Drop

Drop
Bab.39


__ADS_3

"Kalian berhentilah bersikap kekanak kanakan." Ucap annchi dengan santainya.


"Kekanak kanakan?!.."


.


.


"An an.. Sepertinya.. Kamu memabg sudah tidak menyayangi kami..o(ㄒoㄒ)" Ucap cayo yang semakin menjadj jadi.


"Aku bilang berhenti bersandiwara." ucap Annchi sambil menepuk kapala cayo pelan.


"Auch!.. Kenapa kau bisa tau kalau aku bersandiwara an an???:(" Tanya cayo


"Tentu saja karna kau adikku." Jawab Annchi.


"Eh? Bukankah kita tidak sedarah. Dan lagi, bagaimana bisa hanya karena kami adik mu kamu bisa mengetahuinya kak?" Tanya xierra yang sudah duduk di tengah tengah annchi dan chia(cemburu).


"Ah... Itu karena kalian memakai marga ku." Jawab annchi lagi.


"Marga?.."


.


.


"Ah.. Itu berarti, tanda yang muncul di saat kamu memberi kami nama kepada kami adalah semacam kontrak darah?" Ucap cayo yang sedikit mengerti.


"Ya" Jawab annchi.


.


.


"Pintar juga dia..\=∆\=" -batin nya.


"Jadi, karena sekarang kalian sudah mengerti.. Bisa tidak kau menyingkir? Kau menghalagi ku untuk dekat dengan annchi." Ucap Chia yang sudah mulai kesal.


"Hah?? Apa?? Apa kah kau mengatakan sesuatu~?" Tanya xierra yang tidak ingin mengalah.

__ADS_1


"Kau!!..." -chia


"Ayo, cayo. Kita kembali ke istana." Ucap annchi yang sudah bisa kembali berdiri.


Katena mendengar perkataan annchi. Xierra dan chia menyingkirkan kekesalan mereka satu sama lain dan langsung menyusul annchi.


"Kakak tunggu!!" ucap xierra sambil berlari.


"Kakak~ tunggu~" batin chia mengejek.


.


.


.


.


_______________________________________


Sesampainya di istana || tepatnya di kediaman xierra saat ini.


"Xierra, sekarang aku akan kembali ke kerajaanku." ucap annchi yang mengejutkan xierra.


"Kami tidak bisa berlama lama di sini xierra."


.


.


"Jika ada waktu, kami akan datang menjemputmu. Bagaimana?" Jawab cayo. Menggantikan annchi.


"Baiklah kalau begitu, berjanjilah kak." Ucap xierra.


"Tentu" -annchi.


"Oh ya an an, bagaimana dengan masalah pembunuhan permaisuri?" -cayo.


"Aku saja yang akan menyelesaikan nya kak." sela xierra sebeluk annchi sempat berbicara.

__ADS_1


"Apa kau yakin?" tanya annchi.


"Ya. Lagipula, kakak sudah banyak membantuku. Dan lagi, sekarang aku sudah cukup kuat untuk membalaskan dendam ibu." Jawab xierra yang berusaha menyakinkan annchi.


"Hah.. Baiklah." Ucap annchi sambil mengelus kepala xierra.


"Huh...kenapa aku sangat kesal melihat annchi yang mengelus kepalanya?.." -batin cayo & chia.


"Dua orng ini.." -batin annchi melihat tatapan cayo dan chia.


_______________________________________


Sesudah berpamitan, annchi, cayo, dan chia(ikut pergi ke kekasiaran/kerajaan annchi) langsung ber teleportasi menuju kekaisaran annchi.


.


.


.


"..."


"Sepi sekali.." ucap xierra yang perlahan menangis.


Namun, di saat xierra masih menangis, tiba tiba saja terdengar suara seorang pelayan dari balik pintu kamar xierra. "Yang mulia, apa anda ada di dalam?" tanya pelayan itu sambil mengetuk pintu kamar xierra.


"U-ugh.."


.


.


"A-aku ada di dalam. Ada apa?.." Tanya xierra yang menyinhkirkan air matanya.


"Itu.. Tamu tamu dari kerajaan/kekaisaran tetangga sudah pulang beberapa saat yang lalu. Dan sekarang yang mulia kaisar memanggil anda beserta nona nona yang bersama anda." Jawab pelayan tersebut.


"Baiklah, Katakan padanya aku akan segera datang menemuinya." Ucap xierra dingin.


"Baik.. Saya permisi yang mulia.." Ucap pelayan terlebyt lagi. Dan kemudian pergi.

__ADS_1


"Hm.. Sudahlah. Aku akan bermain main terlebih dahulu bersama dengan para ular itu(selir kehormatan & selir agung)." Bantin xierra yang kemudian bersiap untuk pergi ke tempat kaisar dan yang lainnya berada.


^^^Bersambung..^^^


__ADS_2