakat mereka masing masing?" Ucap nya sambil tersenyum lembut kepada kaisar.
...||Sedikit Informasi tentang Chou Yee||...
...Dia merupakan saudari kembar Chou yi. Walaupun kembar, dia dan Chou yi memiliki sifat yang sangat jauh berbeda. Dia memiliki Sifat yang aktif dan penyabar, serta, dia merupakan gadis yang lembut dan pemalu tidak seperti kembarannya....
...Untuk Chou Yee sendiri, dia mengaggap Xierra sebagai adik kandungnya. bisa di bilang dia sangat menyayangi dan mengagumi Xierra. Namun, Karena pengaruh ibu dan saudara saudarinya, Dia tidak memiliki kesempatan untuk dekat dengan Xierra sedikitpun....
...Juga, bukannya menjadi lebih dekat, dia menjadi lebih jauh dengan Xierra karena harus dipaksa menindas Xierra dengan ancaman, dia akan di benci oleh ibu dan saudara saudarinya....
...Selain cantik, Dia juga berbakat dalam hal bela diri dan musik. karena itulah yang membuat para Tuan Muda dari keluarga manapun ingin menikahinya. Kaisar sendiri juga menyayangi Chou yee, namun Kaisar tidak pernah menunjukannya karena Kaisar berfikir bahwa Chou Yee sangat lemah lembut dan di masa depan nanti dia akan mudah di tindas....
...----------------...
Lanjut Ke cerita. Kaisar Yang mendengar saran dari Chou Yee memegang dagunya dan kemudian tersenyum. "Baiklah, Aku akan menerima saran dari putri ke dua. Untuk gadis gadis berusia 19-15 tahun ke bawah silahkan berbaris dan mengambil nomor urut yang sudah di sediakan dan langsung menunggu giliran untuk menampilkan bakat mereka masing masing, untuk membuat pesta menjadi lebih menyenangkan."
__ADS_1
"Dan jika ada yang menarik perhatian salah satu putraku, aku akan memperbolehkan nya untuk menikahi seorang dari salah satu putraku yang dia sukai." Ucap Kaisar sambil berdiri dari tempat duduknya.
Mendengar hal tersebut, Para putri dari Kerajaan lain serta nona nona dari keluarga bangsawan senang sekaligus bersemangat. bagaimana tidak? Kerajaan Nuvoleon memiliki Pangeran pengeran tampan yang bahkan belum memiliki satu tunangan sekalipun, apalagi istri dan selir?
"Ayahanda! Izinkan outrinu ini mengikuti nya! aku mohon..!" Ucap salah satu putri di sana.
"Tapi putriku.."
"Ayolah Ayah..!"
"Hah.. Baiklah Jika kamu menginginkannya."
Begitu juga dengan para Putri yang ada di sana, mereka tidak ingin kalah oleh Putri lainnya. lagipula, Sebagian Putri Putri yang berada di sana sudah lama jatuh cinta pada masing masing Pangeran yang berada di Kerajaan Nuvoleon.
Sedangkan Nona nona keluarga bangsawan, Mereka Sudah lebih dulu berdiri dari tempat duduk mereka dan berbaris. Itu karena Dorongan dari orang tua mereka sendiri serta keinginan mereka sendiri. Banyak yang berfikir dengan menjadi nya istri salah satu Pangeran yang ada di sana, mereka bisa menjadi ratu/permaisuri.
Padahal, itu sangatlah mustahil≧﹏≦ Di karenakan adanya Xierra yang merupakan seorang putri Mahkota sekaligus putri kandung dari Kaisar dan permaisuri sendiri.
"Adik, apa kamu mempunyai bakat?" Tanya Annchi kepada Xierra dengan wajah tidak bersalahnya.
__ADS_1
Xierra yang mendengar ucapan Annchi tau, Annchi lupa bahwa dia sama sekali tidak berguna dan tidak memiliki bakat satupun. Dia hanya menggelengkan kepala nya sambil sedikit tertawa. "Hihihi" Tawanya sambil tersenyum kepada Annchi.
Dia sama sekali tidak mempermasalahkan jika Annchi menyebutnya tidak berguna atau apapun itu, karena dia hanya ingin Annchi tetap menganggap nya sebagai adik dan tetap mengganggap Annchi miliknya dan keluarganya(Cayo, Gio, dan Jia.).
Ya.. Bisa di bilang sedikit terobsesi. Tidak banyak kok. Sedangkan Cayo yang sedang meminun teh yang berada di meja sambil mendengar perkataan Annchi tersedak. "U-Uhuk! Uhuk!.. An an!! Apa kamu lupa bahwa saudari Xierra tidak memiliki bakat!.." Bisik Cayo yang kemudian menyadarkan Annchi.
"Ah..."
"Maafkan aku Adik."
"Ini makanlah." Ucap Annchi sambil mengeluarkan sebuah manisan dari Ruang dimensinya.
"Huh apa ini?.. dan apakah kakak membuatnya?"
"Itu benar, Bukankah kita tidak memiliki waktu untuk membuat ini? apa ini kue? dan lagi, kenapa kamu hanya menyuruh Xierra untuk memakan itu, sedangkan aku tidak?!!.." Ucap Cayo yang merengek karena tidak di perhatikan oleh Annchi.
"Ini? sebenarnya..."
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1
...----------------...