
Semua tamu yang berada di sana merasa bingung, dan memandang satu sama lain. "A-apakah kita sudah boleh memakan makanannya?..." Bisik salah seorang pangeran.
"Ehm..."
Melihat suasana yang lumayan canggung, Cayo langsung mengalihkan perhatian, dan mengajak para tamu berbicara. alih alih mencairkan suasana.
"Saya mewakili kakak kaisar, Ber-Terima kasih kepada para tamu terhormat, karena sudah mau datang jauh jauh sekali hanya untuk menghadiri acara yang telah kami tetapkan ini."
.
"Semoga para tamu bisa menyamakan kan diri sebisa mungkin dengan kekaisaran kami ini."
.
"Sekian.." Ucap Cayo sambil tersenyum.
"Ah... kami juga sangat berterima kasih atas undangan yang telah kaisar Arvhy berikan kepada kami.. kami merasa terhormat dengan itu." Ucap Kaisar Chou, dengan wajah yang tenang.
*******
Catatan : Sebelum lanjut ke ceritanya, di sini author mau minta maaf karena lambat/ga up selama beberapa hari yang lalu. itu di karenakan author ga sehat(sakit) + ada sedikit masalah keluarga. jadinya ga ada waktu buat lanjut ngebuat bab selanjutnya.. jadi mohon di maklumi aja yaa. sekian.
*******
Cayo hanya tersenyum kecil kepada kaisar, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Xierra yang sedang menatapnya.
__ADS_1
"Xi~e~Ra~!" Bisik Cayo, dengan wajah menggoda.
Sedangkan Xierra yang di goda Cayo, hanya bisa tersenyum polos, seolah olah tidak mengerti apa apa(Sedang menjaga Image nya).
"Hahaha... Yang Mulia Putri Cahyou, apakah ada sesuatu yang membuat anda tidak nyaman?.." -Tanya Xierra, dengan senyum palsunya lagi.
"Ah.. tidak. hanya saja.. sepertinya yang mulia Putri mahkota Xierra telah banyak berubah ya~?" -Jawab Cayo, jahil.
"A-ahahaha.. Apa maksud anda yang mulia?... Saya tidak mengerti maksud anda^^...."
"Oho~? benarkah~?"
"Aku ingat, bahwa dulu, tepatnya dua tahun yang lalu, putri mahkota Xierra merupakan anak yang sangat ceria bukan~?"
.
.
"Ah~! aku sangat merindukan saat saat di mana Anda berlari memeluk kakak kaisar~"
*Deg
*Deg
*Deg
__ADS_1
Jantung Xierra langsung berdetak dengan cepat, dan membuatnya sedikit berkeringat dingin. 'D-dasar Cayo sialan..!! Dia sengaja membuatku mengingat masa masa memalukan itu..!' Batin Xierra sambil menyingkirkan keringat yang berada di dahinya. menggunakan sapu tangan.
Orang orang yang mendengar pembicaraan mereka berdua pun terkejut, dan merasa ada sesuatu di antara Keluarga kekaisaran Champions dan Putri mahkota Kekaisaran Nuvoleon.
'Apa? apakah Putri mahkota kakisaran Nuvoleon memiliki suatu hubungan dengan keluarga kekaisaran Champions?'
'Jika benar Putri mahkota Kekaisaran Nuvoleon memiliki hubungan khusus dengan keluarga kekaisaran Champions, aku harus mendekatkan putriku dengan nya. karena dengan begitu, putriku bisa mendekati salah seorang pangeran dari kekaisaran Champions, dan menjadi permaisuri di sini.'
^^^dan lain sebagainya.^^^
Sedangkan Annchi, Gio, Jia, dan Chia yang melihat itu semua, hanya bisa menghela nafas berat, dan saling menatap satu sama lain.
'Kakak kaisar, apakah benar dia adalah adik kita?..' -Tanya Gio dengan wajah datar. seolah olah tak ingin mengakui Cayo(Telepati)
'Apa? dia adalah adik mu. namun bukan adikku.' Jawab Annchi. sambil memalingkan pandangannya(Telepati)
'Haah?!! Kakak kaisar! anda adalah kaisar! Anda tidak boleh lari dari kenyataan!(̲̅ ͡ಠ_ಠ)̲̅' -Gio(telepati)
'Ah.. maaf ya. untuk masalah Kali ini, aku mengundurkan diri dari jabatan kaisar.' Ucap Annchi(Telepati)
"K-kakak kaisar!!......(((;ꏿ_ꏿ;)))" Bentak Gio secara tak sadar.
"UPS.." -Annchi mengejek.
Bersambung...
__ADS_1