
"Ha?... Berhentilah bersandiwara. Kau terlihat lebih menjijikan daripada sebelumnya." Ucap Annchi yang membuat Chia "Frustasi".
'Fufufu,, Bagus An an! Kami mendukungmu!" -Cayo dan yang lainnya.
"Jadi...?" -Annchi.
"Ah! Serahkan saja pada kami An an..! Kami akan mengurus manusia manusia ini" Jawab Gio dengan senyum kecil nya itu.
"Tidak boleh membunuh"
"Tidak boleh menghukum"
"Tidak boleh mengancam"
"Bawa saja semua rakyat menuju istana. Sudah waktunya mereka melihat rupa pemimpin mereka." Ucap Annchi sambil menyeritkan alisnya.
'Dan... sudah waktunya juga untukku mengajari kalian cara menahan "itu".' -Lanjutnya(batin).
Tentu saja, perkataan Annchi itu membuat Gio dan Jia merasa kesal sekaligus tidak puas. Namun, jika itu adalah perintah dari master sekaligus orang yang mereka sayangi, mereka tidak punya pilihan lain selain menjalankan perintahnya.
"Baiklah An an.." Ucap Gio dan Jia bersamaan.
Annchi yang melihat wajah kesal dan memelas mereka hampir tertawa. di karenakan ini adalah pertama kalinya dia melihat wajah Gio dan Jia yang seperti itu. Di tambah, wajah kesal mereka yang terlihat menyeramkan bagi orang lain, malah terlihat sangat imut dan menggemaskan di mata Annchi.
Karena itu, Annchi langsung melesat pergi ke istana sambil menyeret Chia yang tengah meratapi nasibnya.
⁄(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)⁄
Setelah Annchi pergi, Gio,Jia,dan Cayo langsung turun ke bawah dan membuat rakyat ribut kembali.'Hah!! Manusia manusia ini sangatlah berisik!'Ucap Jia(telepati).
__ADS_1
'Bersabarlah Jia.. Aku akan meminta Annchi memberikan kita hadiah jika tugas kita sudah selesai.' Sela Cayo percaya diri.
'Memangnya akan berhasil? Annchi belakangan ini sangat dingin dan kata katanya.. menusuk hati..!' Tanya Gio yang merinding.
'Tenang saja. Aku memiliki cara ku tersendiri.' Jawab Cayo sambil mengacungkannya jempolnya.
Gio dan Jia yang melihat kepercayaan diri Cayo hanya bisa menghela nafas dan sama sekali tidak percaya dengan perkataan Cayo.
(Mungkin karena sudah kena mental kali ya(°o°)).
"Semuanya Diam!" Ucap Gio yang dalam sekejap membuat semua rakyat diam tak berkutik sedikitpun.
Suara gio bisa terdengar oleh semua rakyat di karenakan Cayo memberinya dan Jia ramuan. Ramuan tersebut bisa membuat suara pemakainya manjadi lebih besar dan dapat di dengar oleh orang orang yang berjarak cukup jauh dari penggunanya.
"Para rakyat yang terhormat.. Saat ini Yang mulia kaisar sedang memberikan ****** kekaisaran kepada semua rakyat"Ucap Cayo yang kemudian menatap semua rakyat yang sedang berlutut di depan Gio,Jia,dan Cayo.
Setelah semua rakyat menunduk, Cayo langsung maju dan kemudian membacakan dekrit kaisar. 'Maafkan kami An an.. kami tidak ada pilihan lain selain menggunakan namamu..!' Batin Cayo gugup.
""Kepada Para rakyatku yang selama ini hidup dan tinggal di kekaisaran ku tanpa sepengetahuan ku..(yaampun gini amat) saat ini, aku, yaitu kaisar Kalian, memerintahkan seluruh rakyat kekaisaran Champions unt....""
⁄(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)⁄
Sesudah mendengar kan perintah Annchi(yang sebenarnya di buat buat oleh Cayo dan yang lainnya), sekali lagi, seluruh rakyat panik dan menjadi tidak beraturan.
"B-bagaimana ini?! Apakah yang mulia kaisar akan membunuh kita?!"
"Wah..!Seharusnya aku sudah menuliskan surat selamat tinggal untuk ibu ku yabg berada di kerajaan Enggrasia!!.."
"Aku tidak ingin mati.."
__ADS_1
Dan lain sebagainya..
"Lihat!! Mereka malah semakin berisik!! Emosi Annchi akan meledak jika mendengar kebisingan ini!!" Ucap Gio yang panik sekaligus marah besar.
"..."
"Tidak ada cara lain."
"Bunuh mereka." Ucap Cayo menyeringai.
Tentu saja, ucapan cayo yang tadi itu terdengar oleh seluruh rakyat yang berada di sana. Dan membuat seluruh rakyat terdiam.
"Ehh?? Di mana suara ribut tadi? Hm? Apakah.. apakah dalam sekejap kalian menjadi bisu?" Tanya Cayo dengan wajah psikopat nya.
'Aku.. aku tidak ikut ikutan..' -Batin Jia yang kamudian menjauh dari Cayo.
Begitu juga dengan Gio yang tadinya marah besar, sekarang menjadi diam dan bahkan menutup matanya seakan akan tidak peduli. Dan tidak melihat/mendengar semua yang terjadi.
"Ah! Yaampun.. aku akan mati~!"
"Bukankah begitu yang kalian katakan?"
"Padahal.. kakak hanya menyuruh kalian untuk datang menemuinya. tapi, sepertinya orang orang yang selama ini tinggal di sini tanpa sepengetahuan keluarga kekaisaran sendiri, berlagak seperti lotus putih yang tidak bersalah sedikitpun. ya~?" Ucap Cayo sambil berjalan melewati satu per satu rakyat yang berada di sana.
"Cayo, berhentilah."
"Kakak kaisar akan marah jika dia mengetahuinya hal ini." Sela Gio memegang tangan Cayo.
.
__ADS_1
'Kita tidak akan mendapatkan hadiah jika begini! Yang ada, kita hanya akan mendapat hukuman!!' Lanjut Gio(telepati)