
"Eh?.." Batin Annchi yang terjatuh lemas.
Melihat Annchi yang terjatuh, pemuda tersebut langsung menahan Annchi dengan tangannya dan kemudian menggendong Annchi memasuki tokoh tersebut.
"Carikan Tabib " Itu" untukku." Ucap pemuda tersebut kepada dua orang pengawalnya, yang secara tiba tiba muncul tepat di belakang pemuda tersebut.
"Baik Tuan." Jawab Dua orang penjaga yang kemudian menghilang.
"Uh.. kenapa aku sama sekali tidak bisa menggerakan badan atau wajahku?.."
"Dan lagi, kenapa aku juga tidak bisa mengatakan sepatah katapun? merepotkan..." Batin Annchi yang mengeluh.
Tak berlangsung beberapa lama setelah pemuda tersebut memerintahkan Dua orang penjaganya, muncul seorang pria tua paruh baya yang memasuki toko tempat Annchi berada.
"Bisakah anda memeriksa nona ini?.." Tanya pemuda tersebut kepada pria paruh baya itu. yang ternyata merupakan seorang tabib ilahi dari Kerajaan/Kekaisaran Annchi(remaja).
"Tentu saja tuan." Jawab Tabib ilahi. Dan kemudian memeriksa Keadaan Annchi.
"Gadis ini.. Kenapa denyut nadinya tidak biasa?.. Dan lagi,, ini tidak seperti denyut nadi manusia ataupun makhluk hidup lainnya." Batin Tabib ilahi yang menjadi panik sekaligus bingung.
"Ada apa?" tanya pemuda tersebut.
Seketika, Tabin ilahi terbangun dari lamunannya dan langsung berdiri. "hah.." Ucapnya. Terkejut.
"Ini.. Nona ini tidak apa apa tuan.. Anda tidak perlu khawatir.." ucap tabib ilahi dengan ragu.
"Benarkah?" Tanya pemuda tersbeut yang tentu saja tidak percaya karena melihat wajah tabib ilahi yang nampak begitu ragu.
__ADS_1
Karena di curigai, tabib ilahi langsung meminta untuk berbicara empat mata dengan Pemuda tersebut.
"Itu.."
"Tuan muda, kita perlu berbicara berdua saja.." Ucap tabib ilahi.
"Baiklah. Kalian semua, keluarlah dari tokoh ini sebelum aku mengizinkannya." Jawab Pemuda tersebut yang kemudian memerintahkan semua yang berada di ruangan tersebut untuk keluar.
"Baik Tuan.." Ucap semua orang. Kecuali tabib ilahi, dan Annchi(tentunya).
"Baiklah, apa yang mau anda sampaikan?" tanya pemuda tersebut.
"Nona ini tidak sama seperti makhluk hidup pada umumnya.."
"Dan kemungkinan, dia merupakan seorang yang tak boleh kita para manusia ganggu." Jawab tabib ilahi.
"Tidak sama?.. Ah.. Mungkin karena warna bakatnya hitam-putih sama seperti ku ya?.." batin pemuda tersebut yang kemudian tersenyum kecil.
"A-ah, baiklah.." Jawab Tabib tang ketakutan.
Setelah tabib pergi, dan hanya meninggalkan / menyisakan Annchi dan Pemuda misterius tersebut di dalam tokoh. Pemuda tersebut langsung mendekati Annchi dan berkata sesuatu kepadanya.
"Kau terjebak di tubuh dan dunia ini huh?" Ucapnya yang sedikit mengejek.
"Hah?! Aku kira kamu adalah pria yang baik!!" Ucap Annchi balik.
"Tentu saja tidak. Di dunia ini, tidak ada yang namanya pria baik kau tau?"
__ADS_1
"Huh.terserah."
"Sekarang, bagaimana caraku untuk bergerak dari sini?!"
"Hm.. 3 detik lagi sudah akan bisa bergerak."
"Benarkah?"
"Ya. 1...2....3."
"Sekarang gerakkan lah tubuhmu." Ucap pemuda tersebut.
Setelah mendengar ucapan pemuda tersebut, Annchi langsung menggerakan tubuhnya dengan bersemangat. Dan kemudian...
*Krakk
....Tulang belakang Annchi...patah.
"Sebaiknya kamu lebih berhati hati. Lihatlah sekarang, kau menjadi semakin menyedihkan serta merepotkan." Ucap Pemuda tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Hehe.. Gomen." Ucap Annchi meminta maaf.
"Ya itu tidak apa apa."
"Oh ya.."
"Kamu kemari untuk mencariku bukan?"
__ADS_1
"Orang.yang.di.takdir.kan."
...Bersambung!...