Drop

Drop
Bab.38


__ADS_3

"Hah?.. Apa apaan perumpamaan mu itu?"


"Apa kau tidak menyukainya?" Tanya Annchi.


"..."


.


.


"Tentu saja tidak." Jawab Chia tak berperasaan.


"Sudahlah. Sekarang, cepat antarkan aku."


"Baiklah baiklah.." Ucap Chia yang kemudian menggendong Annchi pergi dari tempat tersebut.


_______________________________________


Panti asuhan || tepat di tempat Cayo & Xierra.


Saat ini, xierra sedang bermain dengan anak anak yang berada di panti asuhan tersebut. Sedangkan cayo? Dia merasa bosan dan terduduk di pojok ruangan.


"Hah... Annchi, kapan kamu kembali?" batin cayo menghela nafas.


Tiba tiba, setelah cayo menghela nafas nya dengan berat, Tiba tiba saja muncul seorang pemuda tampan bersama seorang gadis cantik yang memasuki ruangan.


"Apakah benar mereka ada di sini?" tanya gadis tersebut kepada pemuda di dekatnya.


"Tentu, aku melihat mereka masuk ke sini saat itu." Jawab pemuda tersebut.


"Ancchi?! Kapan kamu kembali ke bentuk asalmu?!" Teriak Cayo yang terkejut melihat gadis yang memasuki ruangan panti asuan tak lain adalah Annchi.


"Annchi??" Tanya xierra yang ikut terkejut mendengar perkataan cayo.


"Apa maksudmu, cayo?" -Annchi.


"A-ahahaha.. Tidak..Sepertinya tadi malam aku bermimpi panjang.." Jawab cayo mencari alasan.


.


.


"Tidak, aku tidak bisa membiarkan Annchi mengetahui yang sebenarnya(〇o〇;). Maaf kan aku Annchi.." -batin cayo.


"Dia berbohong." batin Annchi yang mengetahui semuanya melalui Chia.


.

__ADS_1


.


"Terserah." ucapnya.


Setelah Annchi berbicara seperti itu, suasana di tempat itu menjadi canggung.


Namun..


"Ah! Anchi!!" Xierra tiba tiba saja berteriak dan berlari memeluk Annchi.


"..."


"Akhirnya kau kembali!.. Aku sangat merindukanmu kakak!" Lanjutnya setelah memeluk Annchi.


"Tidak, an an. Dia sama sekali tidak merindukanmu. Malahan, dia sangat menyukak bentuk mu yang sebelumnya!!" Sela cayo yang kesal karena melihat Xierra yang memeluk Annchi secara tiba tiba.


"Huh! Berani sekali dia memeluk an anku!!" Batinnya yang kemudian mendekat ke arah annchi dan cayo.


"Hua!! Kakak, cayo ingin memarahiku!!" Ucap xierra yang kemudian bersembunyi di belakang annchi.


"Aku tidak peduli. Uruslah masalah kalian." Jawab annchi dengan santai. Dan kemudian meminta chia untuk meletakan nya di sebuah kursi di ruangan tersebut.


.


.


.


"Ya, tentu saja. Ini hanyalah pertengkaran antara sesama saudari perempuan. Sebaliknya kau duduk dan menikmatinya." Jawab Annchi sambil memandangi cayo dan xierra.


"Hah.. Padahal kita baru saja bertemu. Kenapa kau sudah mempercayaiku?"


"??.."


.


.


"Tentu saja. Itu karena kita sama sama memiliki bakat warna hitam putih." Jawab annchi.


"Aku masih tidak mengerti.." Ucap chia.


"..."


.


.

__ADS_1


"Oh" -annchi.


"Oh saja??"


"Ya."


"Sepertinya... Untuk saat ini Aku harus bersabar( ´~`)" batin chia yang kemudian tersenyum.


"Aneh" ucap annchi, melihat chia yang tiba tiba saja tersenyum.


Tentu saja, ucapan Annchi itu menjadi bom besar untuk Chia. "Kheup.. Kesan pertamanya denganku adalah " aneh"?.. Bagaimana ini??:(´◦ω◦`):" batin Chia yang kemudian menciba menjelaskannya.


Namun, sebeluk chia sempat menjelaskannya, cauo dan xierra datang menuju tempat annchi dan chia.


"An an!" ucap cayo.


"Hah.. Mengganggu" Ucap chia dengan nada kesal.


Mendengar ada suara seorang pria, xierra dan cayo langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah chia. Dan kemudian menatapnya dengan tatapan tajam.


"Siapa pria ini kakak?" tanya xierra kepada annchi.


"Hm? Ah, dia adalah.."


"Aku adalah pacar kakak kalian." sela chia sambil menunjukan senyum kecil.


"Sembarangan" batin annchi.


"A-apa?.."


.


.


"An an.. Kamu.. Kamu menghianati ku! ( -̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷄◞ω◟-̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷅ ) " ucap cayo yang terkejut.


Sedangkan xierra? Dia hanya bisa diam dan tak berkata apapun.


"Hm.." jawab annchi dengan wajah tak bersalah sedikitpun.


.


"Malas sekali meladeni masalah kecil seperti ini. Dan lagi, pacar? Apa itu? Apakah itu semacam makanan(●・ч・)??" -batin annchi.


"An an.. Kamu jahat.." ucap cayo lagi sambil menarik pinggir hanfu annchi.


"Kalian.."

__ADS_1


__ADS_2