
Di sisi lain, tepatnya di tempat Annchi dan yang lainnya berada.
"Hah.. Kenapa aku merasa ada yang kurang?.." Ucap Cayo dengan wajah kesepian.
"Itu karena kau merindukan gadis itu." Sela Chia dengan wajah tersenyum jahil.
"Hah?! Mana mungkin!"
"Hm? Kenapa Kau mengelaknya? Bukankah itu benar~?" Goda Chia yang semakin mengejek cayo.
"Tidak!!"
"An an!! Lihatlah dia! Mengapa kau mengajak orang sepertinya datang ke kerajaan?!" -Rengek cayo
"Bukankah itu bagus? Kau memiliki teman bermain di istana." -Jawab annchi tidak peduli.
"Tapi!..."
"Ah, kita sampai." -Sela Annchi yang tidak ingin mendengar keluhan cayo.
Saat mereka sampai di depan portal, Ze dan Zu langsung menemui Annchi dan kemudian menyapanya.
"Selamat datang kembali yang mulia" Ucap mereka dengan wajah senang.
'Oho?.. Sepertinya mereka sudah memiliki emosi-0-' -Batin Annchi
"Baiklah, buka kan portalnya Ze."
"Dan untuk Zu, aku akan menanyakan sesuatu padamu." Ucap Annchi sambil tersenyum kecil.
"??"
"Baik.." Jawab Ze yang kemudian pergi.
__ADS_1
.
.
.
"Apa yang ingin anda tanyakan yang mulia?" -Zu
"Hmm.."
"Cayo, chia, kalian pergilah terlebih dahulu. Aku akan menyusul." -Annchi
"Hm? Kenap-" -Cayo
"Baiklah Annchi!" Sela Chia sambil menutup mulut cayo.
"Cayo, ayo pergi!" Lanjutnya sambil menyeret cayo.
Kemudian... Setelah cayo dan chia memasuki portal..
"Apakah kalian membutuhkan orang untuk membantu kalian di sini?" -Annchi.
"Kami..."
"Kami membutuhkannya yang mulia." Jawab Zu sambil mengangguk pelan.
"Begitu.."
"Baiklah kalau begitu." Ucap Annchi yang kemudian meletakan tangannya di †åñåh. Dan kemudian membacakan mantra.
(Di sini author ga mau ngasih mantra karena ga tau mantranya harus gmn + kalian juga bakalan ngerti walaupun tulisannya author kasih random).
______________________________________
__ADS_1
Selang beberapa saat kemudian, setelah Annchi membacakan mantra. Terdapat dua orang pemuda tampan yang sedang terbaring di depan Annchi.
'Oh? Tubuh mereka bagus juga.' -Batin Annchi.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menyerahkan sisanya pada kalian." Ucap Annchi yang kemudian pergi memasuki portal. Meninggalkan Zu dan Ze yang sedang kebingungan, harus mengapakan dua orang yang bersama mereka itu.
Sesampainya di Kekaisaran. Annchi terkejut saat melihat kekaisarannya yang dulunya sepi menjadi ramai.
'Apa apaan ini?!' Batinnya dengan wajah tidak senang.
'Hah.. Sepertinya sudah saatnya aku harus memperbaharui kekaisaran ini. Jika tidak sekarang, mungkin kekaisaran ini akan runtuh akibat banyaknya orang.' lanjutnya sambil mengangguk pelan.
Sekali lagi, annchi meletakkan tangannya di tanah dan merafalkan sebuah mantra.
Di tengah tengah dia merafalkan mantra tersebut, tanah menjadi bergetar dengan hebat. Dan mengakibatkan orang orang yang berada di sana panik setengah mati.
Tentu saja, karena guncangan tersebut, Cayo, Chia, Gio, dan Jia yang sedang bermain menjadi terkejut. Dan kemudian melesat ke arah Gungangan tersebut.
"Semuanya!! Tolong tenanglah!!" Ucap Cayo yang menenangkan Semua orang dengan sihirnya.
"H-hei! Lihat! Itu adalah yang mulia putri!" -Salah seorang rakyat di sana.
Tentu saja, mendengar perkataan orang tersebut, semua orang yang berada di sana langsung menatap Cayo sengan tatapan kagum. Dan membuat suasana menjadu diam.
"Lihat, guncangan ini adalah perbuatan Annchi." Bisik Chia kepada Cayo, Jia, dan Gio.
"Ah.." -Ucap mereka bersamaan.
"Lihatlah ke arah selatan. Saat ini Yang mulia kaisar sudah kembali, dan sedang memperbaiki kerajaan menjadi lebih baik dengan sihirnya."
"Jadi, tolong untuk tidak membuat keributan sedikitpun! Dan jangan pernah mengganggu konsentrasi yang mulia kaisar!." Ucap Cayo meyakinkan orang orang.
Namun, bukannya menjadi tenang, orang orang menjadi lebih panik. "Yang mulia kaisar telah kembali?!" -Ucap semua orng yg berada di sana.
__ADS_1
Bersambung..