Drop

Drop
Chapetar 3-I : Di desa


__ADS_3

Kok ada sih?


Iya ada! Lo pikir lo doang manusia di muka bumi ini!?


Maaf, maaf. Aku agak marah dengan orang-orang seperti tadi.


Oh ya, namaku siapa?



“WAAAAAAAAAAAAAA– Tunggu, kenapa gua ngerasa dejavu?” (Eko)


Aku jatuh dari langit, tapi kenapa rasanya … pernah ada kejadian yang sama… gitu.


“Auah, bodo. WAAAAAAAAAAAA!!!!” (Eko)


Tak lama, seekor burung lewat di hadapanku.


“Buwung apa tadih? Buwung elang …. Lah kok gua sempet-sempetnya nyinggung burung sih?! WAAAAAAAAAA!!!!!!” (Eko)


Aku kembali berteriak.


* Jdeeeer!!! *


Tiba-tiba, langit menjadi hitam dengan suara petir dimana-mana.


“Firasat gua bu–” (Eko)


* JDEEEER!!! *


Petir menembakku --tapi sayang kutolak, aku masih ingin sendiri-- aku hangus dalam satu tembakan itu.



* Goaaaaaaaaaar!!! *


“Mmmm….” (Eko)


Aku membuka mata sebentar dan melihat laut dan pasir di sekelilingku.


Karena malas, aku tidur kembali.


* Goaaaaaaaaaaar!!!! *


“BERISIK TO**L!!!” (Eko)


* BAAM!!!! *


Aku langsung bangun dan melempar batu terdekat yang bisa kuraih ke arah suara berasal.


Aku pun kembali tidur dengan tenang.


Saat aku tertidur aku bermimipi … mimpi tentang ingatan penting yang telah lama kulupakan….



“Kedua, ambil ini.” (Kakek)


Seorang Kakek tua memberiku sebuah hp yang entah darimana dia ambil.


Sudah pasti aku menerimanya.


“Hape itu memiliki baterai, kuota, dan penyimpanan tak terbatas. Dengan itu kau bisa mengakses informasi dari duniamu sebelumnya. Dan yang terpenting, jika hape ini rusak, dia bisa memperbaiki diri sendiri. Caranya, kau ucapkan saja apa yang terlintas dipikiranmu.” (Kakek)


Pikiran ya …. Tenyata begitu …. Aku sudah lama melupakannya….


“MAN ROBBUKA!!!” (?????)



“Uwaaaah!” (Eko)


Aku langsung terbangun dengan penuh keringat dan meliat sekeliling.


“Fiuuh~ Aman….” (Eko)


Aku menghela nafas lega.


Tanganku menyentuh sesuatu, air namun agak lengket-lengket gimana gitu….


Aku melihat tanganku.


“Darah …. Tapi, darah siapa? Darah gue gak lengket banget kek gi–.” (Eko)


Aku melihat tubuhku sendiri. Telanjang! Tanpa sehelaipun kain maupun benang!


“Pasti gara-gara gua di-jdeer saat di langit.” (Eko)


Aku bangun dari pasir.


“Ternyata aku dari tadi di pantai ya….” (Eko)


Pinggir laut, pasir, dan juga beberapa pohon. Sudah jelas bahwa ini adalah pantai.


“Mantap, baru kali ini gue datang ke pantai.” (Eko)


Tapi sayang….


“Gak ada orang.” (Eko)


Air mataku mulai jatuh.


Kumenangis……. Lah, kok malah nyanyi sih!?


Oh ya, coba itu aja!


“Kumenangis….” (Eko)


* Treng~ *


“Anjay, muncul!” (Eko)


Bersamaan dengan suara aneh, sebuah hape and**id muncul di tanganku.


“Baiklah, pertama-tama….”


Aku membuka *C browser dan mengetik di bagian pencarian “Cara membuka aplikasi AnoWor”


Garis biru di bagian bawah pencarian-pun berjalan dan sedikit melambat di akhir.


Pencarian selesai, aku membuka situs paling atas. Yang bertulisan “Gagal membuka AnoWor? Ini alasannya!”


“AnoWor adalah aplikasi yang terdapat di perangkat tertentu seperti….” (Situs)


“Kelamaan oii!” (Eko)


Aku langsung menarik ke atas, menuju ke topik pembicaraan.


“Hayo…. langsung skip ke sini ya…?” (Situs)


“Elu dukun yak!?” (Eko)


Aku langsung berteriak ketika membaca kalimatnya dan menarik ke atas lagi.


“Gak. Gua bukan dukun. Cuma nebak aja.” (Situs)


Aku mengacuhkan kalimat itu dan sampai ke topik pembicaraan.


\=\=\=\=\=Inilah Alasannya\=\=\=\=\=




Ada aplikasi, video, music, atau berbagai file yang didapat secara illegal.




Anda membukanya saat berada di atas langit.




Udah, itu aja. Lu mau nyari apa lagi!?




\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“….” (Eko)


Aku terdiam dan langsung melaporkan situs itu pada pihak goo**e. Walau pada akhirnya akunku-lah yang di-blok.


Aku mereset hape-ku ke pengaturan semula dimana aplikasi, file, video, musik, dan berbagai hal lainnya terhapus.


Selamat tingga anime kualitas 4k ultra hd-ku yang totalnya mencapai lebih dari sepuluh tb.


“Kumenangis……. Kok gua nyanyi lagi sih!?” (Eko)


Sambil menunggu selesai, aku berkeliling.



“Buset……….” (Eko)


Aku melihat banyak darah berhamburan seperti jirigen penuh ko*or*n sapi yang diledakkan oleh aparat yang mengira itu bom.


Darah itu berasal dari bangkai naga yang masih segar. Kepalanya hancur berkeping-keping.


* Creeet……. *


“…!?” (Eko)


Sesuatu berbunyi di bawah kakiku. Yang pasti aku menginjak sesuatu yang menjijikkan.


Aku mengangkat kakiku dan melihatnya.


“Astaga …. Ada-ada aja dah di hidup gua.” (Eko)


Aku mengeluh, melihat bola mata yang harusnya sebesar kepalan tangan hancur dan mengeluarkan cairan putih karena kuinjak.


Aku pergi ke pesisir pantai untuk membersihkan kakiku dengan air laut.


Setelah selesai membersihkan kakiku, aku mendengar sesuatu …. Mungkin suara ombak yang mendekat, jadi aku menyipitkan penglihatanku.


“Masalah mulu….” (Eko)


Aku langsung berlari. Setelah mengeluh melihat itu.


Apa yang kulihat? Jawabannya adalah tsunami.



Tsunami sampai dan menghantamku. Kini, aku sedang mengambang di lautan. Bagai mayat yang dibuang.


Aku sudah mengambang selama dua hari.


Sekali-kali, hiu menerkamku. Tapi mereka berhenti setelah gigi mereka patah. Siapa yang mematahkan? Sudah jelas aku.


Entah bagaimana, tubuhku jadi terasa kuat. Mungkin karena pemberian Fifi waktu itu.


Aku dibawa ke sana ke sini oleh arus laut. Dan akhirnya, aku tiba di pesisir pantai.


“Kyaaa!!!” (Gadis)


Aku mendengar suara seorang gadis berteriak. Halah … paling juga laki-laki, lagi.

__ADS_1


“Tenang saja. Aku masih hidup.” (Eko)


Aku berdiri menenangkannya.


“……?!” (Eko)


Aku terkejut melihatnya. Cewek ***! Tapi, bukan itu masalah utamanya.


“Ehehehe.” (Eko)


Aku menutupi anuku yang terlihat jelas olehnya.



Aku dibawa gadis itu ke desanya yang berada di kedalaman pulau.


Sesampainya di desa. Beberapa masalah terjadi. Tapi semuanya diselesai-kan oleh gadis yang membawaku. Dan akhirnya, aku diberi baju ganti oleh kepala desa dan diperboleh tinggal disini.


Oh ya, nama gadis yang mengantaraku adalah Olivia. Dia merupakan anak termuda dari kepala desa.


Itulah kejadian beberapa hari yang lalu. Sekarang, aku sedang memancing ikan. Namun….


“Bisa-bisa laut bersih gara-gara yang gue pancing sampah mulu.” (Eko)


Di sampingku, tumpukan sampah setinggi rumah. Aku sudah memancing dari pagi hari hingga sekarang—sore hari.


“Ahahahaha. Namamu mungkin akan dikenang dunia karena telah membersihkan laut. Woh dapat lagi.” (Kepala desa)


Kepala desa menertawakanku dan menarik pancingannya. Dia mendapatkan ikan yang besar.


“Anj*nglah!” (Eko)


“Iri, bilang bos.” (Kepala desa)


“Iya, iya! Gua iri! Puas lo tua bangka!? Puas!?” (Eko)


Aku berteriak padanya. Walau sebenarnya aku yang lebih tua darinya. Namun, penampilanku masih sama seperti dulu—dua puluh tahun. Bedanya dengan diriku yang sekarang adalah otot yang sedikit nampak dan rambut panjang.


“Udah mulai malam, balik yuk. Entar besok pagi, lanjut bersihin lautnya.” (Kepala desa)


“Hmph!” (Eko)


Aku agak kesal dengan ucapannya.


Kami berdua kembali ke desa.



Aku kembali ke gubukku. Gubuk yang kubangun dibantu para penduduk desa. Walau kecil, tapi ini masih cukup nyaman.


“….” (Eko)


Rasanya ada yang kulupakan. Tapi, apa ya?


“Bodo ah. Mending tidur aja.” (Eko)


Aku menutup mataku.


“………………….” (Eko)


Pintunya udah ketutup belum ya?


Gue udah ke kamar mandi belum ya?


Kek-nya ada yang masuk rumah, maling kali.


Air kelapa datang darimana?


“Oi! Stop mikir macem-macem, Otak!” (Eko)


Setelah berteriak, aku kembali menutup mataku berniat tidur.


Namun otakku malah mencoba mengingat sesuatu.


Ending on* pie*e kemarin gimana ya?


No g*me no *ife udah ada season duanya gak?


Ra**dai ki**i juga, udah ada season duanya gak yah……?


Oh ya, nasib hape gua gimana?


Aku langsung membuka mata.


“Cara munculinnya…….” (Eko)


Tiba-tiba terlintas dipikiranku, foto sp**erman yang berada diatas gedung dengan teks….


“Ayo lakukan bersama sama, nyot–” (Eko)


* Treng~ *


Belum selesai bicara, hape a**roid muncul di tanganku.


“Waktunya tes!” (Eko)


Aku membuka aplikasi AnoWor. Muncul lodeng yang terus bertambah dari 1%


“Kalo gagal. Gue gibas lo ya.” (Eko)


Aku mengancam hapeku sendiri.


Tak lama persenannya mencapai 99. Dan pada akhirnya….


“Seratus! Mantap!” (Eko)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selamat datang di aplikasi AnoWor! Tuan Ekotama.


Maukah saya pandu anda dengan berbagai fiture kami?


[Ya] [Tidak]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baiklah biar saya pandu anda.


Ini poin anda sekarang.


Ini status anda.


Ini skill anda.


Ini misi anda.


Ini pencapaian anda.


Ini tempat gacha.


Dan ini tempat berbelanja.


Selamat menjalankan aplikasi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Ditunjuk woi! Ini, ini, ini doang. Letaknya dimana to**l!!” (Eko)


Aku berteriak keras.


* Tok tok tok *


“Aku masuk ya….” (Olivia)


Pintu diketuk dan Olivia masuk ke gubukku.


“Dari tadi kedengeran teriak-teriak. Mimpi buruk ya?” (Olivia)


Olivia bertanya khawatir.


“Ahh… enggak kok …. Cuma ada … emm … kecoa, hehe.” (Eko)


Aku menyimpan hape-ku dan berkata bohong.


“Kecoa? Apa itu?” (Olivia)


Oh ya, aku baru ingat. Di dunia ini tidak ada yang namanya kecoa.


“Bukan apa-apa. Bukan apa-apa.” (Eko)


Aku menggeleng beberapa kali.


“Oh, ya sudah. Jangan terlalu berisik ya…. Para warga nanti terganggu.” (Olivia)


“I–Iya….” (Eko)


Olivia keluar dari gubukku.


“Haaa…. Aman….” (Eko)


Setelah mendesah lelah, aku meliat hape-ku yang berada di belakang punggungku.


“Quest … maksudnya misi … kan?” (Eko)


Aku menekan tulisan quest.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Anda sedang menjalani pelatihan 1001 Quest.


Anda telah menyelesaikan 1 Quest dan sekarang tersisa 1000 Quest untuk dikerjakan.


[•Lanjutkan] [Kembali]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


(Author Note : pilihan yang ada tanda “•” adalah pilihan yang dipilih Eko)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Apa yang ingin anda cari tau?


[•Quest yang sedang dijalankan]


[Hadiah Quest]


[Lihat daftar Quest]


[Penjelasan]


[Kembali ke menu awal]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=Quest Kedua : Pahlawan\=\=\=\=\=


Penjelasan singkat : menyelamatkan banyak orang


Tujuan :



Bertemu seseorang (Selesai)


Dibawa ke desa (Selesai)


Diterima warga desa (Selesai)


Menggagalkan serangan monster (Proses)

__ADS_1


Menerima hadiah (Proses)


Bersama seseorang yang dicintai pada akhir hayatnya (Proses)


Sampingan 1. ??????


Sampingan 2. ?????



Hadiah akan diungkap-kan setelah menyelesaikan Quest.


[Kembali]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Mustahil bisa kulakukan.” (Eko)


Melihat tujuan keenam membuatku menurunkan bahu.


Aku menekan tombol kembali hingga ke menu awal dan melihat poin.


“…….” (Eko)


Aku ternganga melihat poin-ku yang berjumlah 999.999.999+.


Aku menekan tulisan belanja.


Di sana, rata-rata satu barang murah bernilai 10 poin dan yang paling banyak sekitar 10000 poin.


Barang-barang itu berupa senjata, makanan, item pemulihan, alat transportasi. Urutannya dari kiri ke kanan.


Dan di paling kanan bertulisan “Penukaran uang.”


Saat aku menekannya disana ada angka kosong untuk mengisi poin dan di sebelah adalah uang yang didapat.


Aku masukan satu poin dan yang tertukar adalah….


“Satu … juta …. Ehehehe….” (Eko)


Aku terkekeh puas.


Aku menukarnya dengan seribu poin. Berapa yang kudapat? Hitung sendiri.


(Author males ngitung, tehee :v)


* Treng~ *


[ Title Orang Kaya dan Kaya Mendadak didapatkan]


Muncul notif di bar layar hape-ku.


Aku kembali ke menu awal dan menekan tulisan prestasi.


Disana terbagi dua bagian. Julukan dan Pencapaian


Ada banyak julukan yang belum diambil, diantaranya adalah teman naga, abadi, dan… tidak tahu malu.


Aku menekan julukan itu dan membacanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Title : Tidak tahu malu


Title didapat karena anda tidak memakai baju selama satu hari lebih.


Hadiah : 500 Poin dan Satu set pakaian [Ambil]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku menekan tombol ambil.


* Treng~ *


[Wow, anda dapat satu set pakaian. Anda bisa mencek barang apapun di brankas]


Sekali lagi, muncul notif di bar layar hape-ku.


Aku kembali ke bagian title dan menekan tombol “ambil semua.”


* Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ Treng~ *


“Buset, spam notif. Aduh … lag kan jadinya.” (Eko)


Puluhan notif muncul membuat hape-ku seketika ngelag, seperti otak orang yang ingin mandi, tapi malah mengambil piring.


Aku menekan tombol kembali ke awal lalu menekan tulisan brankas yang tadinya logonya berwarna hitam, kini menjadi merah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Anda memiliki 99 item lebih di penyimpanan. Jika anda tidak memperbesar kapasitasnya, maka anda akan kehilangan item yang melebihi 99.


Intinya, apakah anda ingin memperbesar kapasitas?


[Ya, Saya akan membayar dengan harga : 30.000.000.000]


[Tidak, jadi saya akan membayar dengan harga : 400.000.000.000 karena menolak tawaran]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“OI!!!” (Eko)


Aku berteriak atas keanehan itu.


Aku memilih ya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih telah bertransaksi. Kini anda dapat menyimpan item sebanyak 9999.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Haaa….” (Eko)


Aku menghela nafas lelah.


Aku kembali ke menu awal dan menekan tulisan “Status”.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Info status]


Level : 300


Mana : 30.000/30.000


Stamina : 1.000/12.000


Attack : 46.282.736 - 46.280.9721


Defense : 40


Speed : Normal


Luck : 9999- ★


Status tidak dapat ditambah. Mereka akan bertambah sendiri tergantung level dan perlengkapan anda.


[•Kembali ke menu awal]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Levelku ternyata tinggi juga ya…. Tapi luk gue kok mines sih!? Ada bintangnya lagi.” (Eko)


Setelah kembali ke menu awal, aku menekan tulisan “skill”.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Penjelasan


Skill memiliki 10 tingkatan. Semakin tinggi tingkatannya semakin hebat kemampuannya.


Skill terbagi empat, serangan, pertahanan, efek, dan keahlian.


Setiap anda menaikkan tingkatannya maka perlu poin yang lebih banyak dari sebelumnya untuk meningkatkannya.


Semakin sering memakai skill, maka lama kelamaan skill akan naik tingkat dengan sendirinya.


[•Lanjut cek skill] [Kembali ke menu awal]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baru sekali ada penjelasan kek gini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Skill tambahan :


Bela diri level 3 [+] (i)


Sabit level 1 [+] (i)


Pengambil skill level maks (i)


Memasak level maks (i)


Skill bawaan :


Tidak akan mati (i)


Penetral racun (i)


Regenerasi (i)


Tidak merasa lapar (i)


Tidak merasa haus (i)


Penguat fisik (i)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku langsung me-maks-kan skill bela diri dan sabit.


Oh ya, itu sabit apa kabar?


Aku kembali dan membuka brankas lagi.


Di paling awal terdapat sabit keabadian.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sabit keabadian


Sabit yang didapat dari “ ”.


Sabit ini dibuat oleh para vampire dengan ribuan darah dari berbagai mahluk yang dibekukan selama lebih dari 90 miliar tahun.


Attack : 6284162700


Efek khusus : dapat mengambil darah mahluk yang diserang secara acak dan dapat menimbulkan kematian instan


[Ambil]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku mengambilnya keluar.


Sabit itupun muncul di tanganku.


“Kalo gini. Raja iblis-pun langsung ko.” (Eko)

__ADS_1


Aku tersenyum, dan mengangguk puas.


__ADS_2